Bab 52

1.1K 58 1
                                        


Hari ini Inggrid, Rion dan Alex yang bertugas untuk piket,  Di dapur hanya ada Inggrid sendirian sedang menggoreng ikan untuk lauk makan malam mereka. Danisha yang sengaja ke dapur mendekati gadis itu.

"Masak apa Ing?"

"Cuma goreng ikan doang sama buat sayur sup, Lo  lagi sibuk nggak? Tanya Inggrid balik.

"Nggak, kenapa emangnya?

" Bisa tolong bantu buatin sambel kecapnya nggak? Lo tau sendiri kan kalau gue piketnya bareng Rion dan Alex,  tuh anak berdua taunya cuci piring doang!"  Keluh Inggrid membuat Danisha tertawa karena memang laki-laki di posko yang bisa masak cuma Alvan, Andra dan Rayyan doang.

"Iya, biar gue aja yang buat sambel kecapnya!" Kata Danisha yang langsung mengambil bahan-bahannya.

"Ini ditaruh dimana Ing?" Tiba-tiba Alex datang dari arah belakang sambil membawa Mangkok  berisi Ayam yang sudah dipotong-potong.

"Sini!"

"Ada lagi yang mau dikerjain?" Tanya Alex masih berdiri di dekat kompor bersama Inggrid.

"Rion mana?" Tanya Danisha

"Masih di belakang cuci piring!"

"Bantuin dia aja sekalian bawa ini!" Kata Inggrid sambil menyodorkan wajan bekas penggorengannya tadi.

"Panas lho Ing!" Keluh Alex karena tangannya langsung menyentuh pinggiran Wajan.

"Laaah ... Lo yang langsung megang dah tau nih wajan baru dipake!"

"Pakai ini Lex!" Kata Danisha memberi Alex kain lap yang langsung diterima laki-laki itu.

Inggrid kembali fokus ke masakannya sedangkan Danisha juga fokus  membuat sambel kecapnya karena bagi Inggrid sop Ayam lebih nikmat kalau ada sambel kecapnya.

"Ing!"

"Hmmm!"...

"Lo dah kelar masak? Tiba-tiba Raina ke dapur sambil menenteng kantongan plastik.

"Belum kenapa?" Sahut Inggrid.

"Gue dikasih Jamur  kuping sama Bu Nanik istrinya Pak Kades, dimasukin ke sop-nya makin enak tuh!"

"Boleh, tapi nanti aja masukinnya!" Kata Inggrid sambil memindahkan jamur yang dibawa Rania ke mangkok.

"Ada yang perlu gue bantuin nggak nih?" Tanya Rania lagi sambil melihat Danisha yang sebentar lagi kelar dengan sambelnya.

"Kayaknya nggak ada lagi Ran, semua dah beres kok, tinggal matengin sop-nya lagi!"

"Oh, kalau gitu gue ke depan ya!" Sahut Rania langsung beranjak ke luar dari dapur.

Setelah Rania, kini Elisha yang berjalan ragu-ragu ke dapur, tampak Inggrid masih fokus dengan masakannya sehingga dia tidak menyadari kedatangan Elisha.

"Ing...!" Lirih Elisha memanggil Inggrid pelan sehingga membuat Inggrid menoleh menatap Elisha begitu juga dengan Danisha.

"Gue...gue ...minta maaf ya soal semalam!" demi Tuhan gue nggak bermaksud buat nyinggung  Lo, gue cuma iseng tapi keisengan gue malah nyakitin Lo!" Ucap Elisha sambil terisak, Inggrid yang melihatnya jadi nggak tega, dia langsung memeluk Elisha dan malah membuat gadis itu semakin menangis.

"Iya, gue udah maafin kok, jangan nangis lagi nanti kepala Lo sakit!" Kata Inggrid tersenyum sambil mengurai pelukannya.

"Kita masih temenan kan?" Tanya Elisha ragu-ragu.

"Ya masih lah!" Sahut Inggrid sambil tertawa, kalau lagi nangis Elisha tambah lucu karena hidungnya yang memerah.

"Gue juga minta maaf ya Sha dah bentak Lo semalam!" Kata Danisha menggenggam jemari Elisha setelah dia mencuci tangannya. Elisha tersenyum senang menganggukkan kepalanya.

"Sepasang partner kejahatan sudah baikan, sebentar lagi alamat kumat lagi iseng nih bocah berdua!" Kata Alex nimbrung setelah selesai dengan cucian piringnya.

"Diam Lo!" Ucap mereka serentak, kudian saling tatap lalu setelahnya tertawa bareng.

Malamnya selesai mereka makan malam, mereka berkumpul untuk membahas rencana perpisahan mereka dengan warga desa karya Indah.

"Jadi rencananya kita buat acara apa ni?" Tanya Rion selaku ketua.

"Nggak usah pakai acara apa-apa kalau menurut gue, minta tolong aja ke pak Kades buat ngumpulin warga di balai warga atau di aula desa, setelahnya  kita sampaikan maksud dan tujuan kita!" Usul Alex .

"Berarti kita harus ada konsumsi lagi dong! Kata Inggrid.

"Sisa kas kira-kira masih cukup nggak Ing?" Tanya Rion.

"Konsumsinya apa dulu? Kalau menurut gue kita konfirmasi dulu ke pak Kades, nah nanti pasti ada kan usulan dari pak kades!"

"Naah, gue setuju Ing!" Apapun usulan dari pak kades bisa kita pertimbangkan dan kita sesuaikan dengan dana kas kita!" Ucap Danisha yang tampak betah nyanderin kepalanya di bahu Alvan.

"Perasaan tadi gue ngomong gitu deh!" Kata Alex sedikit kesal.

"Perasaan Lo nggak ada bilang gitu deh Lex! Bantah Danisha mulai usilnya.

"Menurut Lo baiknya gimana Al?' tanya Rion.

"Kalau menurut gue kita putuskan dulu acara seperti apa yang akan kita buat, terus kita sampaikan ke pak kades, kalaupun ada usulan dari pak kades lagi bisa kita pertimbangkan!

"Naaahhh..gitu ma...

"Lo diam dulu Alexander Raksana!" Ucap Rania memotong kalimat pacarnya itu.

"Kicep kan Lo!"

"Kamu juga jangan usil terus sayang!" Kata Alvan menegur Danisha yang langsung membuat gadis itu cemberut.

"Ada yang mau nemenin gue ke rumah pak Kades? Tanya Rion.

"Ngapain?"

"Ngomongin acara ini lah!" Jawab Rion.

"Gue mager! Sahut Inggrid.

"Kalian yang cowok-cowok aja lah yang pergi!" Kata Ayu yang langsung disetujui para cewek-cewek.

"Ya udah, ayo jangan kelamaan ntar pak kadesnya keburu tidur!" Kata Rion membuat kelima laki-laki lainnya ikut beranjak.

"Aku pergi dulu ya!" Pamit Alvan mengusak lembut rambut Danisha dan gadis itu hanya mengangguk mengiyakan.

Setelah kepergian para laki-laki itu, Inggrid dan Danisha masih betah duduk di ruang tamu, kalau Elisha lagi nyeduh susu hangat di dapur sedangkan Ayu, Rania dan Viya langsung masuk ke kamar masing-masing.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang