Di sinilah mereka, di sebuah desa yang bernama Karya indah tempat dimana dulu mereka melaksanakan KKN. Suasana desa sudah sepi karena malam juga sudah menunjukkan pukul dua belas malam, mereka berduabelas berangkat menggunakan tiga mobil saja, yakni mobil Alvan, Rion dan mobil Rayyan. Mereka sudah sampai di salah satu rumah warga yang mereka tau selama ini sebagai penjual bakso bakar.
Alvan yang di temani Rayyan sudah berdiri di depan pintu rumah itu tapi tak kunjung mengetuknya karena takut mengganggu, mungkin saja yang punya rumah sudah tidur. Sementara yang lainnya menunggu di dalam mobil.
"Kok malah pada bengong gitu si Alvan!" Gerutu Andra yang berdiri di dekat mobil Alvan.
"Tau tuh bukannya langsung ketuk pintunya!" Ucap Inggrid ikutan ngedumel.
Kemudian Alex keluar dari dalam mobil untuk ikut bergabung bersama Alvan dan Rayyan.
"Kenapa nggak diketuk rumahnya?" Tanya Alex.
"Segan gue!" Sahut Alvan.
"Lo mau kita di sini sampai subuh? Kasihan bini Lo tuh!" Kata Alex yang kemudian langsung mulai mengetuk rumah itu.
Sekali dua kali diketuk tak kunjung ada jawaban karena memang mungkin sudah pada tidur, tapi Alex tetap mengetuknya.
"Tok...tok... Permisi!....
"Pak... Bu.... Permisi!...
Ceklek!
Tatapan bercampur bingung dari si empunya rumah langsung menyapa Mereka.
Alvan langsung maju untuk menjelaskan maksud kedatangan mereka agar si Bapak yang punya rumah tidak semakin bingung.
"Siapa pak?" Sebuah suara dari dalam rumah kembali terdengar menampakkan seorang wanita yang seingat mereka wanita itulah si penjual bakso bakarnya.
"Eeehhh.... Ada apa ini?" Tanya si ibu sama heran dan bingungnya dengan suaminya.
"Sebelumnya maaf Bu, kedatangan kita yang sangat mengganggu istirahat Bapak dan Ibu!" Ucap Alvan. Mereka masih berdiri di depan pintu.
"Kita dari kota dan dulu pernah melaksanakan KKN di sini!" Ucap Alvan membuat Si ibu langsung menatap mereka satu persatu dengan teliti.
"Kedatangan kita ke sini memang sangat tidak tepat tapi karena istri saya sedang mengandung dan ingin makan Bakso bakar buatan ibu makanya kita langsung kemari!'"....
"Oalaahhhh.... Masuk dulu kalau gitu dik, ajak teman-temannya!" Ucap Si ibu barangkali yang langsung paham bagaimana kondisi orang hamil yang sering di sebut ngidam.
Kemudian mereka duduk berkumpul di ruang tamu yang terbilang cukup sempit, teh manis hangat yang disuguhkan si ibu itu sangat membuat mereka lega Karena udara malam cukup dingin.
"Maaf Bu, bakso bakarnya masih ada kan?" Tanya Alvan.
"Ada, tapi bisa nunggu sebentar kan soalnya tadi keburu ibu masukkan ke dalam kulkas!"
"Iya gak papa Bu!" Ucap Alvan lega.
"Kalau begitu Ibu siapin dulu ya!" Pamit si ibu dan langsung beranjak ke dapur di susul suaminya yang katanya ikut membantu biar cepat kelarnya.
"Sayang, dingin?" Tanya Alvan seraya menggenggam jemari Danisha.
"Nggak terlalu kan udah minum teh hangat!"
"Tapi akunya laper!" Rengek Danisha lagi.
"Sabar ya sayang lagi dibuatin sama ibunya!" Bujuk Alvan dan Danisha hanya mengangguk saja.
"Besok-besok si Danish ngidam apalagi ya? Gue senang liat penderitaan Alvan soalnya!" Kekeh Rion yang langsung ditatap tajam oleh Alvan.
"Gue doain Inggrid ngidamnya lebih parah lagi!" Balas Alvan nggak mau kalah.
"Ya janganlah bangke!" Protes Rion.
"Al, Lo harus baik-baik sama gue, kita sampai nggak olahraga malam lho karena permintaan bini Lo!" Kata Alex si pengantin baru.
"Diihh ...perhitungan banget sih Lo!"
Nggak lama kemudian bakso Bakar permintaan Danisha langsung tersaji di depan mereka, yang langsung membuat wanita itu kegirangan dan langsung melahapnya dengan semangat.
"Gue juga mau!" Kata Elisha yang sejak tadi diam karena sudah sangat mengantuk.
Tidak hanya Danisha, tapi mereka semua juga ikut menikmatinya karena memang si ibu membuatnya lumayan banyak.
Danisha memakan Bakso bakar di depannya dengan begitu lahap sampai-sampai Alvan bingung sekaligus heran dengan istrinya itu.
"Ay, tolong minumnya sebelum Danisha keselek nanti!" Kata Alvan karena Ayu yang paling dekat dengan air minum.
"Sayang, kita bungkusin yang mentah mau? Nanti kalau kamu pengen lagi kita bakar di rumah aja!" Kata Alvan tapi langsung mendapat gelengan dari Danisha.
"Kalau aku pengen kita ke sini lagi, nggak apa-apa kan Bu?" Tanya Danisha.
"Iya nduk nggak apa-apa kok, perempuan hamil memang kalau ngidam suka yang aneh-aneh!" Jawab si ibu yang langsung membuat Danisha tersenyum senang.
Kemudian mereka pun berpamitan pulang, Si ibu tadi juga menolak uang pemberian dari Alvan, dia juga mendoakan Danisha agar sehat-sehat sampai lahiran nanti.
Sekitar pukul dua malam mereka kembali pulang ke kota, Danisha yang sudah kekenyangan langsung tertidur di mobil begitu juga dengan Elisha yang kebetulan semobil dengan mereka.
"Al, besok-besok permintaan Random bini Lo apalagi ya?" Tanya Verrel sambil terkekeh.
"Nggak tau gue Rel! Rasanya gue gemes sendiri ngeliatnya!"
"Gue jadi pengen cepat-cepat punya anak!" Kata Verrel lagi.
"Nikah dulu Lo baru ngomongin anak!" Ucap Alvan.
"Iya tau gue, mudah-mudah Elisha juga mau secepatnya punya anak tanpa harus menunda dulu!"
"Hhhooooaaaammmm....!!!!.... Verrel menguap karena memang dia juga sudah mulai mengantuk. Tadi sebenarnya dia baru pulang kerja, langsung mandi dan pergi menjemput Elisha. Dia sama sekali belum ada istirahat.
"Jangan tidur dulu Rel, temenin gue!" Ucap Alvan.
"Iya...iya... Ngopi dulu lah singgah bentar!" Kata Verrel yang langsung diiyakan oleh Alvan.
Kemudian mereka berhenti ketika melihat salah satu Indomaret yang memang buka duapuluh empat jam. Verrel dan Alex yang masuk ke dalam karena Rayyan, Rion dan Andra juga mau katanya. Sedangkan para wanita mereka sudah tertidur pulas di dalam mobil.
"Gue makasih banget sama kalian, sorry ya kalau Bini gue ngerepotin kalian!" Ucap Alvan.
"Santai aja kali Al, kita juga nggak tau kan siapa tau besok-besok bini kita juga kayak Danisha juga ngidamnya!" Sahut Alex.
"Tau nih kayak sama siapa aja!" Ucap Andra menambahkan.
"Gerak lagi yuk! Sekitar sejam lagi juga kita udah sampai kayaknya!" Lalu lintas juga udah nggak sepadat tadi!" Ucap Rion yang langsung membuat mereka masuk ke dalam mobil dan perlahan-lahan mulai melajukannya membelah jalanan malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Novela JuvenilKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
