Bab 181

379 39 2
                                        

Menjelang subuh barulah mereka sampai di rumah Alvan,  Alex langsung menggendong Rania yang masih tertidur untuk masuk ke dalam mobilnya yang semula ia tinggal di rumahnya Alvan, begitu juga dengan yang lainnya.

"Sekali lagi gue makasih banget ya buat kalian udah bersedia direpotin sama kemauan Bini gue!" Ucap Alvan sekali lagi sebelum para sahabat-sahabatnya itu pulang ke rumah mereka masing-masing.

"Santai aja Al, kayak sama siapa aja!" Sahut Rion yang sudah mulai menyalakan mesin mobilnya kembali.

" Tau nih, makasih Mulu Lo!" Celetuk Alex yang ditanggapi kekehan dari Rayyan.

"Al, kita cabut ya! Lumayan masih bisa tidur bentar lagi!" Pamit Andra.

"Hati-hati kalian!" Ucap Alvan.

Kemudian satu per satu mobil sahabatnya itu meninggalkan area pekarangan Rumah utama keluarga Oswald.

Alvan tersenyum melihat Danisha yang masih tertidur di dalam mobil  dengan pulasnya  tanpa terganggu sedikitpun.

Pelan-pelan Ia mulai menggendong tubuh mungil istrinya itu untuk segera ia bawa ke dalam kamar mereka.

"Al, baru sampai!" Briyanna langsung mendekati Alvan.

"Iya ma, Al ke kamar dulu ya!"

"Iya nak, hati-hati!"

Alvan merebahkan Tubuh Danisha dengan sangat hati-hati ke ranjang mereka, ditatapnya paras cantik istrinya itu, Cantik! Bahkan sangat Cantik! Bagi Alvan, istrinya itu adalah wanita tercantik di dunia ini.

Kemudian Tatapan Alvan beralih pada perut Danisha yang masih rata, pelan ia menyentuhnya sambil bergumam..

"Nak... Sehat-sehat di sana ya! Jangan nakal kasihan Mommy...!  Lirihnya lalu setelahnya ia ikut merebahkan Tubuhnya di samping Danisha. Membayangkan akan sebahagia apa keluarganya ketika anaknya lahir nanti, sampai-sampai ia tersenyum sendiri membayangkannya. Tidak lama kemudian dengkuran halus dari Alvan terdengar pertanda ia juga sudah terlelap akibat lelah yang dirasakan tubuhnya untuk memenuhi permintaan istri cantiknya itu.


Sementara Di rumahnya Alex  masih terjaga sambil rebahan di samping Rania istrinya. Matanya tak lagi mengantuk, ia malah menyalakan laptopnya untuk melihat beberapa email yang masuk dari cabang perusahaannya.

Sesekali matanya tertuju pada tubuh istrinya ketika bergerak hanya untuk bertukar posisi mencari posisi mana yang membuat tidurnya semakin nyaman.

Tanpa ia sadari, Rania malah bangun dan mendapati Alex tengah fokus pada laptopnya.

"Sayang... Kenapa nggak tidur?" Ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.

"Belum ngantuk sayang,,, kenapa bangun hmm?" Tanya Alex seraya menatap istrinya itu.

"Tidur... Masih ada waktu lho!" Kata Rania lagi.

"Udah nggak ngantuk sayang mungkin karena minum kopi tadi!"

"Terus lagi ngapain itu?"

"Cek email doang sayang!... Kata Alex lalu setelahnya menutup laptopnya setelah kelar dengan urusannya. Kemudian merebahkan lagi Tubuhnya di samping Rania.

"Sayang!" Ucapnya pelan memanggil Rania berbisik ditelinga wanitanya itu.

"Hmmm...!

"Liat sini!" Kata Alex lagi karena Rania malah membenamkan wajahnya ke bantal.

"Aphh.....! Alex langsung membungkam mulut Rania dengan ciumannya setelah istrinya itu menatapnya.

Rania yang awalnya Masih kaku dengan serangan mendadak dari suaminya itu kini mulai tenang menikmatinya, sesekali ia juga ikut membalasnya.

"Hmmmhh...!!!... Rania bergerak gelisah ketika Alex menyesap perpotongan lehernya dengan lembut sehingga desahannya lolos begitu saja dari mulutnya.

"Sayang...mau baby kan?"" Tanya Alex berbisik dengan lembut di telinga Rania disela-sela kegiatannya.

"Tanpa perlu menunggu jawaban dari sang istri, Alex bahkan sudah mengukung tubuh Rania, tangannya bergerak bebas kemana saja untuk memanjakan tubuh istrinya itu. Jangan tanya bagaimana keadaan Rania yang sudah pasrah apa saja yang akan dilakukan suaminya itu terhadap tubuhnya.

"Sssshhhh... ... Desis Rania ketika Sesuatu yang basah menari-nari di permukaan area miliknya sampai-sampai kepalanya bergerak gelisah ke kiri dan ke kanan. Tak cukup sampai di situ, malam ini Alex benar-benar terbakar nafsunya menyentuh Rania, tangannya yang lihai menyentuh setiap inci tubuhnya tanpa meninggalkan barang seinci pun,

Rania masih deg-degan kalau Alex mulai memasukkan miliknya, padahal kemarin mereka sudah melakukannya sekali tapi ia masih takut kalau sampai rasanya masih sesakit seperti kemarin.

"Rileks ya sayang, aku masuknya pelan kok!" Ucap Alex lembut karena merasakan tubuh istrinya itu yang sedikit tegang.

"Sakitnya udah nggak kayak kemarin lagi kok!" Kata Alex lagi setengah membujuk, dan benar saja kalau Rania memang tidak merasakan sesakit kemarin lagi malah ia menikmatinya sehingga membuat Alex tersenyum dan langsung bergerak perlahan-lahan untuk mengejar kenikmatan.

Tak cukup hanya sekali, Alex malah meminta lagi pada istrinya itu, Rania bisa apa selain pasrah toh ia juga sangat berharap kalau Cebong Alex segera hadir di dalam rahimnya.

Menjelang pukul enam pagi barulah kegiatan mereka selesai, Alex bahkan langsung tertidur di sampingnya. Sementara Rania hanya rebahan saja sambil menatap wajah damai suaminya.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang