Di suatu tempat ada seseorang yang tengah menatap kagum pada sosok Danisha lewat majalah yang ia baca, di sana Beberapa foto dan Perjalanan karir Danisha di muat sehingga menambah kadar penasaran serta rasa kagum seseorang itu pada Sosok Danisha. Meskipun keterangan biodata Danisha hanya sekilas saja dan lebih fokus pada perjalanan karirnya tapi itu sudah membuatnya mulai menyukai gadis itu. Berulang kali dia ingin mendekatkan diri pada Danisha tapi sepertinya gadis itu sangat susah untuk di dekati, terbukti beberapa kali dia mengajak Danisha untuk sekedar makan bersama namun gadis itu selalu menolaknya.
Bukan tidak ada alasan kenapa dia meminta Danisha kemarin untuk menjadi pemeran utama di film itu, semua itu semata-mata agar ia bisa setiap hari melihat paras cantik gadis itu. Meski baru mengenalnya tapi dia yakin kalau dirinya sudah jatuh cinta pada gadis bernama Danisha itu.
"Nggak usah diliatin nanti jatuh cinta!" Sebuah sapaan mengalihkan tatapannya dari majalah yang ia baca tadi.
"Memang sudah jatuh Cinta!" Jawabnya singkat tanpa ditutup-tutupi lagi.
"Lagian siapa sih yang menolak sosok seorang gadis seperti Danisha Camilla, rasanya itu hanya orang bodoh saja!" Sahut orang itu lagi sambil terkekeh.
"Jangan-jangan kau juga mencintainya!"
"Iya tapi sekarang udah nggak setelah aku tau siapa kekasihnya!"
"Sepertinya juga aku harus mundur!"
"Ya memang harus, karena hidupmu akan hancur jika kau bersaing dengan kekasihnya itu!"
Lalu kedua orang itu tertawa bersama, mereka adalah seorang produser dan sutradara yang sama-sama jatuh pada pesona Danisha Camilla tapi langsung mundur setelah tau siapa kekasih gadis itu.
Di rumahnya Danisha tengah tidur-tiran di atas ranjangnya, sejam yang lalu dia sudah pulang dari kantor Alvan dan diantar oleh kekasihnya itu. Danisha tersenyum mengingat kelakuan Alvan tadi sebelum mereka pulang, kekasihnya itu tidak akan melepaskannya sebelum mendapat apa yang dia inginkan. Bukan hanya bibir merahnya yang bengkak namun ada satu hal kenakalan Alvan yang membuat Danisha merasa deg-degan lagi walaupun hanya sekedar mengingatnya.
Meski hanya mereka berdua yang tau tapi tetap saja Danisha merasa malu, satu yang membuat Danisha suka, semesum apapun kekasihnya itu namun Alvan tetap menjaga batasannya untuk tidak merusak Danisha walaupun kelakuan mesumnya itu sudah ia salurkan tipis-tipis tapi dia masih ingat untuk berhenti.
Ingatan Danisha kembali pada saat-saat pertama kali dia melihat sosok Alvan, laki-laki dingin, minim ekspresi serta tukang tidur, siapa sangka ternyata Sosok Alvan kini menjadi kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Danisha jadi takut membayangkan semesum apa Alvan setelah mereka menikah nanti dan itu membuatnya bergidik ngeri. Pacaran saja kadang Alvan sudah membuat jantungnya seperti akan keluar saja apalagi kalau sudah menikah nanti?. Habislah aku!
Tadi juga sebelum pulang, Alvan memberi Danisha salah satu Card yang ia punya, katanya kalau untuk jajan, Danisha harus memakai kartu itu kalau tidak dipakai maka Alvan akan menghukumnya! Ada ya orang seperti itu? Dan sepertinya hanya Alvan lah orangnya.
Tidak tau saja Danisha kegilaan apalagi yang direncanakan kekasihnya itu. Bahkan setelah mengantarnya tadi laki-laki itu tidak langsung kembali ke kantornya malah melipir ke sebuah showroom mobil, tentu saja dia sudah memikirkan dan menyiapkan ancaman jika nanti kekasih cantiknya itu sampai menolaknya, dan Alvan akan membuat kekasihnya itu untuk tidak memiliki pilihan lain selain menerima pemberiannya.
Alvan sampai senyum-senyum sendiri membayangkan ekspresi Danisha yang sudah pasti akan cemberut tapi tidak bisa apa-apa. Alhasil kekasihnya itu akan berakhir merajuk dan itu sangat menggemaskan di matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
