Sungguh Danisha sangat membenci berjauhan seperti ini dengan Alvan, bahkan pagi ini Danisha sama sekali nggak ada semangat-semangatnya padahal dia harus ke kampus lagi untuk menemui Dosen pembimbingnya. Tadi pagi-pagi sekali Alvan dan Aliksa berangkat ke Canada dengan jet pribadi mereka, Danisha maupun Briyanna tidak ikut mengantarnya ke Bandara karena Masih terlalu pagi dan Alvan tidak mengijinkannya, mereka hanya diantar salah satu supir pribadi keluarga Oswald.
"Sarapan dulu ya sayang!" Ucap Briyanna seraya tersenyum hangat ketika melihat raut wajah menantunya itu.
"Mama mau kemana, pagi-pagi udah cantik begini?" Tanya Danisha karena tidak biasanya Briyanna sudah tampil Elegan seperti sekarang ini.
"Mama ada acara sayang sama temen-temen mama, mungkin agak siangan baru pulang!"
"Nanti Danish singgah dulu ke tempat Tante Renatta ya Ma!"ucap Danisha memberitahu.
"Iya sayang!"
Lalu keduanya makan dengan diam, sesekali Danisha melirik ponselnya barangkali ada pesan wathsapp dari Alvan tapi ternyata nihil hingga membuat mood Danisha sedikit tidak baik hari ini, dia sudah terbiasa dengan kehadiran Alvan lalu tiba-tiba harus berjauhan seperti ini sungguh Danisha sangat tidak menyukainya.
Kelar sarapan Danisha pun berpamitan ke Briyanna lalu setelahnya melajukan mobilnya membelah jalanan menuju kampusnya.
"DANISH!!!!!....
"teriakan delapan oktaf Elisha menghentikan langkah Danisha yang hendak menuju ruang Dosen, Elisha tampak berlari kecil menghampirinya.
"Lo sibuk nggak hari ini?" Tanya Elisha ketika ia sudah berada di depan Danisha.
"Sebenarnya sih nggak kalau Bu Rasty nggak narik ulur pertemuan Mulu!" Kata Danisha sedikit mengeluh perihal dosen pembimbingnya itu.
"Lo mending sama Bu Rasty lah gue sama Bu Nadia yang semuanya harus sempurna sesuai kemauan dia!"
" Emangnya kenapa Lo nanyain gue sibuk apa nggak nya?" Tanya Danisha seraya berjalan bersisian dengan Elisha melewati koridor Fakultas Ekonomi.
"Gue mau ngajakin Lo shopping!"
"Ihh...malas banget gue!" Kata Danisha sedikit mengeluh..
"Diiih...giliran gue yang ajak Lo malah ogah-ogahan! Elisha tampak cemberut.
"Mau beli apa emang?" Tanya Danisha lagi yang langsung membuat senyum Elisha merekah sempurna padahal belum tentu juga Danisha mau kan.
"Gue nggak punya dress hitam untuk acara party nya Viya!"
"Eh..iya bener, gue sampai lupa!"
"Mikirin Alvan Mulu sih Lo!" Cibir Elisha
"Biarin, mana dia lagi ke Canada sekarang, guenya udah kangen!" Ucap Danisha tanpa memperdulikan cibiran Elisha.
"Jijik Banget Danish sumpah deh!!!....
"Terus mau jam berapa ke Mall nya?" Tanya Danisha kemudian mengalihkan topik takut makin kangen dianya kalau bahas Alvan Mulu padahal baru tadi perginya.
"Kelar bimbingan aja sih, ntar gue tungguin Lo di kantin aja!" Jawab Elisha.
"Kita berdua aja perginya? Siapa tau Inggrid sama Ayu mau ikutan,"
"Ayu sama Rania katanya udah beli semalam, kalau Inggrid gue nggak tau, nanti gue call dianya! Ucap Elisha.
"Ya udah, ntar kalau nanti gue duluan yang kelar gue tungguin Lo di kantin juga!" Kata Danisha yang langsung diangguki Elisha. Lalu keduanya berpisah di ujung koridor karena memang keduanya beda jurusan.
Perlahan-lahan Danisha melangkahkan kakinya ke ruang Dosennya siapa tau Bu Rasty sebagai Dosen pembimbingnya sudah datang. Dan ternyata Dosennya itu tengah memeriksa tugas mahasiswa yang lain terbukti dari banyaknya tumpukan tugas di mejanya.
"Pagi Bu!" Sapa Danisha sopan.
"Pagi, mau bimbingan?" Tanya Bu Rasty yang langsung diiyakan Danisha dengan cepat.
"tunggu ya saya masih ada kerjaan!" Ucap Bu Rasty lagi sehingga membuat rasa kesal Danisha sampai ke ubun-ubun.
"Bu dari kemarin-kemarin lho ibu nunda-nunda terus, kalau kayak gini kapan kelarnya skripsi saya?" Bantah Danisha mulai jengah dengan dosennya itu.
"Pekerjaan saya bukan hanya ngurusin skripsi kamu!" Kata Bu Rasty lagi.
"Dan kesibukan saya juga bukan hanya mengemis waktu sama Ibu, kalau ibu nggak bersedia saya bisa ganti pembimbing yang lain!" Sarkas Danisha dengan amarah yang sudah mulai menguasainya karena Dosennya itu seolah-olah mempermainkannya.
"Lancang sekali kamu berbicara seperti itu, dimana attitude kamu?"
"Oke, Sepertinya saya harus minta ganti pembimbing ke ketua Prodi, permisi Bu!" Ucap Danisha segera berlalu dari ruangan dosen itu dan tidak memperdulikan lagi berapa kali dosen itu memanggil namanya.
Dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa Danisha mencari ketua program studi mereka yang tak lain adalah Pak satya Kamil ayah dari Pak Nino dosen pembimbingnya sewaktu KKN dulu.
"Permisi Pak! Maaf mengganggu!" Ucap Danisha setelah mengetuk pintu.
"Danisha, ada perlu apa kemari?" Tanya Pak Nino yang kebetulan ada di ruangan Pak Satya.
Kemudian Danisha menjelaskan maksud dan tujuannya perihal ganti dosen pembimbing, bukan lantaran karena dia terlalu lebay atau apa, tapi memang karena Bu Rasty selaku Dospemnya itu sudah terus-terusan menarik-ulur dirinya, sementara ke mahasiswa lain tidak itulah yang membuat Danisha tidak bisa mentoleransinya.
"Ya sudah nanti coba saya bicarakan ke Bu Rasty ya kalau memang harus diganti , saya akan Carikan dosen yang lain!" Ucap Pak Satya sedikit membuat hati Danisha lega.
"Terimakasih banyak pak!" Ucap Danisha menyalami Kedua dosennya itu lalu setelahnya beranjak meninggalkan ruangan ketua Program studinya itu.
Danisha langsung melipir ke perpustakaan untuk kembali mengerjakan skripsinya. Namun baru setengah jalan ponselnya langsung berbunyi dan bibirnya langsung tersenyum dengan manisnya saat melihat nama sang suami tertera dilayar ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Fiksi RemajaKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
