Danisha tengah duduk selonjoran di karpet sambil menikmati martabak manis yang dibelikan Rayyan untuknya, sementara Rayyan dan Ayu duduk di sofa, mereka bertiga tengah menonton drama korea di Televisi.
"Tante Sandara pulang jam berapa Danish? Tanya Ayu.
"Mungkin sebentar lagi, itu pun kalau nggak ada pasien mendadak!" Sahut Danisha disela-sela kunyahannya.
"Alvan sering ke sini?" Tanya Rayyan tiba-tiba.
"Kalau ada mama aja, kalau nggak ya nggak mampir kalau pas nganterin gue!"
Danisha menyudahi makannya tapi masih duduk lesehan di lantai,
"Kenapa emangnya kalau Alvan sering ke sini?" Tanya Ayu
"Gue nggak yakin sama anak itu kalau berduaan di rumah sama Danisha!" Sahut Rayyan.
"Nggak usah curigaan sama orang, toh kalaupun terjadi sesuatu kan tinggal dinikahin doang!" Ucap Danisha ngasal dan langsung mendapat sentilan keras di jidatnya.
"Awwww....sakit Rayyan!!!... Pekik Danisha seraya menggeplak kaki Rayyan.
"Ngomong kok nggak mikir dulu!" Dumel Rayyan masih menatap tajam ke Danisha.
"Emang gue nggak mikir! Karena Pikiran gue udah penuh sama permintaan Tante Renatta dan om reinard!" Ucap Danisha yang langsung membuat Rayyan terdiam.
"Kalau gue menolak, gue jahat banget nggak Ray?" Tanya Danisha ke Rayyan.
Danisha melihat ke Rayyan menunggu jawaban laki-laki itu,
"Lo memang sudah seharusnya menolaknya Danish!, Tante Sandara juga butuh Lo! Tante Sandara yang selama ini berjuang ngebesarin Lo sendirian, tentang sakitnya mama nggak usah Lo pikirin!" Jawab Rayyan yang kemudian langsung mendapat pelukan dari Danisha.
"Makasih ya, gue pikir Lo marah sama gue karena memilih untuk tetap bersama mama!" Lirih Danisha dengan mata yang sudah mulai mengembung.
"Bahkan gue akan meyakinkan mama dan papa agar mereka mau menerima keputusan Lo!" Ucap Rayyan seraya mengusap lembut rambut panjang gadis itu.
Ayu yang melihat interaksi sang kekasih dengan sahabatnya itu merasa terharu sampai-sampai ia menitikkan air matanya karena mengingat kalau dia pernah cemburu pada kedekatan Rayyan dan Danisha.
"Waaahhhh.... Bener-bener minta dipatahin leher Lo ya!!!... Tiba-tiba Alvan sudah ada di ruang tamu dengan melipat kedua tangannya di dada. Sehingga membuat Rayyan dan Danisha terkejut. Dan setelahnya menyusul Sandara yang masuk ke dalam rumah.
"Lho... Ada Rayyan sama Ayu ternyata!" Sapa Sandara sambil tersenyum ramah.
"Kok mama bisa pulang bareng sama Alvan?" Tanya Danisha heran tanpa memperdulikan raut masam di wajah kekasihnya itu.
"Tadi mama ngobrol dikit sama Alvan, lagian mama nggak bareng pulangnya, cuma karena Katanya Alvan ada yang mau diomongin sama kamu makanya ikut ke mari!" Sahut Sandara.
"Ya..sudah mama tinggal dulu ya, Rayyan, Ayu, Al! Tante tinggal dulu ya!"
"Iya Tante!" Sahut mereka serempak.
Setelah Sandara masuk ke dalam kamarnya, Alvan kembali melayangkan tatapan horornya ke Rayyan.
"Santai aja Lo, nggak usah gitu liatin gue!" Sarkas Rayyan.
"Gue nggak bisa santai ngeliat Lo peluk-peluk pacar gue!"
"Heh... Danisha itu adek gue ya!"
"Gue nggak peduli!"
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
