Bab 81

878 59 0
                                        


Semua kalimat alasan yang tadinya tersusun rapi di benak Danisha  untuk dia katakan pada Sandara ternyata berakhir sia-sia. Nyatanya tak ada siapa-siapa di rumahnya,  pintu gerbang rumahnya saja terkunci dan sudah bisa dipastikan kalau Sandara ada panggilan mendadak dari rumah sakit sedangkan  perempuan yang ditugaskan mengurus Danisha kemarin lagi cuti dan akan pulang lusa, sialnya lagi Danisha tidak membawa kunci cadangannya.

Tanpa pikir panjang lagi, Alvan langsung menyuruh Danisha masuk ke dalam mobilnya lagi dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah Danisha.

"Kita mau kemana?" Tanya Danisha sambil menoleh ke Alvan.

"Apartemenku!" Sahut Alvan.

"Oooo....! Ucap Danisha singkat.

Nggak lama kemudian mereka sudah sampai di gedung Apartemen Milik Alvan, Danisha hanya membuntuti Alvan dari belakang walaupun hatinya sedikit resah memikirkan bagaimana jika Sandara pulang nanti, Alasan apalagi yang harus dia bilang.

"Masuk, kok malah berdiri di situ!" Kata Alvan karena Danisha masih mematung di pintu.

Apartemen Alvan cukup Luas dan tampak Mewah, dapurnya juga sangat rapi dan tertata, Tapi tunggu bukankah hanya dia dan Alvan saja yang di sini? Berarti dia juga harus tidur sama Alvan? Membayangkannya saja Danisha sudah bergidik ngeri.

Alvan pria dewasa dan mereka cuma berdua, Walaupun Danisha mencintai pria itu bukan berarti dia harus merelakan tubuhnya begitu saja tanpa adanya ikatan yang sah,  bukan tidak mungkin juga Alvan akan bertindak demikian apalagi tadi dia sempat minum, kini barulah Danisha menyesal kenapa mau-mau saja dibawa Alvan ke Apartemennya.

Tiba-tiba Danisha tersentak begitu dua tangan memeluknya dari belakang, sampai-sampai dia tidak sadar langsung menepis tangan Alvan dengan kasar.

"Kasar banget sih!"

"Kamu ngagetin!"

"Lagian daritadi kamu bengong Mulu!" Dipanggilin juga nggak nyahut!" Kata Alvan.

"Lagi mikirin apa sih?" Kata Alvan lagi.

"I..itu...aku tidur dimana?" Tanya Danisha sedikit gugup.

"Oh... Kamarnya cuma ada satu, kamar satunya lagi aku pakai buat studio musik!, kamu tidur di kamar aku aja!" Kata Alvan sukses membuat kedua mata Danisha membola.

"Ttterus kamu tidur dimana?"

"Ya sama kamu di kamar, kenapa emangnya?" Jawab Alvan santai.

"Al.... Anterin aku ke Rumah sakit tempat mama aja, gue minta kunci rumah!" Ucap Danisha membuat Alvan heran.

" Emangnya kamu siap dimarahi Tante Sandara nanti, ini udah jam empat subuh lho sayang, tidur sini aja ya!" Bujuk Alvan seraya menatap Danisha lembut namun malah membuat Danisha takut.

"Lho kenapa jalan mundur gitu sayang?" Kata Alvan lagi karena melihat Danisha mundur perlahan-lahan menjauhinya.

"Al...Al... Kamu nggak akan macam-macam sama aku kan?" Kata Danisha seraya menjaga jaraknya dengan Alvan.

"Hah!" Alvan malah bingung dengan sikap serta ucapan Danisha

" Aku tanya kenapa malah kamu makin jauh ngehindar dari aku, kamu kenapa? Itu tadi maksud kamu aku macam-macam gimana?" Tanya Alvan lagi.

"Kamu nggak akan perkosa aku di sini kan?" Kata Danisha langsung dengan sedikit tegas agar Alvan sedikit takut begitu pikirnya tapi Alvan justru terkekeh.

"Pikiran kamu kejauhan sayang, aku nggak mungkin ngelakuin itu kecuali......kamu mau!"

"ALVAN!!!!....

Alvan terkekeh gemes melihat kekasihnya itu, lagian kok bisa-bisanya kepikiran kesitu.

"Iya, pacar kamu disini nggak usah teriak!" Kata Alvan lagi masih terkekeh padahal Danisha sudah cemberut.

"Sini dekatan!" Kata Alvan lagi menarik tangan Danisha agar lebih dekat dengannya.

"Aku mencintai kamu pakai hati bukan pakai nafsu, aku nggak mungkin melakukan hal hina kayak gitu untuk merusak kamu, kamu itu berharga untukku sayang,  Aku tau batasanku, aku bilang kita tidur sama ya memang cuma tidur karena kamarnya cuma satu, lagian waktu di posko dulu juga kita udah pernah tidur sama kan?"

"Itu lain, kita kan rame-rame!" Sela Danisha.

"Sama aja sayang, sana gih kamu mandi dulu kamu pakai baju aku aja kan nggak mungkin kamu tidur pakai gaun!" Kata Alvan lagi.

"Udah sana, jangan kebanyakan mikir atau kamu memang mau?" Goda Alvan menatap Danisha seraya menaikturunkan Alisnya.

"Iiiihhh...mesum!" Danisha langsung lari ke kamar milik Alvan untuk mandi sementara Alvan masih terkekeh sambil mendudukkan dirinya di sofa.

Setelah di rasa cukup lama, Alvan menyusul Danisha ke kamar dan benar gadis itu sudah tertidur pulas di ranjangnya. Alvan mendekat bibirnya tersenyum melihat Danisha yang begitu pulas. Pelan-pelan Alvan mengecup dahi Danisha kemudian setelahnya dia merebahkan tubuhnya di samping gadis itu dan tidur.

Sama halnya dengan Andra yang akhirnya membawa Viya ke Apartemennya sebab dia tidak tau nomor pin pintu apartemen Viya, walaupun Andra sudah mencoba membangunkan gadis itu tapi percuma sepertinya kadar Alkohol di tubuhnya membuat gadis itu kehilangan kesadarannya.  Rasa lelah begitu terasa ditubuhnya karena menggendong Viya bolak- balik mulai dari parkiran apartemennya sampai ke lantai sembilan Milik Viya lalu turun lagi.

"Belum apa-apa Lo udah nyusahin gue!" Gerutu Andra setelah menidurkan Andra di ranjang miliknya.

"Awas aja Lo marah-marah besok sama gue!" Ancam Andra sambil menoel pelan dahi gadis itu. Setelahnya Andra ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum menyusul Viya untuk tidur.

Sedangkan Elisha harus manjat lewat balkon rumahnya agar tidak ketahuan orangtuanya dibantu oleh security yang berjaga malam itu di rumahnya. Padahal Verrel sudah bilang bakalan bantuin Elisha kalau gadis itu dimarahi karena pulang terlalu larut tapi dasarnya Elisha Badung dia malah memilih untuk masuk lewat balkon kamarnya dengan menaiki tangga. Setelah di rasa aman dan Elisha sampai di dalam kamarnya barulah Verrel permisi pulang ke rumahnya.

Kalau Rayyan, Ayu, Rania dan Alex, mereka memilih  nginap di rumahnya Alex karena kedua orangtua Alex tidak di rumah dan sedang dinas keluar negri, Ayu dan Rania tidur di kamar tamu sedangkan Rayyan dan Alex tidur di kamar laki-laki itu.

Lain halnya dengan Inggrid yang jam berapa pun ia pulang selagi itu bersama Rion, Carolla tidak akan memarahinya. Sepercaya itu Carolla pada Rion. Buktinya Rion mengantar Inggrid sudah hampir pukul empat pagi tapi Carolla justru menawari Rion untuk menginap saja karena khawatir Rion nyetir malam-malam.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang