Bab 111

655 41 0
                                        


Verrel membawa Elisha ke ruangannya dan mendudukkan gadis pujaannya itu di atas meja kerjanya lalu mengukung kekasihnya itu sambil menatap lekat-lekat paras cantik sang kekasih hatinya.

" Maaf karena mengabaikanmu sayang, salahkan Tuan Cavan itu kenapa memberikan kerjaan bejibun pada kekasihmu ini sayang!" Ucap Verrel seraya mengecup hidung mancung kekasih cantiknya itu.

"Tuan Cavan itu ayahmu!" Kata Elisha singkat.

"Dan Tuan Cavan itu mertua adek!" Kata Verrel lagi sambil tersenyum ganteng.

"Apa sesibuk itu sampai membaca pesan adek pun nggak bisa!" Rengek Elisha mulai mengeluarkan unek-uneknya, dia sudah lupa dengan kalimat yang tersusun dikepalanya tadi.

"Abang nggak tau dimana benda itu sekarang, terakhir Abang letakin di Apartemen dan baterainya lagi habis!"

"Emangnya Abang nggak pulang ke Apart?" Tanya Elisha masih mengerucutkan bibirnya, tidak tau saja dia kalau Verrel sudah dibuat gemes setengah mati.

"Abang nggak pulang sayang, Abang tidur di sini, di ruangan itu!" Sahut Verrel seraya menunjukkan salah satu ruangan yang masih tertutup rapat.

"Terus baju-bajunya gimana?" Tanya Elisha lagi.

"Baju Abang memang sudah  ada di sana sayang, kerjaan Abang banyak banget makanya lembur terus, jadinya Abang malas pulang! Maafin Abang ya!" Ucap Verrel yang masih tetap mengukung kekasihnya itu.

"Iya dimaafin, tapi lain kali jangan diulangi!" Ucap Elisha manja kemudian Verrel membawa tubuh kekasihnya itu ke dalam pelukannya.

" Iya, Abang janji nggak akan kayak gitu lagi!" Ucap Verrel sambil menciumi puncak kepala Elisha.

"Sayang!"...

"Hmmm!...

"Tadi itu adek keren banget lho di depan mama!" Kata Verrel mengingatkan Elisha tentang kelakuannya tadi depan Kedua orangtuanya sehingga membuat gadis itu  langsung melepas pelukannya.

"Gimana kalau Orangtua Abang marah, terus kita malah nggak disetujui?" Tanya Elisha khawatir dan sedikit menyesali tingkah absurd nya tadi padahal itu bukanlah sengaja ia buat-buat tapi  memang karena dorongan rasa kesalnya ke Verrel.

"Kata siapa?" Justru mama lebih suka sama orang yang blak-blakan gitu!" Sahut Verrel tapi belum juga mengurangi rasa khawatir Elisha.

"Maafin adek ya, adek udah buat malu dan meninggalkan kesan buruk saat pertemuan pertama ke orangtua Abang!" Sesal Elisha seraya menundukkan wajahnya tapi langsung di angkat Verrel lewat jari telunjuknya.

"Siapa bilang itu kesan buruk?" Mama sama Papa malah senang,  adek siapin diri aja mungkin dalam waktu dekat ini mama bakalan suruh adek  datang ke rumah!" Kata Verrel yang justru membuat Elisha semakin Was-was.

"Adek takut!".... Lirih Elisha

"Adek yang mulai padahal tadi lho, mana udah manggil mama ibu mertua lagi!"

"Jangan diingatin!" Sewot Elisha menahan malu bercampur Kesal merutuki kebodohannya dan untuk pertama kalinya Elisha menyesal menjadi orang yang blak-blakan.


"Udah nggak apa-apa, nggak usah dipikirin!" Kata Verrel menenangkan Elisha. Kemudian mencuri satu ciuman di bibir mungil Semerah cerry milik kekasihnya.

"Mau pulang!" Kata Elisha kemudian yang langsung mendapat tatapan protes dari sang pacar.

"Kok pulang?" Tanya Verrel nggak terima.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang