Bab 110

708 42 5
                                        


Elisha dibuat geram oleh tingkah laku kekasihnya yang sejak kemarin nggak ada kabar sama sekali, bahkan ponsel laki-laki itu tidak bisa dihubungi. Kalau semalam Elisha masih bisa memakluminya karena mungkin Verrel sangat sibuk di kantor, tapi sepertinya untuk hari ini dia sudah tidak bisa memakluminya lagi. Pesan yang dia kirim juga tak satupun yang terbalas, jangankan untuk dibalas, dibaca saja tidak.

Setelah pulang kuliah tadi Elisha langsung mendatangi Apartemen kekasihnya itu, beribu kalimat yang akan ia ucapkan untuk memarahi kekasihnya itu sudah ia persiapkan di kepalanya. Dan lagi-lagi Emosinya kian bertambah saat Apartemen sang kekasih sepertinya tidak ada penghuninya, Terbukti saat beberapa kali bel sudah ia tekan tapi tak kunjung ada yang membuka pintunya, karena Amarah sudah menguasainya Elisha nekat memasukkan pin Apartemen itu yang memang sebelumnya sudah dikasih tau Verrel kepadanya.

Apartemen sang kekasih itu memang tidak ada siapa-siapa di dalamnya. Dan sepertinya Verrel juga tidak menginap di sana. Lalu dengan suasana hati yang semakin dongkol Elisha keluar dari Apartemen itu setelah menguncinya kembali. Tujuan terakhirnya hanya tersisa mendatangi Verrel ke Perusahaan keluarganya. Elisha sudah bodo amat kalau-kalau bakalan bertemu dengan keluarga Verrel, yang penting baginya ia bisa memarahi kekasihnya itu sampai puas.

Elisha melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, bahkan tadi sempat menerobos lampu merah, beruntung  tidak ada polisi yang berjaga di sana.

Tidak butuh waktu lama, Elisha sudah sampai di parkiran Perusahaan milik keluarga Verrel, tanpa ragu dia langsung masuk ke dalam.

"Permisi mbak ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah satu resepsionis yang kebetulan tidak jauh dari tempat Elisha berdiri sekarang.

"Saya mau bertemu dengan Verrel Paranadipa!" Sahut Elisha.

"Maaf mbak, apa sebelumnya sudah ada janji dengan Tuan Verrel?" Tanya Resepsionis itu lagi membuat Elisha menghela nafas kesal.

" Bilang saja Calon istrinya mau bertemu!" Kata Elisha yang langsung membuat resepsionis itu menatapnya bingung tapi tetap melakukan panggilan lewat telepon.

"Mohon di tunggu sebentar ya mbak, Tuan Verrel sedang meting!" Kata Resepsionis itu lagi lalu Elisha memilih untuk duduk di salah satu sofa menunggu Verrel kelar dengan urusannya.



Sementara di dalam salah satu ruangan  yang cukup Mewah, Verrel tengah berada di tengah-tengah kedua orangtuanya dan beberapa utusan dari para pemegang saham. Karena memang saat ini mereka tengah melakukan rapat penting.

Baru saja rasanya Verrel menyandarkan tubuhnya karena rasa penat begitu menggerogotinya sejak kemarin, karena pekerjaannya yang sangat sibuk. Tiba-tiba Sebuah ketukan menyita perhatian mereka, manampakkan seorang wanita yang merupakan sekretaris Tuan Cavan Ayahnya memasuki ruangan.

"Maaf Tuan, di Loby ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda!" Ucap Wanita itu kepada Verrel.

"Siapa?" Tanya Nyonya Grasella ibunya Verrel.

"Maaf nyonya saya tidak tau pasti tapi dari pihak resepsionis mengatakan kalau orang itu adalah calon istri dari Tuan Verrel!" Tubuh Verrel langsung tersentak kaget setelah sekretaris itu mengatakan Calon istrinya yang sudah pasti Elisha, kekasih yang sejak kemarin tidak dia hubungi dan sudah dipastikan gadis itu bakalan mengamuk nantinya. Mana ada kedua orangtuanya lagi.

"Calon Istri?" Berani sekali gadis itu!" Ucap Grasella menatap tajam putranya. Pasalnya dia belum pernah mendengar kalau putranya itu memiliki kekasih tapi tiba-tiba seseorang mengaku-ngaku calon istrinya.

"Ma.....!" Lirih Verrel sambil menggaruk kepalanya.

"Suruh masuk!" Aku mau lihat seperti apa gadis yang mengaku calon istri anakku!" Kata Grasella langsung tanpa menghiraukan tatapan memelas Verrel.

"Baik nyonya!" Ucap Sekretaris itu dan langsung keluar dari ruangan. Sedangkan Verrel sudah sangat was-was dan sedikit menyesal karena selama ini tidak pernah menceritakan tentang hubungannya dengan Elisha kepada orangtuanya padahal jelas-jelas dia sudah berani mengajak Elisha untuk bertunangan.

"Kau berhutang penjelasan Son!" Ujar Tuan Cavan sambil melirik ke arah putranya itu. Beruntung para tamu tadi sudah pulang sehingga di ruangan itu hanya ada Verrel bersama kedua orangtuanya.

Elisha menghentikan kegiatan bermain ponselnya ketika resepsionis tadi menginterupsi kalau dia diminta langsung ke ruangannya.

Dengan diantar salah satu pegawai Elisha sudah sampai di depan ruangan Tempat Verrel dan kedua orangtuanya berada.

"Silahkan mbak!" Ucap Pegawai itu lalu setelahnya meninggalkan Elisha sendirian yang langsung mengetuk pintu dengan sopan, semarah-marahnya dia, Ia masih ingat sopan santun.

Begitu Elisha masuk ke ruangan itu, dirinya langsung bertatapan dengan ibunya Verrel yang sebelumnya ia sudah pernah melihat Foto wanita itu lewat ponsel sang kekasih.

"Ooohh...jadi ini gadis yang mengaku calon Istri anakku!" Ucap Grasella setelah mematai penampilan Elisha dari ujung kaki ke ujung kepala.

"Iya ibu mertua, Saya Elisha Kekasih putra anda yang sejak dua hari yang lalu sama sekali tidak ada kabar!" Ucap Elisha tanpa ada rasa takut sedikitpun bahkan ia berani membalas tatapan dari Grasella.
Jangan ditanya Verrel sedang apa, bahkan laki-laki itu sudah dibuat melongo melihat tingkah laku kekasihnya itu.

"OOO..jadi hanya karena itu, kamu sampai berani menyusulnya ke sini?" Tanya Grasella lagi.

"Benar ibu mertua, Saya datang ke sini mau memarahi putra anda yang sudah lancang hilang tanpa kabar sejak dari kemarin, padahal putra anda sudah berani mengajak saya bertunangan tapi malah dengan seenaknya hilang tanpa kabar!" Jawab Elisha sambil melirik ke Verrel sebentar lalu mendengus membuat sang kekasih gemas sekaligus cemas.

Grasella dibuat mati kutu dengan keberanian gadis di depannya itu, ditatapnya putranya yang hanya senyum-senyum, kemudian ia juga menatap sang suami yang hanya mengedikkan bahunya pertanda ia tidak mau ikut campur urusan putranya.

Sungguh ia tidak menyangka sama sekali kalau sang putra sudah memiliki kekasih, sudah berani mengajak bertunangan pula sementara mereka selaku orangtuanya tidak tau apa-apa. Mungkin Nanti ia akan menanyakan hal ini kepada Ayu keponakannya barangkali dia tau.

"Maaf ibu mertua, saya yang memarahi putra anda atau ibu mertua sendiri yang akan memarahinya?" Tanya Elisha setelah beberapa saat diam.

"Kenapa harus saya yang memarahi ya? Itu urusan kalian!" Sahut Grasella.

"Kalau begitu ijinkan saya menyeret putra anda keluar ibu mertua!"

"Silahkan!" Kata Grasella yang langsung membuat Elisha mencekal lengan kekasihnya itu dan memaksanya keluar dari ruangan itu.

"Permisi ibu mertua, bapak mertua saya pinjam putranya dulu!" Ucap Elisha seraya memperlihatkan senyum manisnya.

Setelah mendapat ijin, Elisha benar-benar menyeret Verrel ke luar dan laki-laki yang bergelar sebagai kekasihnya itu hanya pasrah mengikutinya.

Sementara di dalam ruangan kedua paruh baya itu kompak menghela nafasnya.

"Aku nggak menyangka Putraku akan menikahi gadis yang kelakuannya sama persis seperti ibunya !" Ucap Tuan Cavan seraya melirik istrinya.

"Tidak masalah karena gadis itu Cantik!" Sahut Grasella.

Dan Tuan Cavan hanya tersenyum menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa putranya Verrel tertarik pada gadis yang barbarnya persis seperti Grasella ibunya. Sudah bisa dipastikan nasib putranya itu akan sama dengan nasibnya. Like father like Son...

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang