Bab 78

875 50 0
                                        


Malam ini adalah malam pertunangan Inggrid Viviana dengan Arion Mahendra yang diadakan di sebuah hotel yang mewah,  semua undangan yang hadir juga sebagian besar dari relasi-relasi bisnis kedua keluarga itu, ada juga pejabat-pejabat politik yang turut hadir.  Wajar saja karena mengingat baik keluarga Inggrid maupun Rion adalah sama-sama keluarga konglomerat  dan keduanya juga sama-sama pewaris tunggal perusahaan keluarganya.

Arion tersenyum hangat menatap Inggrid yang tampak begitu cantik bak Princess  dengan balutan gaun mewahnya yang berwarna Putih dan didesain langsung oleh seorang Desainer terkenal dari luar negri.

"Kenapa sih?" Tanya Inggrid karena Rion tak berhenti menatapnya.

"Lo cantik!" Puji Rion masih dengan senyumannya.

"Ya gue emang Cantik!" Sahut Inggrid seraya mengalihkan tatapannya karena tidak kuat ditatap sedalam itu oleh Rion.

"Bisa nggak sih lo-gue nya kita ganti aja dengan aku-kamu, nggak enak banget dengernya!" Protes Rion.

"Aku-kamu, geli banget dengernya!" Kata Inggrid tertawa.

"Nggak apa-apa, dibiasakan ya!" Ucap Rion dan diiyakan Inggrid lewat anggukan kepalanya.

Tanpa diduga Inggrid untuk pertama kalinya Rion menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.

"Terimakasih sudah menerima kehadiranku Inggrid, i love you!" Bisik Rion lirih persis ditelinga Inggrid sengaja mencium singkat puncak kepala Inggrid.

" I love you too!" Gumam Inggrid pelan tapi masih bisa didengar oleh Rion dengan jelas.

"Aku ..aku nggak salah dengar kan Ing?" Tanya Rion memastikan dan refleks  melepas Inggrid dari pelukannya sambil menatap tepat pada bola mata gadis itu.

"I LOVE YOU ARION MAHENDRA!".. ulang Inggrid lagi dengan Lantang dan jelas serta memberikan senyum termanisnya  untuk Rion.

"Terimakasih sayang!" Rion kembali membawa Tubuh Inggrid ke dalam pelukannya. Hatinya sangat lega dan bahagia, gadis yang semula ingin ia tolak karena sudah mencintai teman satu kelompok di KKNnya tanpa ia ketahui kalau gadis itu ternyata orang yang sama.

"Cieeeee.....!!!! Acara romantis kedua sejoli itu dengan terpaksa  harus berakhir  karena kedatangan sahabat-sahabat mereka. Ada Elisha, Verrel, Alvan, Danisha, Alex, Rania, Rayyan, Ayu, Andra dan Viya.

"Kalian ganggu banget tau nggak!" Gerutu Rion seraya melepas Inggrid karena gadis itu langsung ditarik oleh Ayu dan Rania.

"Cih...! Kayak nggak ada hari besok aja Lo!"  Kata Viya berdecih geli.

"Eh Viya, gue turut berduka ya atas  kandasnya hubungan Lo sama Ken!"  Ucap Rion yang kemudian dibalas delikan tajam oleh Viya.

"Udah, lebih baik sama Andra kalau kata gue mah!" Celetuk Danishatanpa melihat ke arah Viya karena ia yakin, pasti Viya tengah melototinya.

"Tau nih si Viya, malah milih cowok kere modal bacot doang!"  Tambah Elisha menimpali.

"Ini anak berdua, gue kirain udah tobat! Astaga.....!" Ujar Rayyan.

"Kiamat dunia kalau nih bocah berdua tobat!" Sahut Rania.

"Belum aja ngerasain tabokan dari gue itu!" Geram Viya karena diisengin Danisha dan Elisha.

"Itulah yang gue rasakan selama ini Vy! Iya nggak Ing?" Ucap Ayu meminta persetujuan dari Inggrid.

"Gue udah kenyang malah!" Sahut Inggrid

"Jangan kesel-kesel sama gue, gue tau kalau sebenarnya kalian sayang banget kan  sama gue! Ucap Danisha santai tanpa rasa bersalah.

"Diiih ... Alvan doang yang sayang sama Lo, kita nggak!" Bantah Ayu cepat.

"Ellleeehhh... Waktu gue kecelakaan kemarin Lo semua pada nangisin gue!"

"Itu kan beda cerita Danish!" Sela Inggrid.

"Sama aja itu!"

"Al, kalau Lo nggak kuat pacaran sama Danisha bilang ya!" Kata Ayu Dramatis.

Bukannya menyahuti perkataan Ayu, Alvan malah merangkul bahu kekasihnya itu.

"Inggrid sama Rion udah Tunangan, selanjutnya kita tunangan juga ayo!" Kata Alvan malah ngajakin Danisha tunangan secara tiba-tiba sehingga membuat Danisha melongo dengan tidak elitnya dan dengan tidak tau malunya Alvan malah mencium singkat bibir Danisha dihadapan semua teman-temannya.

"Bangke!" Lo anggap apa kita semua?" Protes Rayyan melempar Alvan dengan ponselnya.

"Waaaahh...parah banget Lo Al!" Andra juga ikutan protes.

"Tau nih si bangke nggak tau tempat banget!" Ucap Rion yang juga ikut melempar Alvan pakai Tisu, lain halnya dengan Alex dan Verrel yang cuma ketawa aja melihat keakuan Alvan.

"Abang...!"  Lirih Elisha memanggil Verrel seraya menarik pelan ujung kemeja milik Verrel.

"Iya sayang, adek mau apa?"  Tanya Verrel lembut.

"Mau juga dicium kayak gitu!" Kata Elisha dengan polosnya.

HAH!!!....

Verrel cengo bahkan sampai tersedak ludahnya sendiri karena permintaan gadisnya itu.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang