Bab 113

686 45 1
                                        

Di dalam ruangan yang bernuansa abu-abu itu, Alvan sedikit meradang, gelisah dan geram bercampur menjadi satu setelah pesan yang baru saja dia kirim tak kunjung di respon oleh sang kekasih. Sesekali Alvan meraup wajahnya dengan kedua tangannya, sejak tadi semua pekerjaannya dia abaikan hanya karena pikirannya yang sama sekali tidak bisa teralihkan dari sosok Danisha sang kekasih.

Tidak tau saja dia kalau saat ini gadis pujaannya itu tengah diculik oleh sang mama dari kampusnya,  ya tadi Briyanna sengaja mendatangi kampus Danisha dan menjemput gadis  yang sebentar lagi akan menjadi menantunya itu. Beruntung Danisha hanya memiliki satu mata kuliah saja sehingga Briyanna tidak terlalu lama menunggu.

Danisha mengekori Briyanna keliling mall yang katanya tadi mau belanja keperluan dapur karena rencananya Briyanna akan mengajak Danisha untuk makan malam di rumahnya, dan rencananya itu sengaja tidak diberitahu kepada Alvan.

Setelah puas berkeliling mall dan mereka juga sudah singgah untuk sekedar mengisi perut maka setelahnya Briyanna langsung memboyong Danisha ke rumahnya.

"Sebentar ya sayang, Mama Ambilin kamu baju ganti dulu!" Kata Briyanna setelah mereka meletakkan Barang belanjaannya dan langsung diambil alih oleh para maid yang bekerja di rumah itu.

"Iya Tante!" Sahut Danisha yang langsung menghentikan Langkah Briyanna dan menatap gadis calon menantunya itu.

"Mama!" Bukankah dulu mama sudah pernah bilang kalau kamu harus panggil Mama!"  Kata Briyanna membuat Danisha tersenyum, memang dulu waktu Alvan mengajaknya Vidio call saat mereka masih KKN dulu, Briyanna sudah meminta Danisha untuk memanggilnya dengan sebutan Mama.

"Iya ma!" Sahut Danisha lagi-lagi hanya bisa tersenyum dan mendudukkan dirinya di sofa sembari menunggu calon mertuanya itu.

"Harusnya tadi kita belanja baju untuk kamu sayang, maaf ya mama lupa!" Ucap Briyanna seraya memberikan kaos berwarna hitam ke Danisha.

"Nggak apa-apa kan kalau pakai bajunya Alvan dulu?" Kata Briyanna membuat pipi  Danisha langsung memerah malu padahal hanya memakai baju Alvan saja.

"Iya ma, nggak apa-apa kok!" Sahut Danisha dan mulai mengganti bajunya di kamarandi padahal Briyanna sudah menyuruhnya untuk berganti di kamar Alvan ataupun di kamar tamu tapi Danisha lebih memilih di kamar mandi.

Aroma tubuh Alvan langsung menguat ketika baju milik laki-laki itu menyatu di tubuhnya, tampak kebesaran tapi masih nyaman untuk dipakai, entah karena wangi dari baju itu atau karena memang pemilik aroma itu adalah kekasihnya.

Tidak berapa lama keduanya sudah larut dalam kegiatan memasak mereka di dapur di temani oleh beberapa maid di sana, bahkan Danisha melupakan kalau tadi dia sempat mengabaikan sang kekasih. Hal inilah yang sering di rindukan oleh Danisha, melakukan kegiatan bersama Sandara walaupun hanya sekedar berbelanja bareng ataupun memasak bareng, tapi hal itu tak pernah sekalipun mereka lakukan, mengingat Sandara sangat sibuk di rumah sakit. Sekarang keinginan sederhananya itu terwujud bersama dengan Briyanna ibu dari kekasihnya. Terimakasih mama Briyanna!  Monolog Danisha dalam hati.


Menjelang sore, Alvan selesai dengan urusan kantornya dan berniat mendatangi rumah kekasih yang sudah mengabaikannya seharian ini, bahkan Alvan sudah berencana untuk menghukum kekasihnya itu, dan tentu saja hukuman itu, hukuman yang menguntungkan baginya, Alvan selalu memiliki ide cemerlang di kepalanya.

Gagal sudah apa yang menjadi rencana Alvan ketika seseorang yang selama ini mengurus Danisha bilang kalau kekasihnya itu sejak tadi pagi pergi dan belum pulang juga, Alvan semakin gusar sekaligus kesal karena tidak biasanya Danisha seperti ini. Kemudian Alvan memutuskan untuk pulang ke Apartemennya saja, mungkin nanti dia akan kembali ke rumah Danisha, begitulah kira-kira rencana Alvan.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang