Danisha meringis melihat hidung Elisha yang sudah tampak memerah karena terlalu banyak menangis, dua jam yang lalu gadis itu datang ke rumah Danisha untuk sekedar curhat tentang permasalahannya dengan Verrel sang kekasih yang sudah empat hari tidak ada komunikasi dengannya. Bahkan ponsel pria itu juga tidak aktif sehingga membuat Elisha semakin sedih dan bingung harus bagaimana itu sebabnya dia menemui Danisha ke rumahnya.
Dan dengan tenang dan setianya Danisha mendengar curhatan Sahabatnya itu, melihat dari ekspresi Elisha bercerita sudah sangat jelas terlihat kalau dia sangat mencintai Verrel, meskipun gadis itu selalu gengsi untuk mengakuinya.
"Jadi udah empat hari kalian tidak ada komunikasi?" Tanya Danisha yang langsung diiyakan Elisha lewat anggukan kepalanya.
"Terus, Lo diam aja?" Tanya Danisha lagi.
"Gue mesti ngapain?" Tanya Elisha polos sambil melap ingusnya dengan tissu.
"Sekarang gue tanya, Lo cinta nggak sama Verrel?"
"Kok Lo malah nanya gitu?"
"Jawab aja Elisha! Lo Cinta nggak sama dia? Ucap Danisha mengulang pertanyaannya.
"Ya kalau nggak cinta, nggak mungkin gue mau pacaran sama dia!"
"Lo mau masalah kalian kelar?" Tanya Danisha dan langsung diiyakan Elisha dengan cepat.
"Temuin dia!"
"Nemuin dia?" Ulang Elisha.
"Iyalah, Lo datangin tuh si Verrel, minta maaf sama dia!"
"Jadi gue yang salah gitu?"
"Maksud Lo gue gitu?" Geram Danisha melihat Elisha yang gengsinya setinggi langit.
"Ya kan tapi....!
"No tapi-tapi!" Sanggah Danisha memotong kalimat Elisha barusan.
"Sha, Lo yang salah! Verrel ngajakin Lo tunangan karena dia cinta sama Lo tapi Lo malah marah-marah, dan Verrel juga negur cara bicara Lo, Lo juga marah-marah padahal Verrel niatnya baik, masih nggak mau mengakui salah Lo?"
Elisha hanya diam menimbang-nimbang kalimat yang diucapkan Danisha tadi, ada benarnya juga apa yang dibilang Danisha pikirnya.
"Danisha, kalau gue ke rumah Verrel salah nggak ya?" Tanya Elisha kemudian setelah diam beberapa saat.
"Salahnya dimana?" Tanya Danisha.
"Ya kan gue cewek, apa kata orang nanti kalau gue datangin Verrel ke rumahnya, kesannya kayak gue kegatelan banget!" Kata Elisha mempoutkan bibirnya sehingga membuat gadis itu tampak terlihat sangat menggemaskan, dan kalau saja Verrel melihatnya sudah pasti laki-laki itu sesak nafas karena tidak kuat menahan godaan menggemaskan di depannya.
"Ribet banget sih Lo kayak ibu-ibu yang suka ngerumpi di komplek tau nggak!" Kesal Danisha.
"Kalau menurut gue nggak apa-apa sha, kan ada Ayu juga tinggal di rumah Verrel!" Kata Danisha lagi.
Elisha kembali diam memikirkan ucapan Danisha tadi, baru setelahnya dia langsung beranjak dari ranjang Danisha tempat dia duduk sedari tadi.
"Mau kemana Lo?" Heran Danisha.
"Ke rumah Verrel!"
"Cuci dulu muka Lo, mata Lo bengkak itu!" Ucap Danisha tapi gadis itu sudah keburu keluar dari kamar Danisha.
Elisha yang kebetulan hari ini mengendarai sendiri mobilnya langsung melajukannya keluar dari pekarangan Danisha, Danisha yang melihatnya dari pintu rumahnya hanya geleng-geleng saja melihat kelakuan temannya itu.
Tidak butuh waktu lama Elisha sudah sampai di depan rumah mewah keluarga Verrel, Elisha menghela nafasnya pelan karena di pekarangan rumah itu dia tidak melihat mobil Verrel dan sudah pasti laki-laki itu tidak sedang berada di rumahnya apalagi sekarang ini kekasihnya itu sedang sibuk-sibuknya bimbingan di kampus.
Meski sedikit ragu, Elisha tetap juga menekan bel rumah Verrel walaupun dia sudah tau kalau Verrel tidak ada di sana. Beruntung Ayu yang keluar bukai Pintu.
"Lho Sha Lo kenapa?" Tanya Ayu langsung begitu melihat raut wajah Elisha yang biasanya selalu tampak Cantik tapi sekarang terlihat begitu kacau karena jejak air mata gadis itu.
"Ay, ada Verrel?" Tanya Elisha mengabaikan pertanyaan Ayu tadi.
"Dia nggak pulang-pulang sejak tiga hari yang lalu!" Jawab Ayu membuat hati Elisha langsung mencelos dan membuat air matanya keluar lagi dari netra cantiknya.
"Gue tau kalau kalau kalian lagi ribut!" Ucap Ayu yang langsung memeluk Elisha , baru kali ini dia melihat Elisha sekacau ini karena sepupunya itu.
"Gue...gue ...!...Bahkan lidah Elisha Kelu untuk sekedar berkata-kata.
"Dia ada di apartemennya, Lo susul ke sana aja! Ntar gue kirim alamatnya!" Ucap Ayu sambil menenangkan Elisha yang masih menangis di pelukannya.
"Atau Lo mau masuk dulu yuk biar Lo tenang!" Ajak Ayu tapi Elisha langsung menggeleng melepas pelukannya.
"Gue mau susul Verrel sekarang aja Ay, tolong kasih tau gue alamatnya!" Ucap Elisha.
"Di Flamboyan lantai 6, dia sendiri pemilik area satu lantai itu!" Jawab Ayu.
"Gue permisi dulu ya Ay!" Pamit Elisha yang langsung beranjak dari hadapan Ayu.
"Hati-hati Lo!"
Elisha hanya mengangguk dan mulai menyalakan mesin mobilnya setelahnya meninggalkan pekarangan rumah Verrel.
"Siapa Yu?" Tanya Gracella mamanya Verrel dari arah dapur .
"Elisha Tante pacarnya Verrel!" Jawab Ayu yang langsung membuat Gracella antusias.
"Kok nggak diajak masuk tadi, Tante kan penasaran liat calon mantu Tante!"
"Elishanya buru-buru Tante mau nemuin Verrel!"
"Itu lagi si Verrel nggak bilang-bilang kalau sudah punya pacar, awas aja nanti kalau dia pulang, Tante introgasi nanti!" Ucap Gracella menggerutu membuat Ayu hanya geleng-geleng sudah terlampau hafal dengan tabiat Tantenya itu.
Kurang lebih sejaman Akhirnya Elisha sampai di depan Apartemen kelas Elite Flamboyan, tanpa ragu-ragu dia langsung masuk menaiki lift menuju lantai enam tempat dimana sang kekasih tinggal.
Tepat setelah pintu lift terbuka, di depannya langsung disuguhi sebuah pintu yang ia yakini adalah pintu unit tempat Tinggal Verrel karena hanya satu itu Pintu di lantai enam.
Elisha menghela nafasnya sejenak untuk menenangkan hatinya, setelah ia rasa cukup tenang barulah ia menemukan bel apartemen itu.
"Adek....!"
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
