Bab 167

440 39 3
                                        

"Sakit Alex!!!"...

"Lepasin!!!"...

Rania berontak ketika tangannya ditarik oleh Alex saat akan menuju ke Apartemen laki-laki itu. Sangat ketara sekali amarah masih menguasainya bahkan giginya sampai gemerutuk menahan emosinya.

Sekuat apapun Rania berontak, kekuatannya bukanlah apa-apa dibandingkan dengan kekuatan Alex,  mau tidak mau dia harus mengikuti Langkah panjang kaki Alex meskipun dia harus berlari kecil untuk mengimbanginya.

Begitu masuk ke dalam Apartemennya Alex langsung melepaskan cekalannya dari pergelangan tangan Rania dan memaksa gadis itu duduk di sofa, Rania bisa apa selain menurutinya, jangankan untuk protes, dia bahkan tidak berani hanya untuk membalas tatapan Alex , saat ini raut muka Alex belum terlihat tenang sama sekali justru semakin menyeramkan.


"Maksud kamu apa pakai pakaian begini?" Cecar Alex langsung seraya menyibak jas nya yang semula dipakai Rania untuk menutupi dadanya yang cukup terbuka.


"Dress yang pertama kamu ganti, emang ada apa dengan dress itu? Kurang seksi iya? Ucap Alex lagi semakin gencar mencecar Rania yang bahkan satu pertanyaan pun tak berani ia jawab.

"Apa yang mau kamu tunjukkan ke orang-orang di luaran sana? Tubuhmu? Udah bagus-bagus dari rumah malah diganti!" Dumel Alex tanpa henti meski Rania hanya duduk diam menundukkan kepalanya seraya memegangi pergelangan tangannya yang sedikit memerah karena cekalan Alex tadi. Ini kali pertama Alex semarah ini padanya, biasanya laki-laki itu selalu bersikap manis dan lembut, Rania sadar akan kesalahannya. Segalak-galaknya dia, kalau Alex lagi mode marah seperti sekarang ini, dia juga bisa takut dan tidak punya keberanian untuk sekedar membela diri.


Alex menatap tajam Rania yang duduk di depannya,  sesekali dia mengusap kasar wajahnya untuk meredakan emosinya.


"Maaf!"... Lirih Rania pelan dan langsung membuat tatapan Alex Fokus kepadanya.


"Kasihtau dulu alasan kamu, kenapa harus diganti dress-nya tadi?" Kata Alex yang sudah melunakkan nada bicaranya tapi tatapannya masih tajam seperti tadi.

"Kenapa harus ada alasannya? Aku cuma ingin aja!" Ucap Rania yang sedikit kesal dengan Alex, ia pikir tadi kalau ia sudah minta maaf maka Alex akan luluh tapi ternyata dugannya salah.


"Kenapa mesti gantinya di sana?" Tanya Alex lagi.

"Ya kalau di sini kamu pasti bakalan nggak ijinin juga!"


"Kamu tau kan kalau aku tidak ijinin, lalu kenapa masih dipakai?" Atau kamu keberatan selama ini kalau aku melarang kamu pakaian terbuka seperti itu?"

"Ya udah sih kenapa harus melebar kemana-mana pembahasannya, aku kan udah minta maaf!" Kata Rania ikut meninggikan suaranya karena dia sudah kesal.


"RANIA!!!...

"APA????...

"kamu tau nggak kesalahan kamu?" Kata Alex sembari menatap tajam ke bola mata Rania.

"JUSTRU KARENA AKU TAU KESALAHANKU, MAKANYA AKU MINTA MAAF TAPI KAMU SENDIRI YANG MALAH MEMPERPANJANG MASALAH!!!!... Rania meninggikan suaranya sebab dia sudah kesal melihat Alex yang menurutnya malah memperpanjang masalah.


"Aku tunanganmu, jangan berteriak di depanku! Aku lakuin semua ini semata-mata untuk menjaga kamu, aku yang sudah diberi tanggung jawab oleh orangtua kamu untuk menjaga kamu selagi mereka di luar negri, kamu paham nggak Rania?"


"Kenapa? Kamu udah capek jagain aku? Kalau iya kita putus aja!!!!" Ucap Rania tanpa pikir panjang sehingga membuat amarah Alex kembali tersulut padahal sejak tadi dia sudah berusaha menenangkan dirinya.

"Ngomong sekali lagi!" Kata Alex sambil mengikis jarak diantara mereka, kemudian menyentuh dagu Rania dengan jari telunjuknya, memaksa gadis itu untuk menatapnya.


"AKU BILANG KITA PUTUS!!!... ucap Rania yang sukses membangkitkan emosi Alex.


"SEKALI LAGI KAMU BILANG PUTUS, SEKARANG JUGA AKU HAMILIN KAMU!!!! KAMU NGGAK SADAR ADA DIMANA SEKARANG???... Alex ikutan berteriak saking emosinya.

Senyum smirk tercetak jelas  di sudut bibirnya ketika menyadari gadis di depannya itu seperti ketakutan mendengar ancamannya barusan,

Dan untuk pertama kalinya Rania benar-benar  menangis di depan Alex,  Rania sudah tidak peduli egonya yang setinggi langit itu, saat ini dia benar-benar menunjukkan kelemahannya di depan Alex kekasihnya.


"Maafin aku, aku janji nggak akan mengulanginya!" Ucap Rania disela-sela Isak tangisnya.

"A-aku nggak ada niat ataupun maksud apa-apa untuk memakai dress itu, a-aku hanya ingin saja!" Kata Rania lagi sembari menepuk-nepuk dadanya yang mulai sesak karena tangisnya yang semakin kejer sehingga membuat Alex tidak tega dan langsung memeluk kekasihnya itu, membubuhkan kecupan manis pada puncak kepalanya.


"Iya dimaafin, udah jangan nangis lagi, hatiku sakit liatnya!"

"Kamu yang buat aku nangis!"

"Iya, aku minta maaf, makanya jangan suka bilang-bilang putus! Aku nggak akan pernah mengabulkannya!"

"Kenapa?"

"Pakai nanya lagi! Atau mau aku buat mengandung anakku sekarang juga!" Ancam Alex lagi dan langsung mendapat cubitan di perutnya.

"Sakit sayang!" Ringis Alex memegangi perutnya.

"Biarin!" Makanya jangan semarangan ngomong, nikahin aku dulu baru buat mengandung anakmu!" Ucap Rania sehingga membuat Alex terkekeh lalu mengeratkan kembali pelukannya.

"Bilangin Ayah sama bunda biar cepat -cepat pulang dari luar negri, setelah itu kita yang menikah!"

Rania hanya tertawa menanggapi ucapan Alex barusan seraya membenamkan wajahnya di dada kekasihnya itu, tidak tau saja dia kalau Alex sang kekasih sudah kebelet menikah....

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang