Viya menghela nafasnya yang terasa sangat berat, raut wajahnya sama sekali tidak menggambarkan bagaimana isi dalam hatinya, sungguh sangat berbanding terbalik.
Viya mulai merasa tidak enak hati terhadap Andra yang selalu ada bersamanya, laki-laki itu selalu siap dan ada saat Viya butuh ataupun tidak, Itu sebabnya Viya sudah mulai menolak Andra agar tidak lagi mengantar ataupun menjemputnya ke kampus lagian Viya juga punya mobil sendiri, dia nggak mungkin terus- terusan merepotkan laki-laki itu, dan yang pasti Viya sangat menjaga dan membatasi dirinya agar jangan sampai nyaman dengan perlakuan laki-laki itu.
Padahal tidak tau saja dia kalau Andra tengah berusaha membuat Viya agar melupakan Ken mantannya, sekalipun memposisikan dirinya sebagai pelarian Viya, dia rela asalkan gadis itu ceria kembali seperti saat pertama kali ia kenal.
Seperti saat di rumah Danisha tadi, Viya sengaja tidak pulang dulu agar Andra tidak perlu mengantarnya, karena jarak Apartemen Andra dan Apartemen Viya sangat jauh, tapi tanpa disangka-sangkanya Andra malah menunggunya. Mau nggak mau Viya pulang sama Andra juga akhirnya.
Andra menoleh menatap gadis disebelahnya yang tampak diam saja dari tadi.
"Kenapa Vy?" Tanyanya.
Viya langsung merubah mimik wajahnya agar Andra jangan sampai berfikir kalau ia masih saja memikirkan Ken.
"Nggak ada apa-apa, cuma pengen mikir aja gue!" Sahut Viya asal.
"Mikirin gue ya!" Ledek Andra menggoda Viya.
"Diiihhh... Pede banget Lo!"
"Iya juga nggak apa-apa Vy, soalnya gue juga suka mikirin kamu!"
Viya malah diam tidak peduli dengan gombalan Andra barusan, dia kembali menghela nafasnya.
"Andra, mulai besok nggak usah antar jemput gue lagi ya!" Ucap Viya yang langsung membuat Andra menghentikan mobilnya padahal jarak Apartemen Viya masih lumayan jauh.
"Lo risih ya kalau gue antar jemput?" Tanya Andra tapi Viya hanya menggeleng saja.
"Gue nggak mau ngerepotin Lo terus-terusan Andra! Dengan Lo ada aja disaat-saat sedih gue karena putus dari Ken, udah buat gue ngerasa hutang Budi banget apalagi dengan Lo antar jemput gue setiap hari kayak gini, Lo juga pasti punya kesibukan lain, gue nggak bisa ngebalas kebaikan Lo Andra!"
"Kata siapa Lo nggak bisa balas?" Ucapnya.
"Maksud Lo?"
"Jadiin gue sebagai pengganti Ken!"
Seketika Viya langsung mematung, wajahnya langsung menoleh ke Andra. Berharap laki-laki itu bercanda atas ucapannya barusan.
"Gue tau kalau Lo pasti sulit untuk percaya kalau gue bilang gue cinta sama Lo, apalagi Lo baru putus dari Ken dan nggak mungkin mudah bagi Lo untuk Nerima orang baru dalam hidup Lo, tapi memang adanya begitu dan gue juga nggak tau sejak kapan perasaan gue itu ada!" Ucap Andra seraya menatap Viya.
"Lo tau kalau gue baru aja putus dari Ken, dan Lo yang paling tau gimana gue yang kemarin nangisin Ken, tapi kenapa Lo masih ngungkapin perasaan Lo ke gue Andra? Gue nggak mau Lo jadi pelarian gue, gue sama sekali nggak mau Andra!"
"Kalau bersama gue Lo bisa lupain Ken, gue nggak apa-apa Vy, manfaatin gue!" Ucap Andra yang semakin membuat Viya mematung, bagaimana bisa laki-laki itu punya pikiran seperti itu.
"Lo sadar nggak apa yang Lo bilang barusan?" Tanya Viya mulai kesal karena mendengar ucapan Andra tadi.
"Bahkan sangat Sadar Vy!"
"Gue nggak tau lagi mau bilang apa ke Lo, sumpah Lo kok bego banget Andra!" Kesal Viya memukul bahu laki-laki itu pelan.
"Gue nggak minta Lo buat bilang apapun, gue cuma minta jadiin gue pengganti Ken, kasih gue kesempatan buat nyembuhin luka Lo, itu aja!" Ucap Andra semakin membuat Viya terperangah dengan ucapan laki-laki itu.
"Vy,... Boleh kan?" Tanya Andra karena melihat Viya masih juga diam mengunci mulutnya.
"Gue nggak tau Andra!"....lirih Viya.
"Cukup Lo terima kehadiran gue, biarin gue di dekat Lo itu aja! Gue ngerti kok kalau di hati Lo masih ada Ken, gue nggak maksa Lo buat lupain dia, cukup kasih gue ruang sedikit aja!" Kata Andra menatap dalam manik coklat Viya.
"Gue nggak mau jadi orang jahat yang tega manfaatin Lo Andra, Lo ngerti nggak sih!!!...
"Gue nggak nyuruh Lo jadi orang jahat Viya, gue cuma minta Lo biarin gue di dekat Lo, biarin gue terus bersama Lo, biasakan diri Lo Nerima kehadiran gue itu aja!"
"Terserah Lo deh!"... Pasrah Viya pada akhirnya. Capek rasanya meladeni sifat keras kepala Andra, terserah dia maunya apa, yang penting bukan dirinya yang minta laki-laki itu agar terus-terusan bersamanya.
Sedangkan Andra hanya tersenyum manis setelah mendengar jawaban Viya barusan, dengan begitu dia bisa menunjukkan sebesar apa perasaannya pada gadis itu, terkesan memaksa memang tapi Andra tidak ingin melihat Viya dimanfaatin laki-laki lain lagi, terlebih lagi jika suatu saat Ken datang lagi untuk meluluhkan hati Viya dan kembali memanfaatkan keluguan gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Fiksi RemajaKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
