Danisha sesekali melirik jam di pergelangan tangannya, perasaan gelisah begitu menyelimuti hatinya, sebentar lagi dia ada janjian bersama teman-temannya untuk merayakan party kecil-kecilan di rumah Inggrid karena lusa gadis itu sudah menjadi mempelainya Rion, ya lusa adalah hari pernikahannya dan Inggrid meminta teman-temannya yang gadis-gadis untuk membuat party kecil-kecilan di rumahnya.
Tapi yang membuat Danisha gelisah karena sekarang ini dia masih berada di salah satu studio televisi, dia diundang menjadi narasumber di acara Talk show salah satu stasiun TV swasta. Harusnya Danisha menikmati pencapaiannya ini sebahagia mungkin, itu karena semua novel-novel hasil karyanya begitu dinikmati dikalangan pembaca.
Di sela-sela iklan tadi, Danisha sudah mengirim pesan ke Inggrid kalau sepertinya ia akan datang terlambat nantinya, meskipun Inggrid tidak mempermasalahkannya tapi tetap saja Danisha merasa tidak enak hati.
Sungguh rasanya Danisha sangat lelah seharian ini, tadi pagi dia diminta mengisi seminar di salah satu Universitas negri yang tidak jauh dari kampusnya, setelahnya dia langsung ke sini menjadi Narasumber yang dimana para penontonnya kebanyakan Mahasiswa dari berbagai universitas.
"Kalau Danisha sendiri untuk menjadi penulis itu terinspirasi dari siapa?" Sesi tanya jawab masih berlangsung setelah jeda iklan tadi.
"Sejak kecil memang saya suka membaca, apapun yang bisa dibaca saya baca, sampai ketika saya sekolah menengah pertama, saya mulai membaca novel-novel remaja di perpustakaan dan sejak saat itu saya tertarik untuk mulai menulis!"
"Pernah nggak merasa ingin menyerah?"
" Rasa jenuh itu pasti ada tapi kalau untuk menyerah tidak pernah, kalau semisalnya saya lagi jenuh, saya sebisa mungkin mengatasinya!".
"Baiklah, Terimakasih Saudara Danisha Camilla sudah berbagi ilmu kepada kita di sini, berhubung kita sudah dipenghujung acara, saya beserta kru yang bertugas mohon undur diri, selamat sore!"
Danisha akhirnya bisa bernafas lega, tepat pukul lima sore acara talk show itu selesai dan dia pun buru-buru meninggalkan stasiun TV itu setelah acara sesi foto selesai. Sejak tadi ponselnya juga sudah sangat berisik dan pelakunya adalah siapa lagi kalau bukan kekasih tampannya itu.
Danisha mengedarkan pandangannya mencari mobil Alvan, karena tadi memang laki-laki itu meminta untuk menjemputnya karena jarak perusahaan keluarganya juga tidak jauh dari Tempat Danisha tadi.
"Range Rover hitam sayang!" Ucap Alvan di telpon ketika Danisha menghubunginya barusan.
Setelahnya Danisha langsung mengakhiri panggilannya dan langsung bergegas masuk ke mobil Alvan yang ternyata berada tepat di sampingnya.
"Capek banget ya?" Tanya Alvan seraya mengusap lembut rambut gadisnya itu setelah Danisha duduk menyamankan dirinya di samping Alvan.
"Capek sih nggak tapi kepalanya pusing!" Keluh Danisha sambil memijit pelipisnya pelan.
"Kita ke dokter yuk, kamu juga udah nggak pernah Terapi lagi kan?" Tanya Alvan karena memang Danisha sudah menghentikan Terapinya setelah dia merasa memang sudah benar-benar sembuh.
"Nggak usah paling karena kecapean aja tadi!" Sahut Danisha.
"Jadi masih mau ke rumah Inggrid ini? Tanya Alvan yang sudah mulai melajukan mobilnya.
"Iya, tapi pulang ke rumah dulu , mandi!"
"Aku ngantar aja nggak apa-apa kan sayang, soalnya masih banyak dokumen itu yang mau aku Siapkan!" Ucap Alvan sambil menunjukkan Tumpukan Dokumen yang sengaja dia bawa untuk dia kerjakan di rumah.
"Iya, nanti juga kalau nggak bisa jemput nggak usah dipaksain!" Kata Danisha setelah ikut melirik tumpukan Dokumen pekerjaan Alvan di jok belakang mereka.
"Pulangnya tetap aku jemput sayang!" Sahut Alvan.
"Kerjaan kamu banyak, nggak usah dipaksain nanti kalau nggak siap pasti kamu begadang lagi!" Kata Danisha karena memang kebiasaan Alvan yang sering begadang karena kesibukannya.
"Kamu tetap prioritasku sayang, itu dokumen kalau nggak siap juga nggak bakalan terjadi apa-apa palingan metingnya aja yang ditunda besok, aku nggak mungkin tenang biarin kamu pulang malam-malam sendirian!"
"Kan ada Elisha nanti aku bisa nebeng, atau nggak Viya!"
"Nggak jamin itu sayang, gimana kalau mereka di jemput?"
"Pokoknya nanti kalau acaranya udah kelar, kamu kasihtau aku ya, mau jam berapa pun itu! Awas kalau nggak!" Kata Alvan tegas.
"Iya!" Jawab Danisha karena memang hanya itulah jawaban yang diterima Alvan.
Nggak lama kemudian Danisha dan Alvan sudah sampai di rumah Danisha, Alvan mendudukkan tubuhnya di sofa sambil menunggui Danisha siap-siap untuk diantar ke rumah Inggrid. Di depannya segelas jus dingin sudah tersaji dengan beberapa cemilan tapi dia hanya sibuk dengan ponselnya.
"Lho..ada Alvan ternyata, Danishanya kemana nak?" Tanya Sandara begitu keluar dari kamarnya dan mendapati Alvan.
"Danisha lagi siap-siap Tante!" Jawab Alvan sambil menyalami Sandara sopan.
"Mau Dinas Tante?" Tanya Alvan karena melihat Sandara sudah rapi dengan Tas yang dia bawa.
"Sebenarnya Tante tadi Dinasnya tapi ada panggilan mendadak dari rumah sakit!"
"Lho ma mau pergi lagi?" Tiba-tiba Danisha sudah berada di belakang Sandara.
"Iya sayang, kalian hati-hati ya! Mama duluan!" " Kata Sandara dan langsung beranjak meninggalkan anak dan calon menantunya itu.
Tanpa Danisha sadari, Alvan sejak tadi menatap paras kekasihnya itu yang begitu terlihat cantik malam ini, ia menjadi tidak rela membiarkan Danisha ke party nya Inggrid tanpa dirinya.
"Sayang, kamu Cantik!" Ucap Alvan memuji penampilan kekasihnya itu.
"Aku tau!" Sahut Danisha percaya Diri sambil memamerkan senyum bulan sabitnya yang semakin membuat Alvan tidak bergeming.
"Sayang nggak usah aja jadi perginya ya, sama aku aja!" Ucapnya memelas membuat Danisha mendelik.
"Ke rumah Inggrid aja lho ini!" Protes Danisha.
"Iya tapi kamu cantik banget, aku nggak rela kamu di sana sendirian tanpa aku!" Kata Alvan yang membuat Danisha semakin jengah.
"Al, kita semua di sana cewek lho, nggak ada cowoknya jadi buat apa cemburu!"
"Ya deh tapi cium dulu!" Ucap Alvan yang langsung melumat bibir gadisnya itu bahkan sebelum Danisha mengijinkannya.
Setelah Alvan puas barulah ia melepaskan Danisha, kemudian membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya.
"Ingat, nanti kasih tau aku kalau acaranya sudah selesai!" Kata Alvan lagi mengingatkan setelah mereka sampai di depan rumah Inggrid.
"Iya, bawel banget sih!" Gerutu Danisha karena sepanjang perjalanan mereka tadi Alvan sudah berulang-ulang mengucapkan kalimat itu.
Setelahnya barulah Danisha turun dari mobil Alvan dan mulai memasuki rumah Inggrid yang sudah rame karena kehadiran teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
