Setelah sesi interogasi dadakan itu selesai, dan makan yang diselingi candaan, menjelang malam mereka baru bubar, Danisha kembali diam mengunci mulutnya saat mereka dalam perjalanan pulang. Alvan yang menyadari perubahan kekasihnya itu sengaja berhenti di sebuah kedai es krim.
" Kenapa berhenti?" Tanya Danisha.
"Mood kamu kayaknya lagi nggak baik, Mau es krim?" Tanya Alvan dan langsung diiyakan oleh Danisha.
Danisha menikmati es krim yang barusan saja di beli Alvan, mereka masih di dalam mobil tapi tetap berhenti di depan kedai itu. Lagi dan Lagi Danisha melamun, Alvan sangat yakin kalau ada sesuatu dengan pacarnya itu
"Mau cerita?" Tanya Alvan lembut seraya mengelus pipi Danisha dengan jari telunjuknya tapi Danisha tetap diam menekuk wajahnya. Ada sekitar setengah jam Alvan menunggu, barulah Danisha mulai buka suara.
"Tadi waktu aku ke Rumah sakit, mama sebenarnya lagi nggak sibuk, tapi.....!"
Danisha menjeda ucapannya, ada sedikit keraguan di hatinya tapi dia juga butuh teman untuk bercerita.
"Tapi?..." Ulang Alvan masih menunggu kelanjutan kalimat Danisha.
"Aku ngeliat mama sedang berdebat dengan seseorang, kayak lagi berantem gitu, aku nggak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan dan kamu tau nggak siapa orang itu?"
"Siapa?" Tanya Alvan.
"Om Reinard papanya Rayyan!" Jawab Danisha sontak membuat Alvan mengernyitkan daninya.
"Awalnya aku pikir mungkin perdebatan mereka hanya sekedar antara pasien dan dokternya tapi beberapa kali om Reinard menggenggam jemari mama, aku jadi bingung ada hubungan apa maam sama Om Reinard!" Lanjut Danisha.
"Apa aku cari tau aja dulu ya?" Kata Danisha lagi.
"Ya memang lebih baik begitu, atau kamu langsung aja tanya ke Tante Sandara!" Ucap Alvan tapi Danisha malah diam, rasanya nggak mungkin bagi Danisha kalau bertanya ke Sandara. Karena sudah pasti dia tidak akan mendapatkan jawaban apa-apa. Lebih baik dia mencari tau sendiri saja karena menurutnya interaksi Sandara dengan Reinard bukan lagi hal yang yang wajar kecuali kalau mereka punya hubungan atau pernah berhubungan di masa lalu.
Jika Danisha baru akan mencari tau, lain halnya dengan Rayyan yang justru saat ini tanpa sengaja melihat Reinard dan Sandara duduk di salah satu meja di sebuah kafe yang tak jauh dari rumah Ayu. Setelah mengantar Ayu ke rumahnya tadi, Rayyan singgah ke kafe untuk sekedar membeli cemilan tapi kehadiran Reinard dan Sandara justru lebih menarik perhatiannya.
Kedua orang yang sangat dikenalnya itu tengah membicarakan sesuatu hal yang sangat serius, Rayyan sama sekali tidak mau melewatkan kesempatan itu, dengan rasa penasarannya ia diam-diam mendekati tempat yang di duduki Reinard dan Sandara dan duduk persis di belakang mereka sehingga dia bisa mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan Reinard dan Sandara.
"Aku harap Rayyan dan Danisha jangan sampai tau mas, cukup Danisha mengenalmu sebagai Ayahnya Rayyan saja!" Ucap Sandara samar-samar di telinga Rayya. Sebisa mungkin Rayyan berusaha menahan gerak-geriknya agar Reinard maupun Sandara tidak melihatnya.
"Kamu egois Dara!" Bantah Reinard.
"Untuk kali ini mas, biarkan aku egois! Dulu aku membiarkan mas dan mbak Renatta yang egois, aku mengalah karena memang posisiku yang salah meskipun kamu yang sudah berbohong mas, aku mengalah karena aku nggak mau kalau sampai Rayyan yang waktu itu masih kecil harus kehilangan kasih sayang ayahnya, dan lebih memilih Danisha yang tidak merasakan itu darimu mas! Jadi, sekarang aku minta jangan beritahu Danisha.....!" Kalimat Sandara terpotong oleh kedatangan Renatta.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
