Bab 116

716 52 3
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Danisha menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas setelah membalas pesan dari Alvan, mulutnya menggerutu saking kesalnya dengan ketidak sabaran kekasihnya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Danisha menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas setelah membalas pesan dari Alvan, mulutnya menggerutu saking kesalnya dengan ketidak sabaran kekasihnya itu.

"Kenapa Danish?" Tanya Elisha sambil menikmati es krim di tangannya.

"Ini si Alvan nggak sabaran banget dari tadi spam chat Mulu!" Sahut Danisha.

"Sama, nih si Alex juga!" Kata Rania yang juga merasa kesal melihat Alex yang bolak-balik nelponin dia sampai-sampai Rania mematikan ponselnya.

"Masih mending kalian nggak diingilin kemari, tuh si Verrel nungguin di mobil!" Ucap Elisha terkekeh.

"Serius Lo Sha? Kok nggak diajak masuk!" Kata Inggrid yang nggak habis pikir dengan kelakuan Elisha.

"Kalau dia di sini, bukan cuma gue aja yang jengah ngeliat sikapnya pasti Lo semua juga!" Sahut Elisha.

"Tapi kan kasihan lho!" Kata Inggrid lagi.

"Biarin aja, dia yang mau kok!"

Tidak hanya mereka bertiga saja yang diposesifin sama pasangannya masing-masing, tapi Viya dan Ayu juga bolak-balik mengeluarkan ponselnya dari tas mereka karena terlalu berisik jika dibiarin.

Tidak hanya mereka bertiga saja yang diposesifin sama pasangannya masing-masing, tapi Viya dan Ayu juga bolak-balik mengeluarkan ponselnya dari tas mereka karena terlalu berisik jika dibiarin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Danisha semakin dibuat kesal karena belum ada setengah jam dari Sejak Alvan mengirimnya pesan tadi, sekarang  dia sudah mengiriminya  lagi, akhirnya karena kepalang kesal Danisha pun mematikan ponselnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Danisha semakin dibuat kesal karena belum ada setengah jam dari Sejak Alvan mengirimnya pesan tadi, sekarang  dia sudah mengiriminya  lagi, akhirnya karena kepalang kesal Danisha pun mematikan ponselnya.

"Gue yakin bentar lagi Alvan pasti nyusul ke sini!" Kata Inggrid setelah melihat Danisha mematikan ponselnya.

"Biarin ajalah!" Males gue dari tadi berisik banget!"

Setelahnya Keenam gadis-gadis cantik itu  kembali menikmati party mereka setelah kompak sama-sama mematikan ponsel mereka sehingga membuat kekasih mereka kalang kabut.

"Rion nggak ke sini Ing?" Tanya Viya disela-sela kegiatannya yang sedang karokean bersama Rania dan Ayu.

"Ada, lagi sama papa di ruang kerja!" Kata Inggrid.

"Sejauh ini, gimana perasaan Lo sama Rion?" Tanya Ayu.

"Maksud Lo?"

"Rion itu gimana?" Kata Ayu lagi.

"Gue nggak tau mau bilang apa, tapi yang pasti gue beruntung dicintai sama Rion! Dia baik banget ke gue!" Jawab Inggrid sambil tersenyum mengingat bagaimana selama ini Rion memperlakukannya.

"Lo mencintainya?" Tanya Danisha.

"Sekarang iya, bahkan sangat!" Ucap Inggrid jujur tanpa ia sadari laki-laki yang tengah mereka ghibahin sudah berada di belakang mereka dengan senyum dimple nya.

"Terimakasih ya sayang!" Ucap Rion seraya memeluk Inggrid dari belakang sehingga membuat gadisnya itu tersentak malu.

"Sejak kapan kamu di sini?" Tanya Inggrid menatap Ke Rion.

"Sejak calon istriku jujur dengan perasaannya!" Sahut Rion yang menatap penuh Cinta ke Inggrid.

"Papa bilang apa?" Tanya Inggrid lagi.

"Cuma ngobrol biasa sayang!" Sahut Rion  kemudian mendudukkan dirinya di samping Inggrid.

"Danish! Alvan ada di luar lho!" Ucap Rion kemudian.

"Nah kan apa gue bilang, pasti Alvan nyusulin Lo!" Kata Inggrid tertawa.

"Biarin ajalah!" Sahut Danisha.

Dan tanpa mereka duga Alvan, Verrel, Alex, Rayyan  dan Andra sudah masuk ke dalam rumah Inggrid tempat mereka ngumpul sekarang ini.

"Kumpulan-kumpulan pria posesif!" Kata Inggrid tertawa, sedangkan para pemilik laki-laki posesif itu kompak cemberut.

"Masih lama nggak Ing?" Tanya Alvan yang sudah berdiri di samping Danisha.

"Udah kelar kok, kalau mau bawa Danisha juga nggak apa-apa!" Kata Inggrid yang masih tertawa.

"Ya udah kita cabut duluan ya!" Ucap Alvan seraya menarik Danisha untuk beranjak dari sana.

"Adek mau pulang sekarang atau Abang paksa!" Kata Verrel menatap Elisha tapi kekasihnya itu sama sekali tidak peduli sehingga membuat Verrel langsung menggendong kekasihnya itu seperti memikul karung beras dan tentu saja ia mendapat pukulan dari pacar cantiknya itu.

"Mau kayak Elisha juga atau jalan sendiri?" Kata Alex ke Rania yang langsung membuat Rania meraih tasnya dan beranjak duluan meninggalkan Alex.

"Gue cabut Ing!" Kata Alex dan langsung menyusul Rania.

"Ayu!" Panggil Rayyan pelan tapi tegas.

"Iya...iya...!" Sewot Ayu.

"Ing, gue pulang ya!" Pamit Ayu ke Inggrid,

"Iya, hati-hati Lo!"

"Gue juga pulang Ing!" Pamit Viya juga setelah mendapat tatapan tajam dari Andra.


Setelah Teman-temannya itu pergi, Inggrid menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa mereka semua mendapat pacar yang posesifnya kebangetan.

"Aku juga pulang ya sayang, soalnya udah malam banget!" Kata Rion sambil mengusak kepala Inggrid

"Iya, kamu hati-hati ya!"

"Iya, nanti kalau sampai rumah, aku telpon!" Ucap Rion lalu membubuhkan kecupan di pelipis kekasihnya itu dengan penuh cinta.

Lalu setelahnya beranjak meninggalkan kediaman gadisnya itu yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang