Bab 141

635 46 2
                                        

Danisha mengerjab lalu memicingkan matanya karena sinar matahari sudah mengintip lewat celah gorden jendela kamar hotel yang mereka tempati,  Danisha mengamati sekitarnya lalu melihat ke arah tangan pucat yang masih melingkari pinggangnya, memeluknya dengan begitu erat sehingga membuatnya seketika  tersadar dengan statusnya yang sudah resmi menjadi seorang istri dari orang yang memeluknya kini.

Ingatannya kembali pada apa yang mereka lakukan tadi malam, bagaimana Alvan yang begitu gagahnya tanpa mengenal lelah menggaulinya hingga beberapa kali sehingga sekarang ia harus bangun dengan tubuh yang remuk dan ngilu.

Kemudian Danisha pelan-pelan melepaskan pelukan Alvan dari pinggangnya karena ia harus membersihkan dirinya yang terasa lengket.

"Aaakkkkhhh.... Ringis Danisha merasakan sakit pada selangkangannya begitu ia ingin berdiri, karena ringisannya cukup kuat sehingga membuat Alvan membuka matanya dan langsung terduduk menatap khawatir pada Danisha.

"Sakit banget ya sayang, maafin aku  ya!" Kata Alvan merasa bersalah

Namun Danisha masih meringis sambil menundukkan kepalanya mencoba menahan rasa sakitnya dan perlahan-lahan mulai berdiri. Tanpa aba-aba Alvan langsung menggendong Danisha ke kamar mandi, mulak melepas satu persatu piyama wanitanya itu dengan perlahan-lahan tapi langsung di tahan oleh Danisha.

"Mau apa lagi?" Kata Danisha menatap curiga pada suaminya itu seraya menahan tangan Alvan yang hendak  membuka kancing piyamanya.

"Memandikan mu sayang, ke kamar mandi tadi mau mandi kan?" Kata Alvan lembut sambil menyingkirkan tangan Danisha yang masih menahan tangannya.

"Hanya mandi ya, jangan menipuku!" Ucap Danisha melotot garang pada suaminya itu tapi malah menjadi gemes di mata Alvan.

"Iya, tapi nggak janji!"

"ALVAN!!!!!.... Pekik Danisha.

"Suami kamu di sini sayang nggak usah teriak, teriaknya kalau lagi di bawahku saja!" Kata Alvan lagi yang langsung mendapat cubitan maut dari Danisha di perutnya.

"Awww...sakit sayang!"

"Biarin, makanya jangan mesum!"

"Padahal dimesumin itu enak lho sayang!" Kata Alvan lagi masih menggoda Danisha tapi tangannya sudah mulai membasahi Tubuh istrinya itu dengan Air hangat, lalu menggosoknya dengan lembut dan Aroma body wash yang juga begitu lembut sehingga membuat Danisha merasakan rileks kembali.

Dengan telaten Alvan memandikan Danisha, setelah selesai Danisha kembali ia gendong tentu saja setelah menutup tubuh istrinya itu dengan handuk, ia tidak ingin kembali menerkam tubuh istrinya itu karena ia tau kalau milik istrinya itu masih sakit, tadi saja sewaktu memandikan Danisha ia sudah mati-matian menahan nafsunya.

Memakaikan kembali piyama yang baru dan wangi ketubuh istrinya sudah, kini Alvan dengan telaten mengeringkan rambut Danisha dengan Hairdryer, perlakuan manis Alvan membuat hati Danisha menghangat. Selembut dan semanis itu Alvan memperlakukannya setelah tadi malam menerkam tubuhnya dengan tidak ada ampunnya. Meskipun Danisha masih merasakan sakit pada miliknya karena ulah Alvan  tapi semua  itu termaafkan karena perlakuan  manisnya barusan.

"Cantiknya istriku!" Kata Alvan seraya mengecup pelan kening Danisha setelah ia selesai menyisir rambut istrinya itu.

"Terimakasih suamiku!" Ucap Danisha yang juga mencium pipi Alvan sebelah kanan.

"Pakai make up sendiri bisa kan? Soalnya suami mu ini nggak ngerti memakaikannya sayang!" Kata Alvan lagi sambil mengeluarkan beberapa peralatan make up dari laci meja rias.

"Bagaimana bisa semua ini sudah tersedia di sini? Dengan merk yang sama pula dengan yang biasa aku pakai!" Kata Danisha heran bercampur bingung karena seingatnya ia tidak membawa peralatan make up-nya.

"Aku yang meminta mama menyiapkannya sayang!"

"Kok jadi ngerepotin mama? Aku nggak apa-apa kalau nggak pakai make up!" Kata Danisha merasa tidak enak hati.

"Mama cuma kasih perintah lalu salah satu maid yang menyiapkannya sayang!" Jawab Alvan.

"Makasih ya sayang!" Kata Danisha karena merasa terharu atas perhatian Alvan yang begitu peduli padanya sampai-sampai ke hal terkecil sekalipun.

"Tumben bilang sayang tanpa disuruh dulu!" Goda Alvan tersenyum dengan tengilnya.

"Ya sudah kalau nggak mau!" Sewot Danisha.

"Cup!"

"Jangan ngambek kalau nggak mau kita mengulangi yang tadi malam lagi!" Ucap Alvan setelah mencuri satu ciuman di bibir Danisha.

"Iya nggak ngambek!" Jawab Danisha cepat karena ia sudah was-was duluan mendengar ancaman Alvan barusan sehingga membuat Alvan terkekeh gemas.

"Ya sudah, aku mandi dulu ya sayang! Nanti agak siangan kita ke rumah mama!" Ucap Alvan seraya beranjak dari hadapan Danisha.

Danisha tersenyum menatap punggung Alvan sebelum hilang di balik pintu kamar mandi. Ia tidak menyangka Alvan bisa semanis tadi, Selama mengenal Alvan tidak sekalipun Alvan tidak bersikap lembut padanya, dulu juga di awal-awal kenal laki-laki itu, Alvan selalu bersikap lembut padanya meskipun masih irit dalam berbicara tapi dari cara dia bersikap selalu bisa membuatnya Nyaman.

"Ssssshhhh...! Danisha mendesis kala ia berdiri rasa perih di bagian miliknya masih terasa mengganggu tapi tetap saja ia harus membiasakannya karena tidak lucu kalau cara jalannya tidak bener di hadapan mertuanya nanti.

Danisha sedikit heran ketika ia membuka koper milik Alvan, semua baju di dalamnya hanya satu warna saja yaitu hitam, sampai-sampai Danisha berfikir kalau suaminya itu Alergi dengan warna lain.

Setelah menyiapkan pakaian untuk Alvan, Danisha mulai memoles tipis-tipis wajahnya dengan make up sambil memesan makanan untuk sarapan mereka karena perutnya juga sudah mulai ribut minta di isi.







KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang