Jika pasangan Alvan dan Danisha lebih memilih stay di hotel karena Alvan mager buat nyetir atau jangan-jangan Alvan malah punya niat terselubung modusin istri polosnya itu, bukannya Rayyan dan Ayu yang melepas masa lajangnya malah Alvan dan Danisha yang melakukannya.
Lain halnya pasangan Verrel dan Elisha yang memilih untuk pulang dengan suasana di dalam mobil yang sedikit berbeda. Berbeda karena biasanya Verrel akan selalu merayu, menggoda bahkan selalu berkata-kata manis pada kekasih Cantiknya itu dan ditanggapi oleh rengekan manja oleh si cantik tapi kali ini suasananya hening, hanya suara klakson mobil yang saling bersahutan menemani perjalanan mereka.
Elisha sesekali mencuri pandang ke Verrel yang sejak tadi diam fokus pada jalanan di depannya, aura dingin laki-laki itu sedikit membuat Elisha tidak berani untuk sekedar bertanya. Elisha tau bahkan sangat tau kalau sekarang ini Verrel tengah menahan kekesalannya, harusnya Elisha membujuk atau merayu seperti yang biasa dilakukan Verrel padanya kalau lagi merajuk, tapi Elisha mana mau, gengsinya terlalu tinggi untuk melakukan hal itu.
Bukan hanya sekali ini perang dingin terjadi pada hubungan mereka, bahkan ini sudah yang ketiga kalinya, tapi Elisha belum juga belajar pada kejadian yang sudah-sudah, egonya yang setinggi langit itu membuatnya enggan untuk sekedar membujuk Verrel dan berakhir Verrel lah yang mengalah pada akhirnya. Salahkan dia yang terlalu mencintai Elisha.
Melihat Verrel mengunci mulutnya dan tidak sekalipun melihat ke arahnya membuat Elisha sedih bahkan kelopak matanya mulai mengembun, tapi buru-buru ia tepis. Ia tidak mungkin mau kalau sampai Verrel melihatnya lemah seperti ini hanya karena didiami Verrel. Padahal andai saja Elisha tau kalau saat ini Verrel hanya ingin memberi pelajaran pada kekasih cantiknya itu agar jangan selalu memberinya harapan-harapan kosong dengan candaan ajakan menikah dari gadisnya itu.
Sudah sangat sering rasanya Elisha berkata demikian membuat Verrel yang memang sudah menginginkan pernikahan itu berharap kalau Elisha serius dengan ucapannya, bahkan Verrel sudah sempat memilih gedung yang berakhir ia batalkan karena Ternyata Elisha hanya bercanda saja. Ibaratnya seperti Verrel sudah semangat-semangatnya menyiapkan pernikahannya, eh malah mencelos lagi karena ternyata hanya candaan Elisha saja. Sekali dua kali mungkin dia masih berlapang dada memaafkan gadisnya itu tapi kalau terlampau sering, dia tidak sesabar itu. Ada masanya dia jengah juga contohnya seperti sekarang ini.
Mobil berhenti di depan gerbang rumah Elisha tapi gadis itu belum juga beranjak turun malah duduk diam menunduk memilin jemarinya yang saling bertaut. Pun Verrel juga ikutan diam menyandarkan kepalanya seraya memejamkan kedua matanya. Hingga menit ke lima belas Elisha mulai melirik kekasihnya itu, dan dengan ragu-ragu menyentuh lengannya membuat si empunya langsung melihat ke arah kekasihnya itu yang kini menatapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Adek... Kenapa nangis? Abang kan udah bilang kalau Abang nggak suka liat adek kayak gini!" Ucap Verrel seraya mengusap lembut kelopak mata Elisha, diperlakukan seperti itu oleh Verrel malah membuat Elisha semakin menangis. Bahkan sudah semarah itu tapi Verrel masih bisa memperlakukannya dengan lembut, lantas apa lagi yang membuat Elisha meragukan Verrel?.
"Ma-mmaaf....!" Lirih Elisha sesenggukan.
"Iya dimaafin, jangan nangis lagi, sini peluk Abang!" Ucap Verrel lembut sambil menarik tubuh kekasihnya kedalam pelukannya.
Bukannya mereda, tangis Elisha semakin terisak seraya mengeratkan pelukannya pada tubuh Verrel, sehingga membuat Verrel berkali-kali membubuhkan kecupannya di puncak kepala gadis itu.
"A-adek...nggak bercanda! Adek serius!" Lirih Elisa pelan, tapi Verrel hanya tersenyum saja menanggapinya sehingga membuat Elisha mengurai pelukannya dan menatap pacar gantengnya itu.
"Adek...serius dengan ucapan adek tadi!" Katanya lagi mengulangi.
"Jangan dipaksakan kalau adek belum siap, Abang masih bisa kok nungguin adek!" Sahut Verrel dengan jemarinya yang kembali mengusap kelopak mata indah Elisha untuk menghapus jejak air mata gadis itu.
"Adek nggak terpaksa, adek udah bilang ke mama, papa juga udah tau!" Kata Elisha lagi yang langsung membuat Verrel mematung tidak percaya.
"Adek sengaja nungguin papa pulang dulu dari luar negri baru adek cerita, semalam adek jujur sama mereka, dan papa minta buat bertemu Abang dulu, karena papa belum bisa melepas adek sebelum kenal sama Abang!" Jujur Elisha lagi sehingga membuat Verrel akhirnya sadar dan mulai tersenyum lega plus bahagia.
"Maafin adek kalau sering becandain Abang!" Kata Elisha seraya menundukkan kembali wajahnya. Ia sadar karena sudah terlalu sering membuat kesal kekasihnya itu. Bahkan hal serius seperti ini pun ia buat bercandaan.
"Maafin Abang juga ya udah diamin adek tadi!" Kata Verrel menjawil hidung mancung kekasihnya itu.
Elisha tak menjawab tapi tersenyum manis bahkan sangat manis dengan deretan gigi kelincinya, sehingga membuat Verrel tidak tahan untuk tidak mencium pacar cantiknya itu. Buktinya sekarang dia sudah berhasil meraup bibir Semerah cerry milik Elisha, dilumat dengan lembut serta dia sesap bergantian dan jangan lupakan tangan nakalnya yang sudah bergerak bebas kemana-mana. Ingatkan keduanya kalau Meraka masih beraha di dalam mobil dan masih di depan gerbang rumah Elisha.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
