Bab 187

269 34 0
                                        


Elisha menatap nanar gaun pernikahannya, dia masih betah dalam diamnya, pernikahannya akan digelar tinggal menghitung hari, bukan ia tidak bahagia justru ia sangat bahagia menikah dengan laki-laki Tampan, mapan dan yang paling penting sangat mencintainya. Sudah beberapa hari ini atau lebih tepatnya sekitar satu Minggu lebih Elisha enggan untuk kembali seperti dirinya yang selalu ceria, bahkan komunikasinya dengan sang kekasih pun jarang, walau sang kekasih setiap saat selalu menanyakan keadaannya tapi hanya sebatas itu.

Bahkan saat ini Keberadaan Verrel sedang di Australia ia ketahui dari Ayu sepupu dari kekasihnya itu. Entah urusan apa lelakinya itu masih  berangkat ke luar negri di saat-saat menjelang hari pernikahan mereka sudah di depan mata.

Elisha masih tetap berada pada posisinya semula duduk di tepi ranjangnya, diam dan termangu menatap lurus ke depan dengan segala pikirannya. Malam sudah beranjak ke pukul sembilan tapi rasa kantuk sama sekali belum mengajak kelopak matanya untuk tidur, sampai pada akhirnya sebuah ketukan di pintu kamarnya membuyarkan lamunannya dan memaksanya beranjak membuka pintu.

"Abang.....! Lirih Elisha ketika senyum ganteng calon suaminya langsung menyambutnya begitu pintu kamarnya ia buka.

"Sini peluk Abang dulu, Abang kangen banget sama adek!" Ucap Verrel seraya merentangkan kedua tangannya sehingga membuat Elisha ikut tersenyum dan masuk ke dalam pelukan kekasihnya itu.

"Kenapa nggak bilang kalau pergi ke Australia?" Kata Elisha setengah merajuk sambil menikmati aroma tubuh kekasihnya itu.

"Maafin Abang sayang, Abang buru-buru kemaren jadi nggak sempat pamit ke adek lagian adek juga masih betah diamin Abang!"

"Maafin adek bang!" Lirih Elisha merasa bersalah, namun langsung mendapat gelengan dari Verrel.

"Jangan minta maaf! Adek nggak ada salah, Abang yang kurang peka!" Jawab Verrel semakin mengeratkan pelukannya.

"Oleh-oleh buat adek mana?" Tanya Elisha sambil mengurai pelukan mereka.

"Ada di bawah, makanya adek turun dulu yuk! Ajak Verrel yang langsung diiyakan oleh Elisha lewat anggukan kepalanya.

"Lho mama sama papa kapan pulang?" Tanya Elisha saat melihat kedua orangtuanya di ruang tamu.

"Sssttt... Adek jangan banyak tanya dulu, liat tuh siapa yang datang?" Ucap Wirawan seraya menarik Elisha ke hadapannya.

"Apa sih pa??? Bingung Elisha karena dia tidak melihat siapa-siapa.

"TARRRRAAAAA....!!!!!....

"C-cla... !!!....lirih suara Elisha tertahan di tenggorokannya saat melihat siapa sosok yang baru saja keluar dari persembunyiannya.

"Surpriseee....!!!....

"Cla....!" Lirih Elisha sekali lagi dan langsung memeluk Tubuh Kakak satu-satunya itu. Elisha tidak bisa menahan untuk  tidak menangis, kerinduannya yang ia tahan selama beberapa tahun ini begitu menyesakkan dadanya.

Clarissa yang merupakan kakak dari Elisha yang selama ini tumbuh dan besar di Australia  tiba-tiba sudah berada di depannya, Kedua gadis itu masih enggan untuk melepas pelukannya, Air mata kerinduan begitu ketara mewakili suasana hati kedua gadis itu.

"Kenapa baru sekarang datangnya, Lo nggak kangen sama gue?" Lirih Elisha masih sesenggukan.

Clarissa lebih dulu mengurai pelukannya, tersenyum menatap paras cantik adik kesayangannya itu, dan menghapus lembut air matanya.

"Maafin gue Sha, selama ini gue sibuk mengejar pendidikan gue, dan gue juga tau kalau Lo juga pasti sibuk!!... Jawab Clarissa merasa bersalah.

"Terus sekarang kok tiba-tiba datang?"

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang