Bab 41

1.3K 64 1
                                        


Setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang tamu, seperti yang Danisha bilang tadi kalau mereka akan mengadakan rapat untuk pelaksanaan program kerja  Ayu dan Andra, padahal Danisha masih harus menyiapkan materinya untuk besok.

"Udah ngumpul semua kan? Tanya Rion.

"Kayaknya udah, kita hitung aja!" Satu! Kata Danisha mulai menghitung.

"Dua!"  Kata Elisha mengurutkan hitungan Danisha yang padahal tanpa dihitung juga pasti udah tau lah siapa aja yang belum ngumpul, tapi dasar kedua gadis itu yang iseng , ya ngikut ajalah daripada tantrum.

"Tiga"! Alex

"Empat" Rania

"Lima!" Andra

"Enam!" Viya

"Tujuh!" Ayu

"Delapan!" Inggrid

"Sembilan!" Rion  yang malah ikut-ikutan padahal semua anggotanya udah pada ngumpul.

"Sepuluh!" Rayyan

"Sebelas!" Verrel

"..........."

"Al, ayo hitung! Ucap Elisha karena Alvan  hanya diam tidak maunyebutkan urutannya.

"Kan udah ngumpul semua! Ucap Alvan.

"Iya, tapi Lo harus tetap ikut ngitung! Kata Eisha lagi.

"Ribet Lo!"

"Tinggal bilang duabelas aja susah banget sih!" Ucap Danisha sewot memarahi Alvan karena masih saja nggak mau bilang urutannya.

"Nah, itu sudah diwakilin sama Danish! Ucap Alvan  sambil tersenyum melihat kekasihnya  yang tampaknya mulai kesal.

"Diiihhh....nggak jelas Lo! Kata Elisha menggerutu.

" Udah-udah!  Karena udah ngumpul semua, kita lanjut aja! Kata Rion menengahi perdebatan mereka.

"Ay, tema proker kalian apa? Tanya Rion ke Ayu.

"Mengenalkan potensi Ekonomi desa"! Kata Ayu membaca tema proker mereka yang akan diadakan lusa di balai warga.

"Berarti sudah pasti akan banyak warga yang hadir nanti, kita harus menyiapkan minuman dan Snack juga,  untuk pembawa acaranya siapa kira-kira yang mau? Tanya Rion yang menatap satu per satu anggotanya.

"Jangan liatin gue, besok pagi-pagi gue ada kelas! Ucap Danisha karena Rion menatapnya.

"Biar gue aja yang  jadi protokolnya! Kata Rania mengajukan diri.

"Oke, dokumentasi  Verrel dan Lo Al! Ucap Rion yang diangguki keduanya.

"Yang persentasi siapa?  Tanya Rion lagi.

"Gue! Kata Ayu.

"Oke, dan Ing! Kira-kira sisa uang kas kita masih cukup untuk membeli snacknya? Tanya Rion ke Inggrid.

"Bentar gue cek dulu! Kata Inggrid membuka buku catatan kasnya yang sejak tadi dia pegang.

"Butuh berapa emangnya? Tanya Inggrid kemudian.

"Kalau snacknya kue-kue jajanan pasar  yang dimasukin ke kotak seperti kemaren, kayaknya satu juta cukup kok Ing! Jelas Ayu mengingat konsumsi proker Inggrid kemarin.

"Kita aja yang pergi milih ke Toko kuenya sama masukin ke kotaknya nanti biar nggak kayak kemarin kuenya nggak ada macam-macamnya, sejenis semua! Ucap Inggrid.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang