Malam ini adalah malam terakhir mereka menginap di posko desa Karya Indah. Acara perpisahan mereka dengan Warga juga berjalan dengan lancar bahkan mereka disuguhi dengan berbagai macam makanan khas di desa itu.
Rion sengaja mengajak teman-temannya untuk berkumpul di ruang tamu, mereka semua duduk melingkar dan meletakkan ponsel masing-masing di depan agar tidak seorang pun yang sibuk dengan ponselnya nanti.
"Ada apa sih Rion ngumpulin kita kayak gini?" Tanya Inggrid sedikit menggerutu.
"Nggak tau, kita liat aja!" Sahut Rania yang mendengar gerutuan Inggrid.
"Udah kumpul semua kan?" Tanya Rion menatap satu persatu Teman-temannya.
Tanpa Aba-aba tiba-tiba Elisha langsung mulai menghitung seperti biasa yang sering dia lakukan kalau mereka lagi mau bahas sesuatu.
"Satu!"
"Dua!" Lanjut Danisha.
"Tiga!" Viya
"Empat"! Rania.
"Lima!" Alex.
"Enam"! Andra.
"Tujuh!" Ayu.
"Delapan!" Inggrid.
"..........."
"Ayo buruan Al!" Kesal Elisha karena Alvan tetap saja diam kalau mereka lagi hitungan begini.
"Udah, lanjut aja!" Sahut Alvan.
"Sepuluh!" Rayyan.
"Sebelas!" Rion
"Duabelas!" Verrel.
"Emang mau bahas apalagi sih Rion?" Tanya Viya tidak sabaran.
"Kita berangkat besok setelah makan siang, jadi masih ada waktu buat packing, gue sengaja ngajak ngumpul seperti ini karena gue mau diantara kita tidak ada yang mengganjal di hati kita masing-masing!, baik itu rasa kesal, permintaan maaf atau bahkan pengakuan bagi yang mau mengakui sesuatu!" Jelas Rion.
"Gue selaku ketua, bermaksud untuk meminta maaf kepada kalian semua apabila selama sebulan lebih sepuluh hari kita bersama di sini ada kata-kata ataupun tingkah laku gue dengan sengaja ataupun tidak sengaja sudah melukai atau menyinggung kalian, sekali lagi gue minta maaf ya!" Ucap Rion tulis masih menatap satu persatu teman-temannya.
"Lo nggak ada salah apa-apa ke kita bro, Lo udah jadi ketua yang baik dan bertanggung jawab selama kita di sini!" Malah kita-kita yang sering membangkang! Maafin kita ya Rion!" Kata Verrel tersenyum sambil merangkul Rion di sampingnya.
"Dan terimakasih juga gue ucapin ke kalian semua udah mau bekerja sama dengan baik, walaupun ada ribut-ribut kecil tapi kita berhasil mengatasinya dengan baik, makasih ya gays!" Lanjut Rion lagi yang langsung diangguki teman-temannya.
"Siapa kira-kira selanjutnya?" Kata Andra menatap satu persatu temannya.
"Ehmm...., gays...! Elisha berdehem sebentar menyita perhatian teman-temannya dan tatapan mereka langsung tertuju pada gadis itu.
"Selama kita di posko ini, gue yang paling banyak tingkah, suka iseng, jail dan bersikap seenaknya terutama ke Inggrid dan Ayu! Kalian berdua yang selalu jadi objek keisengan gue, gue minta maaf ya!" Ucap Elisha menata lurus ke Ayu dan Inggrid bergantian.
"Gue ngelakuin itu supaya posko kita ini nggak sepi-sepi amat, tapi kalau diantara kalian ada yang tersinggung gue mohon maafin gue ya!" Lanjut Elisha lagi sambil menyatukan kedua tangannya di dada pertanda permohonan maafnya.
"Iya Sha, tenang aja kita fine-fine aja kok, malah terkadang kita terhibur, iya sih kadang kita ada kesalnya juga, tapi kita udah maafin kok, iya kan Ay"? Kata Inggrid menyikut lengan Ayu di sampingnya.
"Iya Sha, Lo tenang aja kita nggak marah kok!" Sahut Ayu.
"Makasih ya Ay, Ing!"
"Sama-sama Sha!" Jawab keduanya serentak.
"Siapa lagi yang mau bicara? Gue sengaja ngajak ngumpul kayak gini lho!" Besok-besok setelah kita keluar dari Sini kita udah sibuk dengan tugas-tugas kampus!" Kata Rion.
"Gue!" Lirih Danisha pelan menegakkan badannya membuat yang lain langsung fokus menatapnya.
"Kayaknya diantara kita semua, dosanya yang paling banyak itu gue!"
"Baru sadar Lo!" Potong Rayyan sehingga membuat Danisha cemberut.
"Ray diam dulu! Lanjut sayang!" Kata Alvan.
" Ing, gue sering becandain Lo, ngisengin Lo sama pak Nino sampai-sampai Lo kesal ke gue! Ayu juga sering jadi bahan keisengan gue, Gue yang ngebentak Elisha, gue yang pernah ngumpati Lo Rion karena marah-marah ke kita padahal jelas-jelas kita yang salah, Gue sering malakin makanan Lo Andra, dan Gue juga pernah ngejekin Alvan karena diam Mulu kalau diajak ngobrol!" Maafin gue ya!" Ucap Danisha menjabarkan kesalahannya dihadapan teman-temannya.
"Kamu ngejekin aku apa Sayang?" Tanya Alvan sehingga membuat Danisha malu dan takut untuk menjawabnya.
"Aku...aku dulu pernah bilang kamu kaku, muka datar......
"Lo juga bilang lempengan beton Danish!" Tambah Elisha
"Bilang kayak kanebo kering juga!" Ucap Ayu menambahkan sehingga membuat Danisha takut untuk melihat Alvan, sedangkan teman-temannya udah pada ketawa.
"Waahhh...tega banget kamu Sayang!" Ucap Alvan,
"Iya tapi kan itu dulu, siapa suruh diam Mulu! Nggak ada ekspresi, kan gue takut!" Ucap Danisha membela diri.
"Sekarang masih takut nggak?" Tanya Alvan sedikit menggoda pacarnya itu.
"Udah nggak, udah cinta malah!" Jawab Danisha enteng membuat Alvan tersenyum senang padahal teman-temannya yang lain udah mual melihat drama kebucinan mereka.
"Please deh, kita disini bukan mau liat kemesraan Lo berdua ya, hargai yang jomblo!" Kesal Viya seraya mempoutkan bibirnya.
"Jadi gue dimaafin nggak nih?" Tanya Danisha menatap Ayu, Inggrid, Elisha, Andra dan Alvan bergantian kemudian beralih melihat Rion.
"Iya Danish kita maafin Lo kok!" Ucap Inggrid.
"Iya gue juga maafin kok!" Lanjut Elisha.
"Lagian kalau diantara kita nggak ada yang bersikap kayak Lo dan Elisha kayaknya posko kita hambar aja rasanya, nggak ada seru-serunya!" Ucap Rion menimpali dan diacungi jempol oleh Andra pertanda ia setuju dengan ucapan Rion.
"Berarti gue sama Danisha biang keributan dong!" Kata Elisha memastikan dengan muka cemberutnya.
"Kamu baru sadar dek?" Kata Verrel malah membuat Elisha semakin cemberut.
"Nggak salah gue bilang Lo berdua partner kejahatan!" Ucap Alex terkekeh.
"Al, Lo maafin Danisha nggak? Kok diam Mulu!" Ucap Rayyan menatap Alvan.
"Belum, nanti gue maafinnya!" Sahut Alvan senyum smirk ke Danisha.
Sehingga membuat gadis itu sedikit bergidik ngeri melihat pacarnya itu.
Dia memang salah dulu pernah mengatai pacarnya itu tapi kan itu dulu, dia juga nggak tau kalau Alvan bakalan jadi pacarnya, mana Alvan ngeliatin dia Mulu kan dia jadi was-was.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
