Bab 48

1.3K 69 0
                                        


Hari ini program kerja Viya tengah berlangsung di balai warga dengan mengusung tema " Peningkatan produktivitas pertanian lokal" serta membuat perencanaan  memberikan pelatihan khusus tentang teknik pertanian modern,  penggunaan pupuk organik, manajemen lahan dan pengendalian hama dan penyakit pada Tumbuhan.

Warga yang hadir juga sangat antusias apalagi bagi warga yang pekerjaan sehari-harinya sebagai petani.  Viya juga membagikan pestisida gratis  bagi warga yang hadir di akhir acara.

Acara baru saja selesai dan warga sudah mulai bubar tapi ada juga yang masih sekedar berbincang-bincang dengan Viya dan Dosen dari fakultas  pertanian yang kebetulan juga hadir di sana bersama pak Nino.

"Nama kamu siapa nak?" Tiba-tiba seorang ibu-ibu mendekat ke meja tempat dimana Inggrid,  Ayu dan Danisha duduk.

"Inggrid Bu!" Jawab Inggrid ramah.

"Mau jadi menantu ibu?" Pertanyaan mengejutkan dari si ibu itu membuat mereka bertiga mematung.

"Anak ibu udah jadi dokter di kota lho!" Kata ibu itu lagi sambil menunjukkan foto anaknya dari ponselnya ke Inggrid. Inggrid tercengang sebentar menatap ibu itu tadi, kemudian tersenyum ramah.

"Maaf Bu, saya belum sepadan sama anak ibu yang sudah jadi dokter, sedangkan saya lulus saja belum tentu!"  Jawab Inggrid tanpa mengurangi sikap sopan santunnya.

"Iya juga ya, tapi kamu cantik cocok dengan Anak saya!" Kata si ibu itu lagi.

" Gadis-gadis di kota juga pasti banyak yang cantik-cantik kok buk!" Kata Inggrid menyahuti ucapan si ibu itu.

"Pekerjaan orangtua kamu apa kalau ibu boleh tau?" Laaahh... Malah nanya-nanya pekerjaan orangtua  segala si ibu.

"Orangtua saya cuma pedagang kecil-kecilan kok buk!" Jawab Inggrid asal, dia sudah mulai jengah dengan si ibu membuat Ayu dan Danisha menahan tawa karena melihat ekspresi si ibu tadi.

"Oh... Cuma pedagang toh, memang nggak pantes sih!"  Ucapan si ibu tadi malah makin nyeselin dan langsung melenggang pergi dengan sombongnya...

"Hahaahhah!!!.... Ayu dan Danisha langsung tertawa puas, Inggrid juga tapi ketawanya lebih kalem.

"Lucu banget muka kesel si ibu itu tadi!  Kata Ayu disela-sela tawanya.

"Kasihan ya yang jadi menantunya nanti dapet mertua modelan ibu itu!" Ucap Danisha masih saja tertawa.

"Padahal nggak tau aja dia ortu Inggrid siapa! Imbuh Ayu, mereka bertiga masih saja julid ke ibu -ibu itu tadi.

"Ada apa sih, kok heboh banget? Tanya Rayyan mendekati mereka karena penasaran sambil ngemilin bolu kukus sisa snack acara tadi.

"Ayu punya gebetan baru!" Danisha iseng,  membuat Ayu bengong sedangkan Rayyan langsung berhenti mengunyah karena terkejut  hingga membuat Inggrid tertawa lepas melihat mimik muka Rayyan  dan Ayu, dan si biang kerok Danisha malah pura-pura nulis merasa nggak bersalah.

"Ay....!" Lirih Rayyan

"Mulut  Danisha jangan dipercaya!"  Sewot Ayu.

"Tau nih, gue kan iseng doang! Sahut Danisha santai.

"PLETTTAAAKK...!!!...

"auuwwww...sakit  Rayyan! Pekik Danisha karena Rayyan menyentil jidatnya barusan.

"Suka banget ngisengin orang!" Gerutu Rayyan tapi Danisha mana peduli dia masih saja memegangi jidatnya.

Alvan berjalan ke arah mereka dan langsung mendudukkan dirinya di samping Danisha.

"Al, udah kelar belum sih acaranya? Tanya Inggrid.

"Viya bilang udah, warga juga kan udah banyak yang pulang!" Jawab Alvan.

"Kita beres-beres yuk, gue mau cepat-cepat pulang ke posko!" Kata Inggrid sambil beranjak dari duduknya.

"Mau lari dari pak Nino dia tuh!" Sarkas Ayu.

"Mulut Lo Ay! Marah Inggrid, tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan pak Nino,  dan langsung saja dia alihkan ke Rion yang lagi menjelaskan sesuatu ke Viya.

"Lo sih jahat Ing, pakai Nolak pak Nino!" Kata Ayu lagi, gadis itu tau karena Inggrid yang yang cerita.

"Hati nggak bisa dipaksakan Ay, kalau Inggrid nggak mau kan bagus dia terus terang!"  Ucap Danisha sok bijak membuat Rayyan lagi-lagi menyentil dahi gadis itu, tapi kali ini pelan.

"Sok nasehatin orang!" Ucapnya setelah menyentil Danisha. Sementara Inggrid langsung keluar dari balai warga, malas rasanya menanggapi obrolan teman-temannya.

"Tumben-tumbenan saraf Danisha lurus!" Kata Ayu.

"Heh.., gini-gini gue juga bisa dewasa ya! Umur gue bentar lagi udah dua puluhan!" Protes Danisha.

"Masih bocah itu!" Tiba-tiba Elisha nimbrung sambil menenteng kamera Verrel.

"Bocah teriak bocah! Ucap Rayyan tertawa mengejek keduanya.

"Dasar orangtua!" Balas Danisha tak mau kalah.

"Jangan diisengin Danishanya Ray, malah Lo yang kayak bocah jadinya! Ucap Alvan yang sedari tadi diam dengan ponselnya.

"Enak ya ada yang belain!" Ledek Elisha senyum-senyum usil membuat Danisha mulai kesal.

"Dibelain doang tapi nggak dipacarin! Ucap Ayu menambahkan.

Danisha semakin kesal melihat kedua temannya itu, ingin rasanya dia menyumpel mulut Ayu dan Elisha dengan kertas di depannya. Dia jadi sadar begini ternyata rasanya diisengin, dan berjanji untuk berhenti ngisengin orang kalau ingat.

"Siapa bilang nggak dipacarin, Lo berdua aja yang nggak tau! Kata Danisha pada akhirnya membongkar hubungan mereka membuat Alvan tersenyum senang mendengarnya, Danisha tidak tahan diledekin seperti ini oleh Ayu dan Elisha.

"Halu Lo Danish? Kata Elisha nggak percaya.

"Saking lamanya dia jomblo Sha!" Kata Ayu mengejek.
Sedangkan Alvan dan Rayyan sudah sejak tadi menahan tawanya, baru kali ini melihat Danisha mati kutu diisengin, biasanya dia yang ngisengin orang.

"Siapa yang halu, Lo tanya sendiri sama orangnya kalau nggak percaya!" Kata Danisha kesal sambil beranjak meninggalkan mereka yang masih menertawakannya.

"Merajuk kan dia, kenapa diisengin sih!" Ucap Alvan yang langsung membuat Ayu dan Elisha berhenti tertawa.

"Kalian beneran jadian Al?" Tanya Ayu masih tidak percaya.

"Tanya pacar Lo tuh!" Kata Alvan menunjuk Rayyan kemudian beranjak menyusul Danisha keluar Dari balai warga.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang