Bab 59

1.1K 61 0
                                        


"Ting!!.."

Tiba- Tiba ponsel Danisha bunyi menyita perhatiannya, dia melirik sekilas ke Elisha yang masih senyum-senyum sambila  liatin ponselnya.

Chat dari Alvan aja padahal, tapi udah sukses membuat jantungnya deg-degan lagi.

Chat dari Alvan aja padahal, tapi udah sukses membuat jantungnya deg-degan lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Buru-buru Danisha meletakkan kembali ponselnya di atas meja dekat Ranjang, pipinya langsung merona kembali setelah digombalin Alvan barusan mana dia ungkit lagi tentang ciuman mereka, kan Danisha makin malu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Buru-buru Danisha meletakkan kembali ponselnya di atas meja dekat Ranjang, pipinya langsung merona kembali setelah digombalin Alvan barusan mana dia ungkit lagi tentang ciuman mereka, kan Danisha makin malu.

Sedangkan Elisha  tetap aja senyum-senyum nggak jelas ngeliatin ponselnya, sesekali dia juga berbalas pesan.

"Bentar lagi kayaknya tuh mulut Lo makin lebar, dari tadi senyum-senyum Mulu nggak jelas!"  Protes Danisha jengah melihat tingkah Elisha.

"Yeeee....sirik aja Lo!" Temen lagi bahagia juga bukannya ikut senang malah diledekin!"

"Diihh...serah Lo deh, gue mau tidur!"

Setelah itu Danisha langsung merebahkan badannya lagi, memejamkan kedua matanya, merilekskan pikirannya dan mencoba untuk tidur.



Setelah itu Danisha langsung merebahkan badannya lagi, memejamkan kedua matanya, merilekskan pikirannya dan mencoba untuk tidur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setelahnya Elisha pun mulai merebahkan badannya sambil memeluk boneka kelinci kesayangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setelahnya Elisha pun mulai merebahkan badannya sambil memeluk boneka kelinci kesayangannya.

Sementara pasangan lain lagi yang baru saja pulang tampak adem-adem saja memasuki posko padahal sudah lewat tengah malam mereka pulang,  Siapa lagi kalau bukan Alex dan Rania.

Kedua sejoli itu baru saja tiba di posko dan mendapati  suasana posko sudah sepi.  Mungkin sudah pada tidur atau sekedar main hp sambil rebahan di kamar masing-masing.

Rania ke dapur untuk menyimpan beberapa belanjaannya untuk di masukkan ke dalam kulkas, katanya tadi buat cemilannya besok di perjalanan.

"Sayang langsung tidur?" Kata Alex mendekati Rania ke dapur.

"Iya kenapa?"

"Kayaknya kamar kamu udah di kunci tuh dari dalam!" Ucap Alex ketika melewati kamar pacarnya itu tadi sudah tampak tertutup rapat.

"Masa' sih?

"Iya, tidur sama aku aja yok, Verrel sama Rayyan mereka tidur di kamar  depan semua kayaknya!"

"nanti diketuk aja pintunya Danisha pasti bangun itu!" Kata Rania masih mengatur belanjaannya dan memasukkannya satu persatu ke dalam kulkas.

"Kalau nggak bangun gimana? Bagus tidur sama aku aja!" Bujuk Alex lagi.

"Nggak ah, aku nggak jamin kamu nggak ngapa-ngapin aku nanti!" Kata Rania langsung membuat Alex cengengesan.

"Ngapa-ngapain apanya? Peluk sama cium aja paling!" Tidur sama aku ya??...

"Nggak Alex!" Tolak Rania lagi.

"Terus aku tidur sendiri ini?" Kamu tega banget sih sayang!"

"Kalau mau pergi aja lagi ke kamar Alvan tidur di sana kamu bareng mereka!"

"Bakalan sempit sayang!"

"Kamu gimana sih, tidur sendiri nggak mau, di suruh ke kamar depan katanya sempit!" Rania mulai jengah mendengar rengekan pacarnya itu.

"Maunya sama kamu!"

"Nggak ya Lex!" Sekali nggak ya nggak!"

"Ya Udah deh kalau gitu, cium dulu tapi!"

Rania pun mendekati Alex dan menuruti kemauan pacarnya itu, Rania mencium sekilas pipi kanan Alex, tapi Alex mana mau segitu doang, buru-buru dia menangkap bibir pacarnya itu untuk dia cium sambil menahan tengkuknya, 

Setelah mendapatkan apa yang dia mau barulah ia melepaskan Rania yang langsung memasang wajah mode galaknya.

"Kamu kebiasaan banget sih gitu!" Protesnya memukul bahu Alex.

"Hehhehe....!" Alex hanya terkekeh...

"Ya udah aku tidur duluan, kamu jangan begadang!" Pamit Rania beranjak dari dapur.

"met bobok ya calon istriku...! Kata Alex pelan tapi masih bisa di dengar Rania sehingga membuat paras gadis itu merona.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang