Bab 119 🔞

1.3K 51 3
                                        


Inggrid menghela nafasnya begitu dalam saat baru saja kelopak mata tertidurnya terbuka, diarahkannya tatapannya ke seluruh penjuru sudut kamar hotel yang mereka tempati  dengan penerangan yang  masih minim meskipun sinar matahari sudah mulai mengintip dari balik celah tirai gorden yang masih tertutup rapat.

Tidak lama kemudian senyuman manis muncul di bibir merah Inggrid ketika mengingat statusnya yang sekarang, hatinya begitu bahagia apalagi saat melihat sebuah tangan yang melingkari pinggang rampingnya.

Inggrid yang posisinya tengah membelakangi si pemilik tangan itu perlahan merasakan tubuhnya ditarik untuk lebih dekat dalam pelukan laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu.  Kemudian Inggrid menyusuri wajah tampan  yang tampak masih Damai dan tenang dalam tidurnya setelah ia merubah posisinya tadi agar bisa menikmati pahatan sempurna di wajah Rion suaminya.

"Pagi sayang!" Suara serak yang berasal dari Rion serta kecupan hangat di keningnya mengawali pagi Inggrid hari ini.

"Selamat pagi juga suamiku"!  Balas Inggrid sambil tersenyum manis.

"Aku pikir kamu masih tidur!" Ucap Inggrid lagi.

"Memejamkan mata bukan berarti tidur sayang!"  Balas Rion yang sudah mulai seenaknya mengecup tipis-tipis tengkuk Inggrid sehingga membuatnya sontak merinding merasakan sensasi geli dari hembusan nafas Rion yang begitu dekat menerpa kulitnya.

"Ayo bangun, kita harus sarapan!"  Ucap Inggrid agar Rion menghentikan kegiatannya di lehernya karena keadaan jantungnya kini sudah tidak baik-baik lagi.


"Aku belum lapar!" Sahut Rion asal tanpa melepas bibirnya yang masih betah mengecupi kulit leher seputih susu milik Inggrid. Hembusan nafas Rion semakin membuat Inggrid bergidik membangunkan bulu-bulu halus di tubuhnya.

Kemudian kecupan itu berpindah ke area bibir merah Inggrid, menyesap lembut bibir merah tanpa lipstik itu, dapat ia dengar nafas Rion yang semakin cepat, lalu Inggrid memejamkan kedua matanya saat kecupan Rion kembali ke bagian lehernya, mencumbunya setiap inci demi inci bahkan sampai meninggalkan bekas kemerahan di sana sebagai tanda kepemilikan.

Aroma tubuh Inggrid yang memabukkan semakin membuat Rion bergairah, tidak ada alasan bagi Rion untuk tidak  menyentuh gadis yang sudah sah  menjadi Istrinya itu. Inggrid adalah miliknya.

Inggrid tersentak saat bagian ujung dadanya di sesap oleh Rion dan entah sejak kapan semua kancing piyamanya sudah terbuka sepenuhnya.

Rion menyesap bergantian ujung dada miliknya membuat Inggrid kembali merasakan sensasi yang baru pertama kali ia rasakan. Lalu setelahnya kecupan Rion semakin turun ke bawah dan dengan perlahan kedua tangan Rion menurunkan bawahan piyama yang satu-satunya tersisa di tubuhnya, kini tubuh Inggrid benar-benar polos tanpa tersisa sehelai benang pun.

Rion menatap penuh puja pada keindahan di depannya, kulit putih mulus milik istrinya semakin membangkitkan gairahnya, dan selanjutnya yang menjadi sasarannya adalah milik Inggrid yang tampak putih di tumbuhi bulu-bulu halus sangat menggemaskan. Tanpa mengulur waktu lagi kini lidah Rion menari-nari  di bilah bagian selangkangan  istrinya lalu menyesap daging kenyal sebesar biji kacang itu sehingga membuat Tubuh Inggrid menggelinjang  hebat  karena merasakan Lidah Rion mengobrak-abrik area kewanitaannya tanpa rasa jijik sedikitpun.

"Maafkan aku, ini akan terasa sakit sayang!" Ucap Rion bersamaan dengan dorongan pelan-pelan miliknya yang sudah menegang sempurna  mulai  memasuki  milik Inggrid.  Inggrid menggigit bibirnya dan air matanya juga sudah mengalir saat rasa sakit dan perih ia rasakan serta Rahangnya sampai mengeras untuk menahan agar ia jangan sampai berteriak.

Sungguh rasanya Inggrid ingin sekali berteriak  meminta Rion untuk berhenti dan segera melepas miliknya yang tertanam di tubuhnya meski belum masuk sepenuhnya tapi rasa sakitnya sudah sangat luar biasa.

"Maafkan aku sayang!" Kata Rion lagi sambil melumat lembut bibir merah Inggrid saat hentakan tiba-tiba menerobos milik istrinya dan menenggelamkan miliknya sempurna di dalam milik Inggrid, hingga membuat Inggrid terpekik dan menancapkan kuku-kuku tajamnya di bahu Rion.

Air matanya mengalir deras berbarengan dengan darah yang menjadi saksi bahwa dirinya sudah tidak perawan lagi mulai hari ini.

Rasa sakit dan perih itu berangsur-angsur hilang dan digantikan oleh rasa yang nikmat saat Rion kembali melumat lembut bibirnya sehingga membuat Inggrid  rileks dan  mulai mengimbangi permainan Rion. Laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu sangat pandai memanjakan tubuhnya sampai-sampai Inggrid terbuai dan saling berlomba mengejar pelepasan mereka.

Lenguhan yang saling bersahutan masih terdengar di kamar hotel itu, mereka akhirnya melakukan hal yang memang sudah sepantasnya  untuk mereka lakukan bahkan saat matahari sudah mulai naik setelah tadi malam terlewatkan karena keduanya ketiduran karena kecapean menyalami para tamu-tamu undangan yang kata Rion banyaknya separuh Bumi.






Segitu aja ya bagian MP nya Rion dan Inggrid😁😁😁 kalau menjabarkan lewat teori aku kurang tau lain hal kalau langsung praktek😁😁😁😁😁😁...

Aku juga nggak buat yang terlalu vulgar karena agak malu gitu buat nulisnya....
Maaf ya kalau masih kurang pas.......
🤣🤣🤣🤣

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang