Tingnong tingnong tingnong....
"Itu pasti Shakti" Gumam radhika
Dengan langkah sedikit lambat karena berat dengan perut yang didalamnya sudah ada nyawa seseorang.
'Aku harus bertingkah baik - baik saja. Lupakan amarah mu radhika, suamimu juga lelah mengurusmu' Batin radhika
Cklekk....
Senyuman lelah tersungging disudut bibir Shakti. Ia mendekat lalu mengecup dahi istrinya yang sedang menatapnya dengan bingung.
"Sekarang suami mu sudah pulang kau mau apa?" Tanya shakti sembari tersenyum menuntun radhika pelan pelan duduk diruang tamu
"Aku tidak mau apa-apa" Ucap Radhika tersenyum lalu duduk perlahan disofa
Shakti duduk disamping Wanita berbaju setelan abuabu. Selama kehamilan radhika sudah jarang memakai saree.
Faktor utamanya adalah ia selalu kesusahan membenarkan saree nya ketika lepas. Sejak itu shakti selalu membelikan baju dan celana longgar khusus ibu hamil.
"Wajah mu pucat? Kau kenapa?" Tanya radhika memegang lengan shakti . Keduanya sedang menyender disofa kini.
"Tidak aku tidak apa apa" Ucap shakti tersenyum dengan sedikit memijat pelipisnya
"Wajah mu pucat, Iya aku tau kau lelah. Tapi ini bukan pucat lelah, Tadi siang apa yang kau makan?" Tanya radhika lembut
"Tidak, aku memang sedang tidak ingin makan" jawab shakti santai
"Jadi perutmu kosong? Shakti! Kantor mu memang membutuhkan mu, tapi jangan buat dirimu tersiksa. Mulutmu memang mengatakan aku sedang tidak ingin makan, tapi perutmu keroncongan meminta makanan, tadi pagi saja sarapan mu sedikit, dan belasan jam kau hanya menatap laptop mu itu, kau sama sekali tidak peduli dengan perutmu, jika kena maag bagaimana? Lain kali jika kau tidak sempat keluar aku akan memesankan delivery untuk dihantarkan kekantormu, kau ting--"
"Sudah cukup ya sayaaangg" potong shakti meletakan tangannya kebibir radhika. Lebih tepatnya lagi ia meremas gemas hidung , pipi, serta bibir istrinya itu dengan tangannya.
"Ck! Shakti" Dumel radhika risih
"Terus bagaimana sekarang? Aku lapar" Ucap shakti merengek. Ia sudah duduk tegak menghadap radhika, Namun radhika tetap menyender kesofa karena berat dengan perutnya
"Minta saja kepada laptop mu untuk disuapi" Ucap radhika santai lalu memejamkan matanya
Shakti menatap radhika datar
"Heuhhhhh!" Gemasnya meremas wajah radhika
"Shakti!" Omel radhika
"Yasudah aku mandi dulu, gara gara dekat dengan mu aku bau" Ucap shakti lalu berdiri menuju kamar mandi
"Heh enak saja! Kau memang bau" Ucap radhika sedikit teriak dengan mata yg masih terpejam
"Walaupun aku tidak mandi aku tetap wangii" Ucap shakti sedikit berteriak
"Ya ya terserahhh" Teriak radhika
.
Setelah selesai membersihkan diri. Shakti memakai piyama putih lalu turun ke ruang tamu.
"Radhh sepertinya ak-- Dia tertidur rupanya" Gumam shakti setelah berteriak dari tangga
"Aku akan memesan pizza saja" Gumam shakti lalu memesan pizza di restaurant terdekat
'Apa aku harus mengatakan sejujurnya kepada radhika tentang zaskia? Bahkan aku takut hari oprasi dan hari kelahiran radhika akan bersamaan. Tapi jika aku mengatakannya radhika akan stress berat , itu akan buruk bagi kehamilannya. Mungkin aku akan menceritakannya lain waktu' Batin shakti cemas sembari menatap wajah teduh istrinya yg tengah terlelap.
"Uhukk uhukk uhukk uhukkk!!"
Shakti kaget bukan main. Radhika terus saja batuk. Dengan sigap ia mengambil air minum lalu meminumkannya pelan.
"Apa kau baik baik saja?" Tanya shakti cemas . Radhika telah meminumnya lalu menyandarkan kembali punggunnya kesofa
"Hanya sedikit gatal ditenggorokan, aku tidak apa apa" Ujar Radhika lembut
"Kita kerumah sakit sekarang ya?" Tanya Shakti
"Hei! Tidak aku tidak mau" Tolak Radhika
"Tapi batuk mu akan terasa lagi ketika malam nanti tidak? Jika iya aku akan membelikan obat diapotik depan" Ucap shakti
"Tidak usah shaktiii" Ucap radhika gemas
"Iyaiyaaiyaaaa" Balas Shakti sembari mencubit pipi radhika
"Kau sudah pesan makanan? Pasti pilihan mu hanya pizza" Tebak Radhika malas
"Hehe iya aku pesan 1 box pizza untuk ku sendiriii" Ujarnya senang
"Aku? Aku tidak dapat bagian pizza?" Tanya radhika
"Kau sedang hamil sayaang, jika nanti sudah melahirkan baru aku mulai memberikan makanan makanan kesukaanmu lagi" Lembut shakti menyisihkan rambut radhika kebelakang daun telinganya.
"Baiklah" lirih radhika tersenyum. Cuph! Shakti mengecup pipi radhika lembut
Lama mereka berbincang hingga pizza datang. Tentu saja Shakti menyantapnya sendiri. Ia sangat tidak mengizinkan radhika memakan makanan cepat sazi seperti ini. Bukannya pelit, cuma pria ini berpikir seribu kali untuk kesehatan istrinya.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
My Second Love
RomantikShakti arora,,, pria tampan yang mencintai gadis bernama zaskia,,, walaupun ia akan segera menikahi seorang gadis cantik bernama radhika madan tapi ia sama sekali tidak meninggalkan kekasihnya zaskia,,, melainkan hanya menduakan radhika,,, Tidak ti...
