Bab 39

1.2K 72 5
                                        


Sore itu menjadi hari yang paling Indah bagi Danisha atau mungkin bagi Alvan juga, mereka bahkan berjanji akan selalu mengunjungi kembali tempat ini, tepatnya Tanah lapang ini.

Desa Karya Indah menjadi tempat dimana dia menemukan Cintanya,  dimana dia bisa merasakan dicintai, disayang, diperhatikan, dimanja dan diprioritaskan, Danisha berjanji dalam hatinya akan selalu mengingat dan mengunjungi Desa ini.

Alvan, seorang laki-laki pendiam, dingin dan minim ekspresi berhasil mencuri perhatiannya saat pertama kali mengenalnya,  berhasil membuatnya merasakan bagaimana itu jatuh cinta,  bagaimana rasanya malu, canggung, degdegan,  dan salah tingkah. Alvan Cinta pertamanya.

"Al,...! Panggil Danisha pelan sambil menoleh ke laki-laki yang baru saja menjadi pacarnya itu.

"Hmm...!"

"Kita diam-diam aja ya, jangan bilang-bilang dulu ke yang lain tentang hubungan kita!" Ucap Danisha yang langsung membuat kerutan halus di dahi Alvan.

"Kenapa harus diam-diam?  Sementara Rayyan, Alex, bahkan Verrel sama Elisha aja terang-terangan!" Protes Alvan.

"Atau kamu malu pacaran sama aku? Kata Alvan lagi, laki-laki itu tampak kesal sebab  sama sekali tidak menyukai ucapan kekasihnya tadi.

"Bukan gitu"!

"Lalu? Kasih Alasan yang masuk akal Danish!" Kata Alvan menatap tajam  Danisha.

"Nanti mereka godain aku, cie-cie in aku! Jawab Danisha merenggut karena ketika anak-anak di posko tau kalau mereka pacaran sudah pasti bakalan heboh.

Alvan terkekeh melihat Danisha yang merenggut lucu, dicubitnya pelan pipi tembem gadis itu.

"Bukan karena Rayyan kan? Tanyanya  yang langsung membuat Danisha mendelik.

"Kok malah Rayyan?  Kan udah aku bilang kalau aku gak mau dicie-cie in sama mereka nanti, biar aja mereka tau  dengan sendirinya nanti!"

"Makanya jangan suka isengin orang, giliran diisengin balik gak mau!" Ucap Alvan yang sangat hafal dengan kelakuan absurd pacarnya itu.

"Ya udah kita diam-diam aja, tapi ada syaratnya! Kata Alvan lagi.

"Apa?"

"Jangan manja-manja lagi ke Rayyan, kalau butuh apa-apa merengeknya ke aku aja!" Ucap Alvan mengingatkan.

"Tapi kan bukan aku yang.....

"Mau atau tidak?"

"Ya udah iya!"

"Naaah, gitu dong! Kalau udah punya pacar, manfaatin aja pacarmu ini! Kata Alvan tersenyum senang.

"Kita pulang yuk!"  Kata Danisha mengajak Alvan pulang sambil melihat jam di pergelangan Tangannya.

"Nggak betah banget berduaan sama pacarnya!" Protes Alvan yang masih belum bergerak dari duduknya.

"Bukan nggak betah, tapi udah sore banget, akunya juga udah gerah ini!

" Laper nggak?" Tanya Alvan sambil beranjak dari posisinya tadi.

"Nggak, cuma pengen cepat-cepat mandi aja!"

"Tungguin dong, nanti pacar kamu ini diculik lho!" Danisha tertawa geli melihat tingkah  Alvan barusan, sungguh sangat tidak disangka-sangkanya kalau seorang Alvan memiliki tingkah manis seperti ini,

"Siapa juga mau nyulik, baru rencana nyulik aja penculiknya dah kabur duluan! Kata Danisha masih tertawa.

"Pacarmu ini Ganteng lho!

Danisha semakin tertawa melihat Alvan mode manja kayak gini, ini baru beberapa menit yang lalu mereka pacaran Alvan udah bertingkah seperti ini, gimana dengan besok-besok????

"Kenapa sih ketawa terus, ada yang lucu? Tanya Alvan karena Danisha sesekali masih terkekeh.

"Kamu yang lucu! Udah ah, jangan gitu lagi nggak cocok sama kamunya!"

"Kemaren-kemaren ada yang bilang kalau dia takut sama Aku, eh giliran dimanis-manisin sekarang malah dilarang!"

"Siapa?"

"Ada kemaren cewek, katanya takut ngeliat aku, sampai-sampai dia merengek ke Rion saking nggak maunya pergi sama akku!" Ucap Alvan mengingatkan Danisha karena sempat takut melihat Alvan yang selalu diam.

"Iiihhh...nyebelin banget sih!!""... Danisha memukul bahu Alvan  sehingga membuat laki-laki itu tertawa terpingkal-pingkal.

"Aku nggak ada sebut nama lho!"

"Tanpa kamu bilang pun, aku tau ya kalau yang kamu maksud itu aku!" Kesal Danisha merengut lucu.

" Lagian kamu ada-ada aja, apa sih yang kamu takutin? Tanya Alvan.

"Kamu nggak sadar gimana kamu dulu yang diam Mulu, mana nggak pernah senyum, seram banget tau!"

"Kalau sekarang gimana? Tanya Alvan lagi menggoda Danisha, sepertinya menggoda Danisha menjadi hobbynya mulai hari ini.

"Ya nggak gimana-gimana!"

"Mana ada jawaban kayak gitu!"  Protes Alvan.

"Diadain lah, kan aku yang punya jawaban, suka-suka aku dong!...

" Iss....... Nggak seru!

Danisha kembali tertawa melihat ekspresi merenggutnya seorang Alvan,  ia terus menatap pacarnya itu sambil tersenyum sampai-sampai Alvan heran kenapa Danisha melihatnya seperti itu mana sambil senyum pula, lama-lama dia bisa salah tingkah nanti.

"Aku suka kamu yang sekarang, mau senyum, mulai banyak bicara,  tertawa juga, sering-sering gini ya!" Ucap Danisha membuat Alvan ikut tersenyum mendengar kalimat Danisha barusan.

"Iya, tapi cuma sama kamu aja tapi!" Jawab Alvan.

"Kenapa?"

"Karena kamu spesial!"...

Habislah  Danisha dikardusin  sama Alvan sore itu, dimana-mana orang sebelum jadian ngardus nya, tapi kalau Alvan malah sebaliknya.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang