Skip 8 bulan....
Pukul 09.30
Hari ini didetik dan waktu yang sama, kehamilan radhika sudah memasuki usia 8 bulan lebih. Kehamilannya mulai menginjak angka 9 untuk bulan yang dia lalui.
Sejauh ini suaminya masih sabar dan telaten dalam mengurusnya untuk cek out kedokter yang kini sangat dipercayai oleh shakti, dokter Shila.
Drett drett... drettt dret....
"Ya halo ada apa?" Ucap pria yang tengah berkutat dengan laptop kerjanya.
Saat ini ia tengah berada didalam ruangan pribadi khusus dirinya, dengan menduduki kursi singgasana nya ia mengerjakan semua pekerjaannya hari ini.
Dirinya sangat sibuk akhir - akhir ini. Mengingat Istrinya Radhika selalu saja meminta ia untuk cuti.
"Halo Tuan shakti?" Ucap Seseorang disebrang sana, suaranya nampak terdengar seperti suara pria
Mendengar suara itu, Shakti yang tengah sibuk menunda pekerjaannya sejenak.
"Halo Dokter Suresh, jadi bagaimana?" Tanya shakti serius
"3 minggu lagi operasi akan dilakukan tuan, dioprasi terakhir ini kami tidak bisa menunda tanda tangan keluarga dari pasien"
"Hmm, baiklah saya akan ke america untuk oprasi terakhirnya. Lalu bagaimana setelah itu dokter?"
"Jika dalam operasi terakhir masih tidak bisa diangkat, maka kami harus merelakan pasien. Ia sudah lelah tuan, ia sangat butuh cairan tapi tubuhnya menolak untuk diasupi cairan"
"Hei apa kau bodoh! Merelakan seperti apa maksudmu hah? Apa kau akan merekalan pasien mu mati begitu saja?"
"Tenang tuan shakti tenang,, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menangani ini,, permasalahan yang menjadi kendala kenapa oprasi hanya bisa dilakukan sekali lagi karena nantinya jika pasien dioprasi terus menerus ia akan hidup secara mati"
"Maksudmu?"
"Ya tuan, melihat keadaan Ny. Zaskia saat ini sangat lemah. Ia bahkan seperti mayat hidup, mohon maaf jika aku berkata seperti itu. Ini demi kejelasan semuanya tuan."
"Baiklah, kabari aku jika terjadi sesuatu. Lakukan lah yang terbaik"
"Baik tuan"
Tutt...
Sambungan telpon terputus. Shakti memukul meja kerjanya frustasi. Selain ada pada tuhan, Nyawa seseorang ada ditangannya kini.
Ia segera menyelesaikan kembali
Pekerjaannya. Ia pikir ia harus menyelesaikan tugasnya dalam waktu 3 minggu belakangan ini.
Memang benar, akhir akhir ini ia sedang sibuk berat dengan pekerjaan yang menumpuk.
Ponselnya saja ia getarkan untuk nada panggilan karena ia takut dengan nada berisik ia akan terganggu lalu tidak fokus mengerjakan berkas berkas yang perlu ia siapkan untuk meeting.
Perebutan tender sangat sengit didunia bisnis antara india kali ini. Itulah yang membuat Shakti harus ekstra cepat dalam pekerjaannya.
Drett.. drett...
"Ck! Siapa lagi" decaknya sebal mengambil ponselnnya yang bergetar
"Radhika" Gumamnya lalu hendak mengangkat.
Namun niatnya terputus. Ia merijek panggilan istrinya itu lalu mensilent kan ponselnya.
Shakti melanjutkan kembali pekerjaannya. Ia sudah berpikir jika ia mengangkat ponsel maka istrinya akan lama berbincang dengannya.
Akhir akhir ini radhika memang sedikit bawel. Selama masa kehamilannya ia cukup membuat shakti lelah. Namun shakti tidak tertekan akan hal itu.
Sisilain....
Wanita berperut buncit dengan muka cemasnya tengah mengelus ngelus perutnya yang sakit. Sesekali ia melihat ponselnya kembali untuk memastikan ada panggilan dari suaminya.
"Shakti, angkat telponmu" Desisnya sesekali menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang beradu di perutnya.
Ny. Arora tidak serumah dengan Shakti & Radhika. Jadi radhika sedikit kesulitan untuk meminta bantuan ketika ia membutuhkannya.
.
Pukul 22.45
Shakti mengaktifkan suara ponselnya. Ia melihat sudah 47 kali panggilan dari istrinya tidak terjawab. Ia memanggil kembali Radhika dengan menelponnya.
Tak butuh waktu lama sambungan telpon telah tersambung.
"Ya hall"
"Shakti kau kemana saja? Aku menunggu mu untuk mengangkat panggilan tadi!" Omel radhika memotong ucapan shakti
Nampak wajah datar dimuka Shakti. Ia yang lapar tidak makan sejak tadi pun merasa sangat pusing dan mual. Ditambah omelan radhika yang membuatnya pusing.
"Shaktiii jawab pertaanku!" Rengek radhika
"Bisakah kau diam sebentar?! Tidak perlu berbicara dengan nada tinggi aku sudah mengerti!" Bentak shakti
'Ada apa dengannya?' Batin radhika terdiam kaget.
"Maafkan aku, aku hanya mengkhawatirkan mu. Jika pekerjaan mu sudah selesai cepat pulang. Aku takut sendiri dirumah" Ucap radhika lembut lalu mematikan sambungan telponnya
Shakti menghela nafas panjang. Ia memijit kepalanya. Rasa bersalah menyelimuti dirinya.
Bukan salah Radhika juga, Toh wajar wajar saja jika radhika mencemaskan dirinya yang tidak ada kabar sejak tadi pagi sampai malam ini.
Shakti juga menyempatkan waktu untuk mengangkat dan berbincang lama ditelpon dengan dokter Suresh yang menangani oprasi zaskia. Tapi kenapa dengan radhika ia malah merijek lalu mensilent kan ponselnya, lalu membentak radhika atas lelahnya dia.
Shakti menghubungi radhika kembali.
"Ada apa Shakti?" Tanya radhika dengan suara sedikit datar
"Apa kau sudah makan?" Tanya shakti cemas, ia juga sedikit bingung untuk minta maaf dari mana
"Sudah"
"Bagaimana kondisimu? Apa perut mu baik baik saja? Sudah diminum vitaminnya?"
"Sudah"
"Radhika jangan menjawab singkat seperti itu, aku mencemaskanmu sungguh"
"Yang kau cemaskan itu bayi mu bukan aku"
"Heii, tidak. Aku lebih mencemaskanmu dari pada bayi ku"
"Jadi kau tidak peduli terhadap bayi ini?"
Shakti bingung harus mengatakan apalagi. Karena Istrinya mudah sekali tersinggung
"Aku peduli padamu, aku peduli pada bayi kita. Maksudku jika aku disuruh memilih antara kau dan bayi. Aku lebih memilihmu walaupun bayiku sangat penting. Tapi yang terpenting adalah ibu dari sibayi nya bukan? Soal bayi bisa kita buat kembali. Tapi soal dirimu? Mana mungkin aku menemukan wanita seperti dirimu diluaran sana"
Hening seketika, tidak ada jawaban dari radhika. Shakti masih mewanti wanti untuk mendengar jawaban istrinya itu.
"Cepatlah pulang, aku mencintaimu"
Tutt...
Radhika memutuskan sambungan telponnya.
Shakti menghembuskan nafas lega, setidaknya kata kata buayanya berhasil menggoda sang istri.
"Haruskah aku menjadi seorang puitis yang berlebihan? Oh tuhann!" Rengek Shakti
Ia segera memberesi tas kopernya. Lalu mengambil mobilnya dan melajukannya untuk pulang.
*****
Mohon maaf ya baru dilanjut. Terimakasih kpd yg sudah mau membaca cerita ini lg.😊
KAMU SEDANG MEMBACA
My Second Love
RomanceShakti arora,,, pria tampan yang mencintai gadis bernama zaskia,,, walaupun ia akan segera menikahi seorang gadis cantik bernama radhika madan tapi ia sama sekali tidak meninggalkan kekasihnya zaskia,,, melainkan hanya menduakan radhika,,, Tidak ti...
