Bab 54

1.1K 53 0
                                        


Keesokan harinya Danisha bangun agak terlambat karena memang ia sengaja,  toh dia nggak ngajar lagi seperti biasanya. Kemudian ia meraih jaket denimnya yang ngegantung di balik pintu lalu keluar dari kamarnya meninggalkan Elisha dan Inggrid yang masih tidur saling memeluk boneka masing-masing.

Dia melihat  ada Rania, Viya, Andra dan Rion di bale tengah ngobrol santai,  kemudian menghampiri teman-temannya itu  ke bale.

"Inggrid sama Elisha belu bangun?" Tanya Rania karena memang mereka berempat satu kamar.

"Belum!"

"Teh Danish!" Kata Viya menawarkan teh manis yang sengaja mereka aduk di dalam teko.

"Mau dong, ada Rotinya nggak?" Kata Danisha bertanya, karena memang minum teh manis sambil makan roti sepertinya nikmat.

"Ambil di kulkas sana, semalam gue ada masukin biskuit ke sana!" Kata Rion, Danisha langsung berlari lagi ke dalam posko untukengambil biskuit yang dimaksud Rion.

Di dapur samar-samar ia mendengar suara orang yang tengah berdebat atau bahkan berantem, ia berjalan ke arah belakang dapur dan dengan jelas melihat Rayyan tengah berdebat dengan Ayu. Sudah bisa dipastikan kalau  Rayyan marah hanya karena postingan foto Rion di grup chat semalam,  Semalam ia juga hampir saja bertengkar dengan Alvan tapi untungnya Nggak jadi dan Danisha yakin kalau Elisha sama Rania juga mengalami hal serupa.

Tak ingin ikut campur dengan masalah kedua temannya itu, Danisha langsung beranjak dari dapur, Tapi...

"ASTAGA...!!!!....

"Kamu ngapain?" " buat orang kaget aja!!!... Marah Danisha ke Alvan seraya memukul lengan laki-laki itu karena dia terkejut begitu ia berbalik sudah mendapati Alvan berdiri tegak di belakangnya.

"Kamu sendiri ngapain ngintipin orang lagi berantem?"

"Tadinya aku mau ngambil ini, tapi dengar suara gaduh di belakang  terus aku liat ternyata ada Rayyan sama Ayu lagi ribut!"  Kata Danisha sambil memperlihatkan Biskuit di tangannya.

"Biarin ajalah, lagian wajar kalau Rayyan marah!"

"Terus ini kamu mau ngapain ke dapur?" Tanya Danisha.

"Aku baru bangun, karena liat kamu di dapur makanya aku samperin, kangen akunya!" kata Alvan sok manja.

"Kita tiap hari lho ketemu, satu rumah, boong banget kalau kamu bilang kangen!"

"Ckk... Kamu susah banget diajak romantis!" Bilang iya aja gitu kek apa susahnya!" Alvan malah merajuk.

"Diiihhh... Merajuk nih ceritanya?"

"Siapa yang merajuk?"

"Kamulah, siapa lagi!

"Dibilang nggak kok, itu biskuit mau dibawa kemana?" Tanya Alvan.

"Ke Bale!"

"Ada tehnya?" Tanya Alvan lagi.

"Ada!"

"Oh, ya udah kamu duluan aja ke bale, aku mau cuci muka dulu!" Kata Alvan.

"Nggak mandi?"

"Nggak mandi juga  kamu tetap mau kok!"

"Diiihhh... Jorok!"

"Emang kamunya udah mandi?"

"Belum hehhehe....!"

"Dasar...!" Alvan tertawa sambil menjawil hidung pacarnya itu.

"Ya udah, aku ke bale dulu ya!" Ucap Danisha langsung beranjak dari Dapur dan Alvan masuk ke kamar mandi menyisakan Ayu dan Rayyan yang belum kelar-kelar berantemnya.

"Ambil Roti aja lama banget Lo Danish!" Protes Viya yang udah nungguin dari tadi.

"Ngintipin Ayu sama Rayyan berantem tadi di belakang!" Jawab Danisha santai sambil mendudukkan dirinya di samping Rion.

"Berantem kenapa?" Tanya Andra.

"Gara-gara yang semalam lah!"  Gue juga kena marah sama Alvan semalam tapi udah baikan lagi?" Ucap Danisha setelah itu langsung memasukkan biskuit kemulutnya.

"Gue juga sama Alex,  tapi udah baikan juga kok!" Ucap Rania menimpali.

"Gue yakin Elisha juga sama, Verrel kan bucin banget ke Elisha!" Kata Viya  .

"Lagian kalian juga, udah tau punya pacar posesif masih nyari gara-gara!" Ucap Andra menatap satu persatu temannya itu.

"Dan sumber masalahnya Rion hahaha...!" Kata Danisha tertawa.

"Itu Ayu emang kebangetan deh, udah gitu di post ke grup padahal dia tau ada Rayyan di grup itu!" Ucap Rion.

"Kalau nggak gitu bukan Ayu namanya!" Kata Viya  tertawa.

Kemudian Alvan berjalan menghampiri mereka ke bale dan langsung mendudukkan badannya di sebelah Danisha.

"Nih...!" Kata Danisha memberikan segelas teh manis hangat ke Alvan yang langsung diterima laki-laki itu dan meminumnya.

"Alex masih tidur  kayaknya nih, gue bangunin dulu ya!" Ucap Rania sambil beranjak dari bale.

"Lo bangunin mau ngapain sih Ran, kan udah nggak ngajar lagi!" Kata Danisha membuat gadis itu menghentikan langkahnya.

"Biar nggak kebiasaan bangun siang, emang laki Lo molor terus!"

"Nggak usah bawa-bawa gue!" Protes Alvan tapi Rania bodo amat terus aja jalan masuk ke posko.

Alvan masih menikmati teh manis hangat di gelasnya, sesekali ngemilin biskuit yang dibawa Danisha tadi dalam diam, wajahnya masih seperti orang mengantuk tapi matanya fokus ke ponselnya.

"Nanti acara perpisahannya jam berapa? Katanya tanpa mengalihkan tatapannya dari ponsel ditangannya.

"Habis makan siang kayaknya, soalnya Pak Kades bilang gitu tadi pas gue telpon!" Jawab Rion.

"Ini kita beneran nggak perlu mempersiapkan apa-apa?" tanya Viya memastikan.

"Iya, pak kades yang bilang gitu semalam, kita hanya di suruh datang aja!" Jawab Rion karena memang rencana yang mereka buat sudah lebih dulu direncanakan pak Kades tentang perpisahan mereka dengan warga desa. Dan pak kades meminta mereka untuk tidak perlu menyiapkan apa-apa karena warga yang sudah mempersiapkan semuanya katanya  sebagai tanda terimakasih mereka.

"Gue mandi dulu akh, gerah gue!" Pamit Andra langsung beranjak dari bale.

"Lo mau kemana Danish?" Tanya Viya karena Danisha ikut beranjak dari bale.

"Gue mau bangunin Elisha sama Inggrid, ntar gue balik lagi!" Jawab Danisha.

"Masih lama lagi Danisha, biarin ajalah!" Kata Viya lagi.

"Bukan masalah waktunya, tapi tidur dijam-jam seperti ini nggak baik buat kesehatan!"

Danisha langsung berlari kecil ke kamarnya meninggalkan Viya, Rion Dan Alvan di bale.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang