Danisha masih betah menekuk wajahnya dan mengunci mulutnya mengabaikan laki-laki di sampingnya yang menjadi penyebab kekesalannya. Bagaimana tidak, laki-laki itu malah dengan sengaja meninggalkan bekas jejak kenakalannya di leher putih Danisha yang berwarna kemerahan. Dan dengan santainya dia masih tertawa senang, bagaimana nggak makin kesal Danisha nya.
"Kan cuma satu lho sayang!"...
"Cuma? Kamu masih bilang ini cuma? Al, gue malu kamu ngerti nggak sih???" Danisha semakin kesal bahkan tangannya menggeplak kaki pacarnya itu.
"Ngapain mesti malu?" Biarin ajalah biar semua orang tau kalau kamu pacarku!" Sahut Alvan santai sehingga membuat Danisha rasanya ingin mencakar wajah tampan kekasihnya itu.
"Al, ini jelas banget lho!" Rengek Danisha.
"Ya udah sini aku buat yang nggak jelas!"
"ALVAN!!!!""".....
"Iya sayang Pacar kamu di sini nggak usah teriak-teriak!"
Sumpah rasanya Danisha ingin sekali mencakar wajah Alvan tapi sayang nanti gantengnya kurang, tapi nyeselin banget mana tengil gitu mukanya.
"Ya udah nanti kita pikirkan gimana cara nutupinnya, sekarang kita makan dulu!" Ucap Alvan sambil beranjak membuka pintu karena setengah jam yang lalu dia memesan makanan untuk mereka.
"Iya, tapi beneran ya!" Kata Danisha ikut beranjak.
"Iya sayang, udah nggak usah cemberut gitu, maafin aku ya!" Ucap Alvan lembut seraya mengusap rambut panjang kekasihnya itu. Pun Danisha hanya mengangguk mengiyakan.
"Sayang, lusa mungkin aku dan kedua orangtuaku ke rumah kamu!" Ucap Alvan disela-sela makan malam mereka.
"Ngapain?" Tanya Danisha bingung bahkan sampai menghentikan kunyahannya.
"Kok ngapain? Ya buat ngelamar kamu lah!" Jawab Alvan yang langsung membuat Danisha diam.
"Kenapa? Kamu berubah pikiran?"
Tanya Alvan was-was fokusnya tertuju pada gadis di depannya itu.
"Aku nggak ada niat buat berubah pikiran, aku cuma terkejut aja tadi!" Kata Danisha yang langsung membuat Alvan lega.
"Nanti kamu kabarin ke Rayyan ya sayang Atau kita sama-sama ke rumahnya aja biar lebih bagus!."
"Kok Rayyan?" Danisha bingung.
"Sayang, bagaiman pun juga Om Reinard adalah ayah kandung kamu, begitu juga dengan Rayyan kakak kandung kamu, aku juga harus minta ijin ke mereka!" Ucap Alvan yang langsung membuat tatapan Danisha sendu.
"Kenapa, hemm?" Tanya Alvan seraya meraih jemari gadisnya itu untuk ia genggam.
"Sayang...! Panggil Alvan lagi karena Danisha masih diam menundukkan kepalanya.
"Aku aja yang kesananya, kamu nggak usah ikut!" Lirih Danisha pelan sehingga menciptakan kerutan halus di permukaan dahi Alvan pertanda ia tidak setuju dengan kalimat kekasihnya itu.
"Kasih aku alasan kenapa nggak boleh ikut!" Ucap Alvan tegas.
"A-aku...A-aku....
"Sayang, kamu tau kan kalau aku cinta sama kamu, aku nggak mungkin membiarkan kamu menjelaskan hal seperti ini ke keluarga kamu!" Kata Alvan lagi.
"Aku tau, hanya saja aku belum ada bicara sama om Reinard, komunikasi kami masih buruk, biarkan aku memperbaikinya dulu.....!" Lirih Danisha berharap Alvan bisa mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
