Bab 68

989 54 1
                                        


RAYYAN!!!....

Kedatangan Sandara menghentikan kalimat Rayyan barusan karena posisinya mereka masih berdiri di depan pagar rumah Danisha.  Dan nggak lama kemudian disusul kedatangan Renatta dan Reinard.

"Loh...Tante Renatta dan Om.....

"Danish,  masuk ke rumah sekarang!" Ucap Sandara memotong kalimat Danisha.

"Tapi ma...."

"Mama bilang masuk ke rumah!"

"Nggak ma,  biarkan  Danish mendengar ucapan Rayyan barusan!" Batah Danisha.

"Tadi Rayyan belum siap ngomong mama keburu datang!" Lanjutnya lagi.

"Ray, Lo mau bilang apa tadi?" Tanya Danisha langsung ke Rayyan.

Rayyan menatap satu persatu  mulai dari Sandara yang menatapnya dengan tatapan memohonnya, Reinard dengan tatapan khawatirnya dan  hanya Renatta yang tampak tenang. Kemudian tatapan beralih menatap Danisha yang masih bingung mencerna keadaan.

"Aku atau kalian yang jelasin ke Danisha ma, pa, Tante? Bagaimanapun juga Danisha berhak tau!" Ucap Rayyan yang semakin membuat Danisha bingung serta penasaran.

"Apa sih?" Tanya  Danisha semakin penasaran.

"Nggak ada apa-apa nak, kamu masuk aja ke dalam kamu nggak kuat dingin!" Lirih Sandara  membuat Rayyan mendengus.

"Biarkan Dara! Biarkan Danisha tau kalau......!

"NGGAK MAS!!...bantah Sandara cepat menghentikan Reinard dengan Suara yang meninggi tanpa mereka sadari sikap mereka justru membuat Danisha mencurigai sesuatu.

"Emangnya ada apa ma? Kenapa aku nggak berhak tau, sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dariku?"

"Ray, tadi Lo mau ngomong kan, bilang apa yang mau Lo bilang ke gue!" Kata Danisha memaksa Rayyan dan sedikit menggerakkan lengan laki-laki itu.

"Danisha.....

"Ma, sebenarnya ada apa ini? Jangan membuatku seperti orang bodoh kayak gini!  Sebenarnya apa yang kalian tutupi dariku?" Kata Danisha setengah memohon.

"Tadi siang aku ke rumah sakit buat ketemu mama, tapi yang Danish lihat mama lagi ngobrol sama om Reinard hal itu saja sudah membuatku bertanya-tanya,  tapi saat itu aku masih bisa untuk menahan diriku agar tidak ikut campur tadi, apalagi sekarang ma, Tante Renatta dan Om di sini semakin membuat Danish bingung ma, tolong untuk sekarang jelasin semuanya!" Ucap Danisha lagi hampir menangis.

"Danisha... Dia..."  Tunjuk Rayyan ke arah Reinard, ia sudah tidak tahan untuk tidak memberitahu Danisha, semuanya terlalu berbelit-belit baginya.

"Dia adalah orang yang Lo cari selama ini, dan dia  adalah orang yang ingin Lo lihat selama ini!" Ucap Rayyan.

"Maksud Lo apa Ray??" Danisha masih bingung.

"Dia...dia... Dia adalah papa mu nak, papa kandungmu!" akhirnya dengan berurai air mata Sandara memberitahu Danisha.

"Hehehehe ... Mama jangan becanda!" Danish terkekeh, padahal jantungnya terasa berhenti berdetak.

"Mama nggak bercanda nak, yang kamu panggil Om Reinard itu adalah papa kandungmu!" Ucap Sandara lagi meyakinkan putrinya sementara Reinard mematung menatap Danisha dengan perasaan yang campur aduk.

"Danisha..., apa yang dibilang mama kamu benar nak, Om Reinard papanya Rayyan  adalah Papa kandungmu!" Kata Renatta pelan, kemudian ia menceritakan  semuanya Ke Danisha tanpa ada yang ditutupi lagi, Danisha berhak tau semuanya.

"Nggak...nggak mungkin! Heheheh...kalian bercanda kan?"  Danisha masih terkekeh sulit mempercayai apa yang ia dengar barusan. Ia memang sangat ingin bertemu dengan ayah kandungnya tapi bukan begini jalan cerita yang ia inginkan. Bahkan dirinya hadir ke dunia ini karena sebuah kebohongan.
Danisha  belum bisa menerima itu, lebih baik rasanya ia memilih untuk tidak tau siapa ayah kandungnya jika ternyata jalan ceritanya seperti ini.

Perlahan-lahan dia mundur ke belakang, dia tertawa tapi dia juga menangis,  menertawai  dirinya sambil menahan hatinya yang sakit, marah dan kecewa bercampur menjadi satu.

"Danisha....!" Panggil Reinard lirih seraya melangkah mendekati putrinya itu.

Danisha  menggeleng dan masih mundur perlahan-lahan, ia melihat ke Sandara yang hanya menangis menatapnya, kemudian tatapannya tertuju pada sosok yang baru saja ia ketahui kalau itu papa kandungnya.

Danisha nggak tau harus bagaimana, amarahnya semakin menguasai hatinya.  Kemudian Danisha berlari keluar dari gerbang rumahnya, dia perlu sendiri, dia butuh waktu dan dia ingin menenangkan dirinya.

Rayyan tidak tinggal diam, dia beranjak menyusul Danisha, dan baru beberapa meter Danisha berlari tubuhnya terpental dihantam sesuatu yang keras sampai-sampai mulut dan hidungnya mengeluarkan Darah.

"DANISHA!!!!!......



KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang