Bab 174

322 33 4
                                        


Hari yang ditunggu-tunggupun akhirnya tiba, dimana para Mahasiswa akhir  tengah berbahagia atas pencapaian dan kerja kerasnya dalam menuntut ilmu akan segera diapresiasi lewat gelar yang tersemat di belakang namanya.  Begitu juga dengan Inggrid, Elisha, Viya, Ayu, Danisha dan si pengantin baru Rania. Dan bukan hanya mereka saja yang akhirnya Berbahagia karena gelar baru mereka tapi ada Verrel dan Alex juga yang memang tahun ini bisa mengikuti Wisuda setelah kemarin mereka sempat menundanya.

Namun sepertinya bahagia untuk mendapatkan gelar itu tidak membuat Si Cantik Danisha bersemangat untuk segera merias dirinya untuk acara wisudanya itu,  rasa pusing yang selalu mengganggunya ternyata tidak kunjung mereda juga malah mulai tadi malam sampai pagi ini suhu tubuhnya Tinggi,  hal itu membuat Alvan suaminya dan kedua mertuanya Briyanna dan Aliksa sangat khawatir. Beberapa kali Briyanna membujuk Danisha agar ke rumah sakit tapi Danisha tetap tidak mau dengan alasan cuma pusing padahal tadi malam juga perutnya terasa seperti diaduk.


Alvan menatap dalam paras istrinya itu yang sedikit pucat, ditutupi make up seperti apapun tetap terlihat pucat, sorot mata beningnya pun terlihat sayu sangat kelihatan kalau Danisha sedang tidak sehat.

"Mas... Aku udah cantik belum?" Tanya Danisha seraya berdiri menghadap Alvan setelah kelar dengan urusan make up-nya. Setelan Kebaya berwarna peach sangat cocok di tubuh rampingnya.

"Sangat Cantik!" Tapi beneran kamu udah gak apa-apa sayang?" Tanya Alvan masih dengan raut wajah khawatirnya.

"Iya, udah nggak terlalu pusing lagi kok!" Jawab Danisha tapi belum juga membuat Alvan lega.

"Nanti kalau pusing lagi kita ke rumah sakit ya?" Pinta Alvan lembut setengah membujuk Istrinya itu.

"Tapi ....

"Kali ini nggak ada tapi-tapian Sayang, udah seminggu kamu pusing terus sampai demam tinggi gitu, mas takut sayang kamu kenapa-napa! Mau ya?" Pinta Alvan lembut seraya mengelus pipi kanan Danisha, pun pada akhirnya Danisha mengangguk menyetujui permintaan suaminya itu.


Kemudian Alvan memeluk Danisha dan mencium puncak kepala istrinya itu.

"Mas takut kamu kenapa-kenapa sayang, ngeliat kamu seperti tadi malam rasanya hati mas seperti mau mati !"kamu itu hidup mas!" Racau Alvan masih dalam memeluk tubuh mungil istrinya sehingga membuat Danisha sampai menitikkan air matanya karena terharu dengan ucapan suaminya itu.

"Ya...sudah mas kita turun yuk, mama sama papa pasti udah nungguin!" Ucap Danisha seraya mengurai pelukan mereka. Alvan hanya mengangguk tersenyum mengikuti langkah istrinya itu.

Dan benar saja, di meja makan Briyanna dan Aliksa sudah menunggu mereka. Kedua mertuanya itu sudah Tampan dan Cantik.

"Sayang.... Kamu beneran gak apa-apa? Atau mama panggil dokter Anas  ya buat dampingin kamu wisuda nanti, mama takut kamu pusing lagi!" Kata Briyanna khawatir seraya mendekati menantu cantiknya itu.

"Nggak usah ma, Danish udah nggak apa-apa!" Ucap Danisha menyunggingkan senyumnya agar Briyanna tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.

"Tapi Badan kamu masih panas lho sayang, kamu juga pucat gini!" Kata Briyanna lagi.

"Tapi Danish udah enakan kok ma, nanti kalau masih pusing juga kita mau ke rumah sakit aja!" Ucap Danisha lagi.

"Ya sudah tapi habisin sarapannya dulu ya terus jangan lupa minum Vitaminnya biar kamu nggak lemas ya sayang!" Kata Briyanna pada akhirnya membuat Danisha mengangguk.

