Danisha terbangun karena sinar terik matahari pagi mulai menyilaukan penglihatannya. Kemudian ia menoleh ke sampingnya dan mendapati Alvan masih tertidur. Danisha meneliti setiap inci tubuhnya , pakaiannya masih lengkap berarti tidak terjadi apa-apa pikirnya.
Danisha mengamati wajah tampan Alvan yang masih tidur, sangat tampan, pelan-pelan dia menyentuh rambut Alvan agar tidak membangunkan pemiliknya, diusap pelan rambut laki-laki itu, "terimakasih sudah menjagaku!" Lirihnya pelan.
"Sama-sama!"
"Kamu sejak kapan bangun?" Kata Danisha tersentak karena Alvan menyahutinya, dia pikir laki-laki itu masih tidur mengingat Alvan yang memang sangat hobi tidur.
"Memejamkan mata bukan berarti tidur sayang!" Sahut Alvan menatap gadis itu. Pemandangan pagi hari yang indah menurutnya. Bangun langsung melihat paras cantik Danisha sungguh membuatnya bahagia.
Danisha juga menatap tepat pada mata tajam milik Alvan,
"Usapin lagi!" Pinta Alvan agar Danisha tidak berhenti mengusap kepalanya.
Entah bagaimana bisa dan entah siapa yang memulai keduanya sudah larut dalam ciuman mesra, ciuman yang bukan sekedar ciuman biasa melainkan sedikit lumatan lembut, Ingatkan mereka kalau posisi keduanya masih diatas ranjang tempat tidur.
"ANDRA.....!!!!!!!....BANGUN LO!"... Teriakan Viya membuat Andra menggeram kesal, mau nggak mau akhirnya dia bangun juga.
"Ngapain Lo bawa gue ke Apartemen Lo? Tanya Viya langsung ketika Andra sudah mendudukkan tubuhnya.
"Salahkan sendiri Lo yang mabuk tadi malam!" Sahut Andra.
"Tapi kan Lo tau Apartemen gue, kenapa nggak bawa gue kesana!"
"Ada Lo kasih tau nomor PINnya? Lo juga dibangunin nggak sadar-sadar!, harusnya lo terimakasih sama gue bukan malah marah-marah!"
"Lo...Lo nggak apa-apain gue kan?" Cicit Viya pelan seraya memperhatikan tubuhnya.
"Yang ganti baju gue siapa?" Kata Viya lagi.
"Gue!"
"ANDRA!!!!
"berhenti berteriak Viya, telinga gue sakit!" Kesal Andra.
"NGAPAIN LO GANTI BAJU GUE! PASTI LO MAU PERKOSA GUE KAN?!!!...
"LO KESEMPATAN KAN KARENA GUE MABUK?" NGAKU NGGAK LO!!!...
"BRENGSEK LO ANDRA!!!....
"DIIIAAAAMMMM!!!!..... Andra ikutan teriak, dia emosi melihat Viya yang pagi-pagi sudah meneriakinya. Bukannya berterimakasih malah mengumpatinya.
"gue masih cukup sadar untuk tidak merusak Lo, kalau saja gue mau, gue udah perkosa Lo sewaktu di club' semalam, gue emang gantiin baju Lo tapi gue bersumpah, jangankan buat perkosa Lo untuk melihat seinci tubuh Lo juga gue nggak mau, gue sengaja matikan lampu biar gue nggak liat apa-apa, gue nggak jamin kalau gue sampe melihatnya, gue juga laki-laki normal! makanya gue matiin lampu semua terus gue ganti baju Lo pelan-pelan! Terserah kalau Lo mau percaya atau nggak!!!!.... Setelah mengatakan itu Andra beranjak langsung masuk ke kamar mandi meninggalkan Viya dengan rasa bersalahnya.
Viya tau kalau yang baju yang dipakainya sekarang pasti punya nya Andra, Viya melihat ke arah pintu kamar mandi tapi Andra belum juga keluar dari sana.
Dia sudah sangat keterlaluan menuduh Andra yang nggak-nggak padahal kan harusnya dia tau dan bisa merasakan sendiri kalau saja Andra memperkosanya.
Andra keluar dari kamar mandi dengan raut wajah yang lebih segar dan rambut yang sedikit basah.
"Andra...gue minta maaf!" Lirih Viya pelan ketika Andra melewati gadis itu.
"Hmmm!"... Andra masih kesal.
"Maafin gue udah nuduh Lo yang nggak-nggak, maafin gue juga udah maki Lo tadi!" Kata Viya lagi.
"Iya, gue maafin!" Kata Andra pada akhirnya, dia tidak pernah bisa kesal pada gadis itu diwaktu yang lama.
"Semalam...gue..gue nggak ada ngomong apa-apa kan?" Tanya Viya was-was karena dia sangat tau kebiasaannya kalau sudah mabuk pasti lebih agresif dan banyak bicara.
"Lo ingat-ingat aja, Lo ngomong apa!" Kata Andra yang membuat Viya berfikir.
Andra hanya menatap Viya yang sepertinya mulai mengingat racauannya semalam,
"Apapun yang Lo dengar semalam, anggap Lo nggak pernah mendengarnya ya, lupain aja!" Kata Viya akhirnya. Walaupun dia tidak ingat dengan persis tapi dia tau sudah pasti dia bicara sesuatu semalam.
"Kalau gue nggak mau?"
"Itu urusan Lo!" Ketus Viya.
"Bagaimana bisa itu urusan gue sementara Lo yang buat gue berurusan sama Lo!" Kata Andra lagi langsung membuat Viya menatap laki-laki itu.
"Lo manfaatin gue?" Viya malah salah tanggap.
"Nih liat, dan jangan mencurigai kekasihmu lagi!" Ucap Andra memberikan ponselnya ke Viya yang berisi Vidio Viya semalam lalu meninggalkan gadis itu sendirian dikamarnya.
Meski sedikit bingung, Viya memutar Vidio itu yang langsung memperlihatkan bagaimana kacaunya dia mabuk semalam, dan apa itu?
Viya malu bahkan sangat malu rasanya jika harus bertatap muka dengan Andra setelah melihat vidio dirinya tadi. Inilah yang selalu terjadi kalau dia sudah mabuk, dia tidak bis mengontrol dirinya.
"Mulai sekarang Lo pacar gue, kalau mau mabuk ajak gue jangan minum sendirian, Lo harus nurut sama gue!" Ucap Andra yang barusan masuk lagi ke kamar membawa segelas air putih dan memberikannya ke Viya.
"Tapi kan...itu...itu gue lagi mabuk Andra!" Sela Viya.
"Gue nggak peduli, pokonya mulai sekarang Lo pacar gue dan kurangi kenakalan Lo!" Kata Andra lagi seraya menatap tajam Viya.
Viya hanya diam tapi rona merah diwajahnya sudah menjadi jawaban bagi Andra.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
