Sesampainya di rumah Renatta memarahi habis-habisan Reinard karena gagal membawa Danisha dari Sandara, sampai-sampai Renatta mengatai Reinard laki-laki tidak tegas, Rayyan mendengar semua perdebatan orangtuanya itu.
"Danisha masih butuh waktu menerima ini semua ma, kita tau kalau dia baru saja kecelakaan kan, kalau kita memaksanya bisa-bisa di kembali sakit lagi bahkan bisa jadi fatal!" Ucap Reinard menenangkan Renatta.
"Kamu memang tidak pernah bisa tegas mas!"
"Ma, dia itu Danisha bukan Emilya, papa tau kalau mama begitu menginginkan Danisha karena Danisha sangat mirip dengan Emilya kan?, kalau sampai Danisha tau niat mama seperti ini pernah nggak mama berfikir sesakit apa hati Danisha?"
"Kok malah aku yang disalahin!"
"Karena memang mama salah!" Ucap Rayyan tiba-tiba ikut menyela perdebatan kedua orangtuanya.
"Ma, dia itu Danisha dan emilya kita udah nggak ada, kalau saja Danisha sama sekali nggak mirip sama Rmilya apa mama masih mau menerima Danisha?" Tanya Rayyan membuat Renatta terdiam.
"Apa pernah mama berfikir dan menempatkan posisi mama jadi Tante Sandara gimana?" Dia bahkan ikhlas melepas papa demi mama dan sekarang cuma Danisha yang fia punya, itupun mama masih mau merebutnya?" Kata Rayyan lagi tidak peduli dengan Tangisan Renatta.
"Kalian tidak pernah mengerti perasaan mama!" Lirih Renatta seraya menghapus air matanya.
"Ma, kita selalu ngertiin mama selama ini, dan sekarang sudah saatnya kita ngertiin Tante Sandara, ngertiin perasaan Danisha, sebelum mama melakukan ini tolong mama pikirkan andai saja mama yang jadi Tante Sandara gimana? Apa mama sanggup?" Kata Rayyan lagi.
"Apa mama salah kalau masih mengingat Emilya?"
"Mama nggak salah! Wajar kalau mama masih mengingat Emilya, tapi mama harus ingat kalau Emilya itu udah nggak ada, dan Danisha itu bukan Emilya dan nggak akan pernah jadi Emilya!"
"Kalian memang nggak pernah mengerti perasaan mama!" Ucap Renatta menatap sendu suami dan anaknya, setelah itu ia berlalu masuk ke kamarnya.
Rayyan hanya menghela nafasnya melihat Renatta bersifat demikian, ia sangat tau kalau kepergian Emilya memang sangat berat bagi Renatta, butuh waktu tiga tahun untuk mengembalikan senyum Renatta,
"Sepertinya Kita harus memanggil Tante Widya pa!" Lirih Rayyan menatap Reinard. Namun Reinard hanya diam saja. Widya adalah dokter psikiater yang selama ini merawat Renatta dari depresinya setelah kepergian putrinya Emilya.
"Mama mu baik-baik saja, kita hanya perlu meyakinkan dia dan mengajaknya ke makam adik kamu!" Sahut Reinard.
Rayyan terdiam, padahal tadinya dia ingin meminta waktu kepada Kedua orangtuanya karena ia ingin memberitahu niatnya yang ingin menikahi Ayu, tapi sepertinya niatnya itu harus di tunda dulu karena melihat kondisi Renatta tadi sepertinya belum bisa dibilang baik-baik saja.
Untung saja Rayyan belum bilang ke Ayu tentang rencananya ini, tadinya dia ingin meminta pendapat orangtuanya dulu, kalau Reinard maupun Renatta setuju barulah ia melamar Ayu, dan ternyata semua itu hanya angan-angannya saja. Ia tidak mungkin egois membiarkan Renatta seperti itu sementara dia berniat menikahi Ayu.
Berbeda dengan Rayyan justru Ayu dengan semangatnya cerita tentang Rayyan ke keluarganya lewat telepon karena memang Ayu tinggal di rumah Verrel sepupunya sementara orangtuanya berada di luar kota. Bahkan gadis itu sudah berbicara ke hal yang serius dan berandai-andai bagaimana kalau ia menikah dengan Rayyan, bahkan orangtuanya tampak terlihat senang padahal mereka belum melihat seperti apa sosok calon menantunya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