"Nanti kamu harus Lebih perhatiin lagi Danisha ya Son, biar urusan kantor papa yang handle dulu!" Ucap Aliksa di sela-sela  makannya.

"Iya pa!" Jawab Alvan.

Setelahnya tidak ada lagi percakapan di meja makan itu, semua tengah menikmati dalam diam. Tapi tidak dengan tatapan mereka yang setiap saat tertuju pada Danisha karena mereka masih mencemaskan keadaannya.

Di auditorium universitas Nusa Bangsa tepatnya diselenggarakan acara wisuda mahasiswa akhir. Semua para mahasiswa tampil Cantik dan tampan tanpa terkecuali keenam wanita cantik yang lagi sibuk foto-foto.

Menjadi lulusan terbaik dengan tidak hanya predikat cumlaude saja tapi summa cumlaude berhasil diraih oleh Danisha, membuat Sandara langsung menangis haru melihat bagaimana putrinya itu selalu membuat dirinya bangga, sejak dulu putrinya itu selalu membuatnya bangga padahal Sandara tau kalau dia masih sangat kurang untuk memberikan kasih sayang pada putrinya itu.

Tidak hanya Sandara, tapi Briyanna dan Renatta juga sangat Bangga dan bahagia atas pencapaian Danisha, begitu juga dengan Aliksa dan Reinard, keduanya bahkan kompak merekam momen membahagiakan  saat Danisha ditunjuk untuk memberikan kata sambutan mewakili para wisudawan.

Alvan tidak henti-hentinya mengagumi sosok istrinya itu, bahkan tanpa sadar matanya berkaca-kaca saat Danisha menyebut Namanya saat kata sambutan ucapan terimakasih dan rasa syukur tengah berlangsung.

"Rasa Terimakasih yang tak terhingga bahkan jika ada kata yang melebihi rasa terimakasih,  saya dengan lantang meneriakkannya kepada sosok tangguh yang selama ini menjadi panutanku! Sosok sempurna dengan kasih sayangnya! Lahir dari seorang ibu bernama Sandara Ranggita adalah kebahagiaan Dalam hidupku! ILove you mom, you're my everything in mylife!"

"Dan untuk Suamiku, terimakasih atas dukungan dan cinta yang selalu kau berikan untukku! Terimakasih atas setiap waktu dan kata-kata semangat yang kau berikan! Tidak hanya Suka, tapi saat duka juga Kau tak sekali pun meninggalkanku!" Terimakasih sudah menjadi suami yang sempurna untukku! "Aku mencintaimu!"

Tepuk tangan Riuh menjadi akhir dari kata sambutan yang diucapkan Danisha, lalu setelahnya ia kembali ke tempatnya.



Setelah acara satu persatu sudah berlangsung, kini para wisudawan tampak bahagia saling berfoto dengan keluarga masing-masing, Begitu juga dengan Inggrid yang di dampingi suami, kedua orangtuanya dan juga mertuanya, Ayu, Viya ,Rania dan Elisha juga.


"Danish kita foto rame-rame yuk!" Ajak Elisha seraya menarik tangan Danisha.

Kemudian mereka berfoto mulai dari gaya kalem, heboh sampai ke gaya konyol pun mereka lakukan sehingga membuat para orangtua yang hadir di sana tertawa gemes melihat tingkah wanita-wanita cantik itu.

Danisha sesekali memijit pelipisnya, karena rasa pusing di kepalanya kembali kambuh  Tapi tetap menuruti keinginan teman-temannya. Tapi itu tidak berlangsung lama setelah Tubuhnya kembali demam dengan suhu tinggi, serta perutnya juga seperti diaduk rasanya.

"Ay....!" Lirihnya memanggil Ayu.

"Kenapa Danish? Pusing lagi?" Tanya Ayu seraya memijit kepala Danisha pelan.

"Badanmu juga panas lho Danish!" Kata Inggrid yang juga ada di dekatnya.

"I-iya.. Tolong panggilin Al.......

"BRUKKK!!!!...

"DANISHA!!!!.... ALVAAAANNNNN!!!!!

Teriak Inggrid memanggil Alvan karena Danisha sudah jatuh terkulai di pangkuan Ayu.


KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang