Seminggu setelah pernikahan Rayyan dan Ayu, kondisi kesehatan Tuan Chandra ayahnya Ayu sudah mulai membaik, walaupun memang harus rutin untuk cuci darah setiap dua kali dalam seminggu lantaran karena kedua ginjalnya sudah tidak berfungsi akibat hipertensi serta diabetes yang ia derita selama ini. Ayu juga sudah bisa ceria kembali apalagi untuk saat ini kedua orangtuanya masih menginap di rumah Keluarga Verrel untuk sementara, setelah kondisi Chandra benar-benar pulih barulah mereka pulang.
"Udah sore Ay, Kamu nggak pulang nanti suami kamu nyariin lho!" Ucap Gracella pada keponakannya sambil meletakkan teh hijau tanpa gula di depan Chandra dan Chavan Suaminya.
"Bentar lagi Tante, masih nunggu Rayyan tadi katanya dia mau jemput!"
"Husss!!! Sama suami kok mulutnya nggak sopan gitu nduk!" Ucap Mina memarahi Ayu karena memanggil Rayyan dengan sebutan nama.
"Panggil Mas gitu lho!" Katanya lagi.
"Iya Bu, Ayu usahain deh!"
Nggak lama kemudian Bel Di pintu terdengar dan Ayu sudah bisa menebak kalau itu adalah Rayyan.
"Nak Rayyan masuk dulu yuk!" Ucap Gracella setelah membuka pintu dan melihat Rayyan masih lengkap dengan jas dan dasi yang menggantung di lehernya pertanda menantunya itu baru saja pulang dari kantor.
Rayyan pun masuk dan menyalami dua pasang paruh baya yang menjadi mertuanya itu. Lalu setelahnya dia mendudukkan dirinya di samping Chandra ayah mertuanya.
"Bagaimana kesehatan Ayah?" Tanya Rayyan.
"Alhamdulillah.. semakin ada kemajuan nak, yah.. walaupun seumur hidup ayah harus rutin untuk cuci darah!" Kata Chandra sambil tersenyum menatap menantunya itu.
"Ay, ajak Rayyan makan dulu sana!" Kata Gracella kemudian tapi langsung ditolak dengan sopan oleh Rayyan karena sebelum pulang tadi dia sudah sempat makan malam bersama Reinard Ayahnya.
"Maaf Tante, Tadi saya udah makan bareng papa sebelum kemari!"
"Berarti mampir mau jemput istrinya aja nih?" Goda Tuan Chavan sambil tersenyum menatap Rayyan sehingga membuat menantunya itu sedikit salah tingkah.
"Ya udah Ay, sana kamu kemas-kemas! Rayyan pengen istirahat itu, atau kalian nginap di sini aja?" Kata Gracella menawarkan.
"Kapan-kapan Aja Tante, tadi mama udah nelpon Ayu soalnya!" Kata Ayu dan langsung beranjak lalu setelahnya masuk kedalam kamarnya untuk mengambil tasnya.
"Kita pamit pulang dulu Bu, Ayah, Om, Tante!" Pamit Rayyan sopan dan segera menyalami dua pasang paruh baya itu lalu setelahnya keluar dari rumah utama keluarga Chavan diikuti Ayu dari belakangnya.
Sementara di lain tempat, pasangan Viya dan Andra tengah sibuk berdebat hanya karena konsep pernikahan yang saling bertolak belakang dengan keinginan mereka. Kalau Viya inginnya temanya Outdoor tapi Andra justru pengennya indoor, sehingga membuat Wina sang bunda yang kebetulan menemani mereka di buat pusing.
"Udah deh Andra ngalah aja kenapa sih sama calon istrinya!" Ucapnya menengahi perdebatan anak dengan calon menantunya.
"Nggak bisa Bun, kalau tiba-tiba hujan gimana?" Bantah Andra.
"Kan bisa dipasangin tenda nanti!" Kata Viya.
"Tenda apaan, kamu pikir mau kemah apa!"
Wina hanya melihat perdebatan Anak dan menantunya sesekali memijit pelipisnya karena sudah mulai jengah, keduanya sama-sama tidak mau mengalah.
"Sayang, kalau kamu mau indoor, aku bakalan ngajakin kamu jalan-jalan ke luar negri loh!" Ucap Andra berencana menyogok Viya.
"Nggak! Aku dah bosan ke luar negri!" Bantah Viya yang langsung membuat Andra terdiam dan memikirkan cara lain agar Viya mau mengikuti kemauannya.
Lalu setelahnya Andra tersenyum...
"Ngapain kamu senyum-senyum, aku nggak akan menyerah gitu aja ya walaupun kamu nyogok barang mahal lainnya!" Kata Viya mempertahankan egonya.
"Siapa bilang mau nyogok, aku lagi mikir aja, kamu pernah dengar nggak kalau pernikahan itu bisa batal hanya karena doa mantan?"
"Emang ada kayak gitu?" Tanya Viya yang mulai terperangkap dalam cerita bualan Andra.
"Adalah, bahkan nih ya sampai-sampai pelaminannya ada yang roboh karena hujan badai!" Coba bayangin kalau Ken berdoa kayak gitu juga!" Ucap Andra pura-pura serius.
Wina yang melihatnya hampir saja menyemburkan tawanya mendengar cerita Andra dan Viya sepertinya mulai terpengaruh.
"Ihh... Jangan nakut-nakutin dong!" Rengek Viya membuat Andra tersenyum dan semakin melancarkan bualannya.
"Aku nggak lagi nakut-nakutin kamu sayang, ini beneran lho! Apalagi kalau misalnya kita outdoor tiba-tiba hujan deras terus angin juga kencang gimana coba?" Kita nggak tau kan kalau Ken sampai berdoa kayak gitu!"
"terus apa bedanya kalau indoor?"
"Beda sayang, kalau kita indoor walaupun hujannya deras sama anginnya kencang pernikahan kita tetap lanjut lah!" Karena doa nya Ken terhalang sama tembok-tembok bangunan Hotelnya!" Kata Andra semakin mengada-ngada tapi Viya malah percaya.
"Ya udah deh indoor aja!" Kata Viya pada akhirnya yang langsung membuat Andra senyum ganteng...
Wina hanya geleng-geleng sekaligus gemes liat pasangan muda di depannya itu.
Maaf banget ya karena baru mulai up lagi, dari habis lebaran bener-bener sibuk banget, belum lagi kemarin suami sempat sakit jadi waktunya bener-bener nggak sempat...
Buat kalian yang masih baca KKN (kelar kuliah nikah) makasih banget ya...
🥰🥰🥰🥰🥰
Mungkin book ini mulai besok akan up rutin seperti sebelumnya sampai Ending.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
