Bab 57

1.2K 69 4
                                        


Setelah Rion menyudahi acara ngumpul mereka, Inggrid dan Rania langsung masuk ke dalam kamarnya, kalau Elisha lagi ngerayu Verrel buat jajan keluar, Ayu sama Viya memilih packing barang-barangnya dan Kalau Rayyan, Andra, Alex dan Rion memilih duduk -duduk santai di bale. Sedangkan Alvan lagi memandangi Danisha  beresin gelas-gelas mereka di ruang tamu.

"Kok nggak ikut ke bale bareng mereka?" Tanya Danisha.

"Keluar yuk!" Bukannya menjawab Alvan malah ngajakin Danisha keluar.

"Keluar kemana?"

"Kemana aja, namanya juga jalan-jalan!" Sahut Alvan.

"Tapi udah malam lho Al!"

"Yang bilang siang siapa Sayang? Elisha sama Verrel juga masih di luar!"

"Ya udah tunggu bentar gue ganti baju dulu!" Kata Danisha memasuki kamarnya untuk mengganti piyama yang ia pakai.

Nggak lama kemudian Danisha udah siap dengan kaos lengan panjang dan celana jeans hitam panjang yang membungkus kedua kakinya.

"Pakai jaket sayang!" Kata Alvan mengingatkan.

"Nggak usah, kan udah pakai yang lengan panjang!"

"Di luar dingin!"

Mau tak mau Danisha kembali ke kamarnya lagi untuk mengambil sweater berwarna pink baby dan memakainya sekaligus. 

"Kalian mau kemana Al?" Tanya Rion saat melihat mereka memasuki mobil milik Alvan.

"Keluar bentar nyari jajan!" Sahut Alvan.

Setelahnya mereka langsung memasuki mobil dan Alvan perlahan-lahan mulai meninggalkan halaman posko.

"Gue juga mau ngajakin Rania keluar bentar nih!" Ucap Alex.

"Kemana? Tanya Andra.

"Jalan-jalan aja!"

"Pakai mobil gue nih!" Kata Andra sambil memberikan kuncinya ke Alex.

"Lo nggak mau pergi juga Ray?" Tanya Rion ke Rayyan.

"Nggak, Ayu lagi packing katanya!" Jawab Rayyan . Kemudian mereka bertiga malah memilih bermain ular tangga di bale.

Di sinilah Alvan membawa Danisha, Taman Pesona Indah namanya. Tempatnya tidak  terlalu jauh dari posko, tempatnya Ramai dan banyak yang jual jajanan.

Danisha melihat sekelilingnya yang rata-rata pengunjungnya kebanyakan muda-mudi seperti mereka yang lagi duduk santai di pondok yang lebih mirip seperti gazebo.

Alvan langsung memesan makan dan minuman buat mereka,  walaupun makanan ringan saja sih  karena tadi juga mereka sudah makan dari posko.

"Al, kamu tau tempat ini darimana?" Tanya Danisha yang masih mengitari pemandangan disekelilingnya.

"Tempat ini yang jadi prokernya Verrel biar lebih diketahui orang banyak, aku sama Verrel kesini buat Ambil beberapa Foto untuk menjadi dokumentasi!" Jawab Alvan.

"Sayang!" Panggil Alvan membuat Danisha fokus menatap pacarnya itu.

"Nggak usah ngeliatin yang lain, liat aku aja!" Kata Alvan cengengesan.

"Jadi aku belum dimaafin nih?" Tanya Danisha mengingatkan Alvan tentang obrolan mereka di posko tadi.

"Kata siapa? Aku bercanda doang!" Ujar Alvan sambil pindah ke samping Danisha dan mulai merebahkan tubuhnya  berbantalkan kedua kaki Danisha sehingga membuat gadis itu kikuk dan deg-degan.

"Usapin!" Kata Alvan manja menarik tangan Danisha dan meletakkan dikepalanya yang kemudian diusap-usap  oleh Danisha. Alvan mode manja Gini membuat jantung Fanisha berdetak semakin tak karuan, apalagi hal seperti ini baru pertama kalinya ia rasakan.

Rebahan dan berbantalkan kaki sang kekasih sambil menatap paras cantik  sang pacar sungguh membuat Alvan bahagia.

"Cantik!" Gumamnya pelan tapi masih bisa di dengar Danisha, sehingga membuat raut wajahnya merona.

Kemudian Alvan melingkarkan tangannya di perut Danisha dan membenamkan wajahnya diperut sang kekasih, pun tangan Danisha masih mengusap lembut rambutnya dengan lembut.

Alvan sangat menikmati kebersamaan mereka saat ini,  Danisha berhasil menguasai seluruh hatinya, sungguh kebahagiaan Alvan hanya tertuju pada Danisha.

Kemudian Alvan mendudukkan dirinya, menggenggam jemari Danisha sambil menatap mata bening gadisnya itu, sedangkan Danisha hanya diam menundukkan kepalanya karena malu dan jantungnya semakin bergemuruh.

Alvan meraih dagu sang kekasih agar Danisha juga menatapnya, berada sedekat ini dengan Alvan membuat tubuh Danisha melemas dengan jantung yang semakin berdetak tak karuan apalagi saat Ini Alvan sudah mulai  mengikis jarak diantara mereka.

Kedua mata bening Danisha membola sempurna saat bibir tipis milik Alvan mencium lembut bibirnya, perlahan-lahan Alvan mulai melumatnya dengan lembut sambil menekan tengkuk Danisha untuk memperdalam ciuman mereka. Danisha yang awalnya terkejut dan takut-takut mulai rileks dan menikmati ciuman Alvan, sampai-sampai ia terbuai memejamkan kedua matanya menikmati manisnya ciuman pertamanya.

Alvan menyudahi ciumannya saat menyadari Kekasihnya itu mulai kehabisan oksigen, dia membelai lembut bibir Danisha yang basah dan sedikit bengkak akibat ulahnya barusan.

"Aku mencintaimu Danisha Camilla!" Ucap Alvan tersenyum menatap dalam pada Danisha, tapi gadis itu malah membenamkan wajahnya ke dada Alvan karena malu, malu karena ciuman mereka tadi. Alvan yang melihatnya hanya terkekeh gemes.

"Hei...kok malu gitu!" Goda Alvan mengintip wajah Danisha, namun Danisha semakin menutupi wajahnya.

"Alvan!!!".... Pekik Danisha sebal

"Iya sayang, pacarnya di sini lho!" Sahut Alvan masih tersenyum menggoda Danisha.

"Jangan menggodaku!" Danisha cemberut.

"Oke, tapi sekali lagi ya!" Seringai Alvan.

"Apanya?"

"Ini!" Ucap Alvan menyentuh bibir Danisha. Kemudian Mengulangi ciuman manis mereka tadi bahkan sebelum Danisha menyetujuinya. Sudah tidak terkatakan lagi seperti apa kencangnya detak jantung  Danisha, atau mungkin Alvan bisa saja mendengarnya.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang