Sekitar pukul sebelas malam Danisha dan Alvan sampai di posko, masih ada Rayyan, Andra dan Rion duduk-duduk di bale seperti tadi tapi saat ini mereka hanya mengobrol santai mengabaikan permainan ular tangga yang tadi sempat mereka mainkan.
"Aku masuk duluan ya!" Pamit Danisha membuka pintu mobil Alvan dan langsung berlari kecil memasuki posko bahkan Alvan belum sempat mengiyakannya. Alvan tau kalau Danisha masih malu perkara ciuman mereka tadi, dia hanya terkekeh menahan gemes melihat tingkah gadisnya itu.
"Verrel belum pulang?" Tanya Alvam seraya mendudukkan dirinya di bale.
"Belum!" Sahut Rion.
Kemudian Alvan mengeluarkan rokoknya dan menikmati batang nikotin itu, ingatannya masih tentang kelakuannya sejam yang lalu, bahkan ia sampai tersenyum mengingat kelakuan nakalnya tadi, Dan itu tidak lepas dari tatapan bingung ketiga temannya.
"Gue rasa dia lebih manusiawi setelah pacaran sama Danisha!" Ucap Rion sambil menggelengkan kepalanya mengejek Alvan.
"Bucin...bucin...!" Sindir Rayyan
"Level kebucinan Alvan udah di atas normal!" Ucap Andra.
"Bentar lagi dia bakalan jadi pria terbucin di kampus kita!"
"Selagi itu Danisha, gue nggak masalah?" Ucap Alvan santai menyahuti sindiran teman-temannya, dan lagi-lagi sukses membuat mereka terdiam heran dengan perubahan Alvan. Alvan bukanlah laki-laki yang suka mengobral cinta, bukan juga laki-laki yang wellcome ke perempuan, dia itu kaku, pendiam, tapi kalau sudah suka kepada sasuatu ia akan menjaganya seperti menjaga nyawanya sendiri.
"Kalian berdua sebaiknya cari pacar sana, biar tau rasanya!" Kata Alvan menatap Andra dan Rion bergantian.
"belagu banget Lo, baru juga punya pacar!" Sewot Andra.
"Tau, gue sumpahin putus mampus Lo!" Sahut Rion.
"Ya..janganlah Bangsat! Lo pikir nyari pacar itu gampang, apalagi yang seperti Danisha?" Protes Alvan tidak terima.
"Tuh..lu tau, lagian kita juga lagi usaha kali!" Ucap Andra yang disetujui Rion.
"Lo nggak mau usaha lagi buat dapetin Inggrid?" Tanya Alvan mengikut lengan Rion dan langsung membuat Rion menekuk wajahnya.
"Iya, bukannya Lo suka sama Inggrid?" Kata Andra menambahkan.
"Usaha apalagi? Lagian Inggrid kan udah dijodohkan begitupun gue, jadi buat apa lagi? Pasrah Rion.
"Segitu doang nyali Lo?, Lo usaha apa kek! Masa' pasrah aja! Sarkas Rayyan.
"Memang Berat sih, keluarga seperti kita ini yang menomorsatukan urusan bisnis daripada keluarga rasanya percuma buat ngelakuin sesuatu yang kita inginkan kalau ujung-ujungnya tidak disetujui!" Kata Andra seraya menatap lurus ke depan.
"Itu nggak berlaku sama gue!" Apa yang gue suka ya harus itu!" Ucap Alvan.
"Kepala Lo defenisi keras kepala yang sesungguhnya Al!"
"Lagian Inggrid juga udah nggak mungkin mau terima gue!" Kata Rion sedikit mengeluh.
"Lo takut kebanting sama Inggrid..!" Ucap Alvan langsung membuat Rion sadar akan kenyataan.
"Ya iyalah secara Inggrid speak Bidadari, lah... Rion, udah kayak labubunya Ayu!" Hehheh....
Semua tertawa mendengar ucapan Andra barusan, padahal Rion juga tampan, berwibawa, pintar, tajir pokonya sempurna lah kalau buat dijadiin suami.
"Lo sendiri gimana sama Viya?" Tanya Rion langsung membuat Andra terdiam.
"Ya nggak gimana-gimana! Gue sama Viya nggak ada perasaan apa-apa, lagian Viya juga udah punya pacar!" Jawab Andra santai.
Kemudian mobil Verrel memasuki halaman posko menyita perhatian mereka, persis seperti Alvan dan Danisha tadi, kini Elisha pun langsung masuk ke dalam posko sementara Verrel ikut bergabung di bale.
Di kamarnya Danisha sama sekali nggak bisa tidur, ingatan tentang ciuman Alvan tadi masih berseliweran di kepalanya, bahkan ia masih bisa merasakan ciuman itu di bibirnya. Padahal tadi sengaja ia packing-packing barang-barangnya supaya badannya capek dan cepat tidur tapi ternyata tidak ada pengaruhnya sama sekali, Alvan sukses mengacak-acak pikiran dan hatinya. Danisha bahkan tidak tau harus bersikap gimana besok kalau berhadapan sama laki-laki yang berstatus sebagai pacarnya itu.
Membayangkannya saja rasanya pipinya sudah terasa panas dan pasti sudah memerah juga, apalagi kalau bertemu langsung???.... Rasanya Danisha sampai Frustasi memikirkannya.
Tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka, Elisha masuk sambil senyum-senyum nggak jelas.
"Kenapa Lo?" Tanya Danisha.
"Nggak kenapa-kenapa lagi senang aja!" Jawab Elisha.
"Kalian darimana sih?" Tanya Danisha lagi.
"Makan doang terus ngobrol-ngobrol gitu aja!"
Danisha hanya manggut-manggut tanpa berniat bertanya lagi, kemudian ia merebahkan tubuhnya di samping Inggrid yang sudah tertidur pulas.
Sedangkan Elisha masih rebahan sesekali senyum masih menghiasi wajah cantiknya, tak ada yang tau apa yang membuat Elisha sebahagia itu.
Tapi yang pasti, apa yang Danisha alami tidak jauh beda dengannya, meskipun jantungnya bergemuruh antara takut, malu, dan deg-degan tapi dia suka, suka sekali malah.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
