Bab 61

1.1K 65 2
                                        


Sekitar pukul tujuh malam Danisha sampai di rumahnya, seperti biasanya keadaan rumah tampak sepi bahkan sangat gelap terlihat dari luar. Alvan membantu Danisha membawa barang-barangnya memasuki rumah yang memang Danisha selalu membawa kunci cadangan.

"Tante Sandara sepertinya nggak lagi di rumah!" Ujar Alvan ketika melihat sekilas ke ruang tamu yang tampak gelap saat Danisha membuka pintu.

"Iya, mama lagi Dinas!

"Sendirian dong kamu!" Kata Alvan mengkhawatirkan Kekasihnya itu.

"Nggak apa-apa, aku udah biasa kok!" Sahut Danisha tersenyum.

"Kalau butuh sesuatu telpon aku ya!" Kata Alvan sambil mengusap lembut rambut Danisha yang hanya dibalas anggukan saja oleh gadis itu.

"Ya udah kamu istirahat gih,  aku pulang dulu!" Pamit Alvan, kemudian membubuhkan kecupan lembut di dahi Danisha.

"Kamu hati-hati!"

"Iya, ingat kalau butuh apa-apa telpon aku!" Kata Alvan lagi mengingatkan.

"Iya!"

Kemudian Alvan memasuki mobilnya dan mulai meninggalkan pekarangan rumah Danisha.



Berbeda dengan Danisha yang baru sampai di rumahnya saat menjelang malam, Inggrid bahkan sudah sampai sejak sore tadi. Saat ini ia tengah berada di hadapan kedua orangtuanya yang sengaja menunggu kepulangannya.

"Yuna!, bawa Vivi ( nama panggilan Inggrid di rumah ) ke salon sekarang, atau panggil pihak salon ke sini!, entah apa yang dia lakukan sebulan ini merawat diri saja nggak bisa!"  Carolla mamanya Inggrid masih menatap kesal pada putrinya itu sambil menyuruh salah satu maid di rumahnya.

"Ma, aku baru sampai lho, aku masih capek!" Bantah Inggrid berusaha membujuk Carolla.

"Mama lebih capek melihatmu seperti ini!" Bantah Carolla cepat, sedangkan Arsen papanya Inggrid hanya menatap perdebatan dua wanita itu lamat-lamat.

"Sebaiknya kamu turuti saja apa kata mama kamu Vi, lihatlah kulitmu saja sudah menghitam,  kalau sampai keluarga teman papa ilfil sama kamu kan kita malu!"  Ucap Arsen menyetujui ucapan istrinya.

"Pa, aku capek! Aku baru saja sampai!" Inggrid mulai emosi.

"Mama harap kamu tidak melupakan janjimu Vivi!" Kata Carolla lagi seraya menatap tajam  raut wajah putrinya.

"Aku sama sekali nggak lupa ma,  tapi bisakah biarkan aku istirahat dulu, aku bahkan baru aja sampai!"

"Oke, pergilah istirahat ke kamar mu!, tapi besok tidak usah ke kampus biar dosenmu saja yang mama panggil ke sini!"  Ucap Carolla semakin membuat Inggrid ingin menangis saja. Pasalnya hanya di kampus ia bisa menjadi dirinya sendiri,  bisa memakan makanan yang dia suka dan bebas melakukan keinginannya.

"Ma, tolong jangan buat aku melakukan hal yang tidak aku inginkan!" Ucap Inggrid pelan.

"Vivi, mama rasa mama tidak pernah mengajarimu menjadi anak yang ingkar,  apa karena dosen yang menyukaimu itu?" Kata Carolla lagi membuat Inggrid terdiam. Sudah tidak heran jika Carolla mengetahui tentang Inggrid dan pak Nino. Bahkan dia sampai menyadap ponsel putrinya itu dan menyuruh salah satu bodyguard untuk mengawasi Inggrid dari jauh. Inggrid tau akan hal itu tapi dia diam saja agar teman-temannya jangan sampai ada yang tau.

"Tidak ada hubungannya sama pak Nino ma!,

"Jangan kamu pikir mama dan papa tidak tau Vivi!, mama sama papa diam karena kamu tidak menerima pernyataan Cinta laki-laki itu,  tapi kalau sampai kamu menerimanya dan mencintai laki-laki itu mama  dan papa sudah sepakat untuk mengirim kamu ke Australia!"

"Ya sudah, lakukanlah apa yang kalian Inginkan, kalian ingin menjadikanku seperti apa terserah kalian, bukankah selama ini juga seperti itu?" Kata Inggrid pasrah sambil terisak, dia sudah terlalu lelah dengan sikap kedua orangtuanya itu.

"Yang kami lakukan itu demi kebaikanmu nak!" Kata Arsen pelan menenangkan Inggrid.

"Kebaikanku yang mana pa? Bukan demi kebaikanku tapi untuk menjaga harga diri kalian yang setinggi langit itu, itulah kenyataannya!"

"Vivi!" Sekarang juga kamu masuk kamar! Dan kamu Yuna, panggil pihak salon sekarang juga!,  aku nggak mau kalau sampai Dewina melihat putriku buluk seperti ini!" Geram Carolla. Keputusannya mutlak tidak bisa dibantah lagi, membuat Inggrid  semakin menangis menahan sakit hatinya.

Awalnya tadi Carolla dan Arsen hendak mengundang teman mereka itu untuk makan malam di rumah mereka beserta anak yang akan dijodohkan dengan Inggrid, tapi begitu melihat Inggrid Carolla menjadi kesal dan Geram karena katanya Inggrid tidak bisa menjaga diri dan menghitam padahal Inggrid tetap sangat Cantik seperti princess tak ada bedanya, tapi dasarnya Carolla dan Arsen ingin selalu semuanya terlihat sempurna maka  Mereka membatalkan acara makan malam itu dan fokus ke Perawatan kulit Inggrid dulu.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang