Inggrid langsung memasuki kamarnya setibanya mereka di posko, sedangkan pak Nino ikut bergabung bersama Viya, Andra, Alvan dan Rion yang lagi gitaran di bale. Dosen muda itu berusaha terlihat biasa-biasa saja setelah barusan menerima penolakan dari Inggrid.
Inggrid bukanlah seperti Elisha yang dengan gamblang bisa bersikap ke siapa saja, atau seperti teman-temannya yang lain yang bisa bebas memilih jalan dan untuk siapa mereka jatuh cinta.
Hidup sebagai anak tunggal dan menjadi pewaris satu-satunya di keluarganya membuat Inggrid harus menjaga sikap dan harus siap menerima segala aturan kedua orangtuanya bahkan untuk urusan jodoh sekalipun. Kemarin, seminggu sebelum mereka melaksanakan KKn, Inggrid sudah terlanjur berjanji akan menuruti kemauan orangtuanya asalkan dia diijinkan ikut melaksanakan KKN ke desa ini, dan kedua orangtuanya pun mengijinkan tanpa Inggrid ketahui kalau kedua orangtuanya sudah mengatur dan memiliki maksud tertentu.
Tak ada yang tau bagaimana rasanya menjadi seorang Inggrid Viviana, bagaimana terkekangnya dia, bagaimana dia tumbuh hanya dengan menerima tanpa bisa membantah sekalipun dia bersujud. Aturan orangtuanya adalah perintah mutlak baginya.
Hidup bergelimang harta bukanlah takaran kebahagiaannya, dia tersiksa, dia kesepian, dia sakit, dia ingin di dengar, dan dia ingin bebas tapi tak pernah dilihat orangtuanya. Selama ini dia terlalu pintar bersembunyi dibalik senyumnya, seakan-akan dia adalah orang yang paling bahagia nyatanya dia hanya seperti sandera di rumahnya sendiri.
Jangankan raganya, bahkan hatinya saja seperti bukan miliknya, dia harus membatasi perasaanya sebelum semua terlanjur yang nantinya akan lebih membuatnya sakit.
Danisha yang melihat raut wajah Inggrid yang redup dan sendu seketika langsung mendudukkan dirinya di ranjang,
"Lo kenapa?"tanya Danisha lembut, dia langsung bisa menebak kalau Inggrid lagi tidak baik-baik saja, begitulah Danisha dibalik sikap isengnya, walaupun tingkahnya yang seringkali membuat teman-temannya kesal tapi dia memiliki hati yang luas tempat teman-temannya berkeluh kesah, dia yang paling peka sekalipun hanya dengan melihat raut wajahnya saja. Danisha memiliki hati yang lembut, baik dan tulus.
"Mau cerita?" Tanya Danisha lagi karena Inggrid masih saja diam.
"Gue bingung harus cerita apa ke Lo Danish! Ucap Inggrid terkekeh, tapi Danisha tau kalau itu hanya sandiwaranya saja.
"Tentang pak Nino mungkin! Iseng lagi dianya ..
"Entahlah Danish, gue bingung!"
"Apa yang membuat Lo bingung? Apa perasaan Lo ke pak Nino?"
"Apa yang gue harapin dari perasaan itu Danisha, gue bahkan udah nolak pak Nino sebelum dia ngungkapin ke gue! Ucap Inggrid membuat Danisha diam.
"Bukannya lo juga suka sama pak Nino, kenapa Lo tolak?
"Perasaan gue itu nggak berarti apa-apa lagi Danish, sementara gue aja udah dijodohin sama ortu gue! Ucap Inggrid membuat Danisha menatap iba pada Temannya itu.
"Dan Lo terima gitu aja perjodohan itu?"
"Lo pikir ortu gue menerima penolakan? Sekalipun gue nangis darah, percuma Danish!" Ucap Inggrid membuat Danisha tidak tau harus berkata apalagi.
Danisha sama sekali tidak tau hidup seperti apa yang dijalani Inggrid, dia pikir selama ini hidupnya yang terlalu penuh drama tapi ternyata masih ada Inggrid.
"Ing!".... Lirih Danisha memanggil Inggrid pelan.
"Hmmm...!
"Lo kenal sama orang yang dijodohin sama Lo itu?" Tanya Danisha dan Inggrid hanya menggeleng.
"Katanya anak temen mereka, tapi gue nggak pernah liat! Kata Inggrid lagi.
"Laki-laki itu tau Lo?"
"Kayaknya nggak juga!, soalnya kata mama, nanti aja kalau udah kelar kuliah dikenalin!"
Tiba-tiba pintu kamar mereka diketuka dari luar oleh Viya.
"Ada apa Vy? " Tanya Danisha setelah membuka pintu kamarnya.
"Lo dipanggil Alvan tuh!"
"Ngapain?"
"Mana gue tau!" Lo samperin sana gih!" Kata Viya dan langsung meninggalkan kamar Mereka.
"Alvan itu laki-laki yang baik Danish, beruntung Lo kalau jadi pacarnya!" Ucap Inggrid menggoda Danisha.
"Sok tau Lo!"
"Dihhh... Gue udah temenan lama sama dia, gue hafal banget gimana dia itu! Tadi aja dia cemburu sama Lo yang ditempelin sama Andra! Kata Inggrid sambil senyum-senyum jail seperti bukan dia yang galau barusan.
"Ya udah, gue tinggal dulu ya! Jangan galau lagi Lo!
"Diihh...udah sana, gue mau tidur! Kata Inggrid seraya memukul Danisha pelan pakai bonekanya.
"Nanti-nanti kalau Lo butuh temen cerita, gue siap kok jadi pendengar, jangan galau sendirian, ajak gue! Ucap Danisha sambil memeluk Inggrid sebelum gadis itu keluar.
Hampir saja Inggrid meneteskan Air matanya karena terharu mendengar ucapan Danisha barusan. Selama ini belum pernah ada yang berkata seperti itu ke dia, di KKN ini dia akhirnya tau dan bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki teman.
"Danish! Makasih ya,! Ucap Inggrid sebelum gadis itu benar-benar keluar dari kamarnya. Dan Danisha hanya tersenyum mengerlingkan sebelah matanya, lalu setelahnya dia beranjak keluar dari kamar meninggalkan Inggrid sendirian.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Ficção AdolescenteKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
