Bab 45

1.1K 50 2
                                        


Makan malam kali ini terasa berbeda, mungkin karena kehadiran pak Nino, tidak seperti biasanya yang grasak-grusuk, saling mengejek atau bahkan saling iseng, malam ini semua terlihat pada kalem padahal sebenarnya pak Nino juga  sama sekali tidak mempermasalahkan itu karena dosen itu juga masih muda yang kadang-kadang mau juga iseng ke mahasiswanya sendiri.

Tapi ternyata kekaleman itu tidak berlangsung lama setelah Danisha melihat Pak Nino tengah mencuri-curi pandang ke Inggrid walaupun Inggrid sama sekali tidak menyadarinya,  Danisha langsung menyikut lengan Elisha  partner kejahatannya.

"Confess kali pak, jangan diliatin Mulu!"  Celetuk Elisha langsung tanpa basa-basi sehingga mengundang tatapan penasaran dari teman-temannya.

"Tau nih pak Nino,  nanti keduluan yang lain lho!" Imbuh Danisha menambahkan.

Sedangkan pak Nino hanya tersenyum kalem sambil mengusap tengkuknya malu kepergok mahasiswanya sendiri.

"Pak Nino bisa salting juga ternyata! Kata Ayu yang mulai ketularan isengnya Danisha dan Elisha.

"Sha, Danish! Kalem dulu ya dek, nanti gue bawa jajan deh! Ucap Rayyan mencari aman.

"Tuuuhh... Pacar Lo juga! Kata Alex mengingatkan Rayyan.

"Apaan Lo, gue sedot juga ubun-ubun Lo! Protes Ayu melotot garang ke Alex.

"Males! Palingan juga nanti Lo bawa ke warungnya pak Danu sebelah rumah pak Kades! Ucap Danisha sewot.

"Iya, yang ada cuma dapet kerupuk ikan doang!" Tambah Elisha membuat Rayyan terkekeh karena pernah menipu kedua gadis itu.

"Lagian kan kita juga niatnya baik kok mau bantuin pak Nino! Iya kan pak? Tanya Elisha yang hanya ditanggapi senyum kalem pak nino saja.

"Lo juga harusnya peka Ing! Kata Danisha yang langsung membuat Inggrid menatap tajam ke Danisha karena malu.

"Nggak usah bawa-bawa gue! Sarkas Inggrid.

"Al, Lo amanin dulu tuh si Danisha, biar Elisha gue yang amanin, tuh anak berdua nggak akan diam kalau nggak dibilangin! Bisik Verrel ke Alvan.

"Dek, mau ke grosiran nggak? Tanya Verrel ke Elisha.

"Ngapain? Tanya Elisha bingung.

"Tapi kemarin kamu bilangau beli sesuatu? Kata Verrel lagi padahal mah itu akal-akalannya saja buat nyogok pacarnya itu supaya diam.

"Mau beli apaan?" Elishaasih bingung.

"Semalam kan kamu bilang lho, masa udah lupa?

"Apa iya? Ya udah tunggu aku siap-siap dulu! Ucap Elisha yang langsung bergegas ke kamarnya karena memang makan malamnya udah selesai dari tadi. Untuk mendiamkan Elisha hanya perlu sogokan, lain halnya dengan Alvan yang langsung mengancam pacarnya.

Alvan
Sayang, jangan isengin pak Nino lagi, atau aku bilang nih kalau kita udah pacaran???😘

Danisha langsung menatap kesal ke Alvan setelah membaca pesan singkat pacarnya itu, Mau nggak mau Danisha langsung diam menuruti perkataan Alvan barusan daripada hubungan mereka terbongkar malah dia yang diledekin nantinya.

Satu per satu mereka meninggalkan ruang tamu tempat mereka makan tadi,  berhubung karena sekarang juga malam Minggu mereka yang punya pasangan pergi keluar sekedar jalan-jalan, seperti Alex dan Rania, Rayyan dan Ayu, Elisha dan Verrel, sedangkan yang lain hanya duduk-duduk di bale sambil gitaran.

Inggrid lagi mencuci piring bekas makan mereka tadi di dapur,  tiba-tiba Pak Nino mendekatinya.

"Ing, bisa keluar sebentar nanti?  Kata Pak Nino sambil menuang air putih dari dispenser.

"Kemana pak? Tanyanya sopan sambil melap tangannya karena pekerjaannya sudah selesai.

"Kemana aja, mau ya? Ucap pak Nino sedikit memaksa membuat Inggrid akhirnya mengangguk mengiyakan.

"Saya tunggu di mobil ya! Ucap Pak Nino, setelahnya dia langsung bergegas meninggalkan dapur.

Inggrid menghela nafasnya pelan,  kemudian pergi ke kamarnya untuk mengambil jaketnya.

"Kemana ing? Tanya Danisha yang lagi telponan dengan Sandara mamanya sambil tiduran di kamar.

"Keluar bentar! Sahut Inggrid

Seolah-olah paham, temen-temennya yang lagi duduk di bale nggak ada yg berani iseng karena melihat Inggrid masuk ke mobilnya pak Nino,  beda lagi kalau itu Elisha dan Danisha.

Entah mau dibawa kemana, Inggrid hanya mengikuti  kemana pak Nino membawanya,  sejak tadi dia hanya diam terus hanya sesekali menolak kalau pak Nino menawarkan sesuatu padanya.

"Pak,  jangan berharap apapun ke saya,  jangan buang-buang waktu bapak! Ucap Inggrid langsung setelah mereka sekian lama saling duduk  diam  saja di dalam mobil.

"Maksud kamu? Tanya Pak Nino seraya menatap Inggrid.

"Saya tidak tau dengan pasti apa maksud bapak mengirimi pesan ke saya, perhatian ke saya bahkan mengajak saya jalan dengan bapak,  kalau Bapak suka sama Saya, saya minta bapak berhenti aja, jangan berharap apa-apa ke saya!  Ucap Inggrid yang langsung membuat Pak Nino bungkam, kalimat Inggrid barusan menjadi pukulan telak baginya, kecewa sungguh dia sangat kecewa. Hatinya bahkan sudah sakit sebelum dia mengungkapkan perasaanya.

"Ing, apa salah saya mencintai kamu? Apa ada larangan dosen tidak boleh jatuh cinta pada mahasiswanya sendiri?

"Jatuh cinta itu nggak salah pak, yang salah itu karena yang bapak cintai itu saya! 

"Kasih saya jawaban yang masuk akal, kenapa saya salah mencintai kamu?

Inggrid diam, tatapannya masih lurus ke depan tanpa sekalipun berani menatap pak Nino yang masih terus menatapnya. Mereka berhenti di salah satu taman dekat pasar malam, Inggrid tidak mau turun tadi itu sebabnya mereka hanya diam di dalam mobil saja.

"Bukan bermaksud saya ini terlalu percaya diri,  saya berani mendekati kamu karena saya merasa kamu juga menyambut perasaan saya!" Kalimat pak nino barusan membuat Inggrid langsung menatap dosennya itu.

"Anda salah mengartikan sikap saya pak! Saya hanya menghormati anda sebagai dosen saya, tidak lebih! Ucap Inggrid, dia lebih memilih membohongi hatinya dan menyakiti hatinya sendiri daripada harus bicara jujur di depan pak Nino.

"Kalau begitu tolong jawab pertanyaan saya tadi, kenapa saya salah mencintai kamu?"

"Masih banyak gadis yang lebih cocok sama Bapak, bukan saya yang hanya mahasiswa bapak sendiri!

"Jawabanmu terlalu basa-basi Inggrid, tapi  okelah ... Kalau begitu maaf kalau saya sudah lancang  jatuh cinta sama kamu!" Ucap Pak Nino pasrah, tampak terlihat jelas kalau dosen muda itu sangat kecewa.

Kemudian pak Nino menyalakan kembali mesin mobilnya, dan perlahan-lahan mulai melajukannya, keduanya saling diam tak ada yang tau bagaimana perasaan Inggrid saat ini, perasaan bersalah, sakit serta kecewa pada dirinya sendiri bercampur aduk menjadi satu,

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang