Bab 182

426 46 3
                                        

Rencana Pertunangan antara Elisha dan Jeonaya dengan Verrel Pranadipa akhirnya harus dirubah tidak sesuai dengan rencana mereka karena Wirawan yakni Ayah dari Elisha  serta Chavan ayah dari Verrel sepakat melangsungkan pernikahan saja tanpa proses pertunangan dulu toh Elisha juga sudah selesai dengan pendidikannya begitu kata Tuan Wirawan yang langsung disetujui oleh Chavan.  Rencana kedua orangtua mereka tidak terlalu dipermasalahkan baik oleh Verrel maupun Elisha.

Tapi ternyata bukan hanya rencana Pertunangan mereka saja yang telah berubah menjadi pernikahan yang akan secepatnya digelar, melainkan Kepribadian  Elisha juga ikut berubah menjadi pendiam. Padahal gadis itu sehari-harinya selalu ceria, petakilan dan selalu tertawa tapi tidak untuk akhir-akhir ini.

Yang dilakukan Elisha hanya berdiam diri di kamarnya, berbicara juga dia hanya sepentingnya saja dan itupun jika ada yang mengajaknya untuk sekedar berbicara, sama sekali tidak ada senyum di wajah cantiknya seorang Elisha. Tidak ada yang tau apa yang terjadi dengan gadis itu, dan ketika Cassandra bertanya pun hanya di jawab seadanya saja oleh Elisha.

"Aku nggak apa-apa ma!"
Hanya kalimat itulah yang selalu keluar dari mulut Elisha,  Cassandra maupun Wirawan dibuat pusing oleh diamnya Elisha. Tak hanya itu Verrel saja yang berstatus sebagai calon suaminya juga tidak tau apa yang dialami kekasihnya itu.

Tadi pagi Cassandra menghubungi Verrel karena Elisha tidak juga keluar dari kamarnya, jangankan untuk makan ataupun minum, gadis kesayangannya itu seperti enggan untuk keluar dari kamarnya. Verrel bingung harus berbuat apa, dia sangat mencemaskan keadaan gadisnya itu.

"Kenapa?" Tiba-tiba Ayu sepupunya sudah berada di depannya mendudukkan dirinya di salah satu kursi  yang ada di ruangannya.

Verrel mengerutkan dahinya bingung kenapa Ayu sampai mendatanginya ke kantornya.

"Lo ngapain ke sini?" Tanyanya.

"Tante Grace nggak bisa kesini buat nganterin dokumen  yang Lo minta tadi,  makanya gue aja yang nganterin!" Jawab Ayu.

"Lo lagi di rumah tadi?" Tanya Verrel lagi.

"Iya, awalnya gue mau temenin Tante Grace ke butiknya Tante Diva tapi nggak jadi karena harus nganterin dokumen ini ke Lo! Jadinya Tante Grace sendiri yang pergi!" Jelas Ayu.

"Oh... Thanks ya!" Ucap Verrel yang hanya diiyakan Ayu lewat anggukan kepalanya.

"Lo belum jawab pertanyaan gue tadi!" Ucap Ayu mengingatkan.

"Yang mana?"tanya Verrel bingung.

"Tadi Lo kenapa?" Kayak nggak ada semangatnya, murung juga!" Kenapa sih???

" Elisha Ay!"

"Kenapa sama Elisha?" Tanya Ayu lagi.

"Nggak tau kenapa dia diam mengurung diri di kamar terus, tadi juga Tante Diva nelpon dia juga nggak mau makan, gue khawatir!" Keluh Verrel mengadu pada sepupunya itu.

"Mungkin dia nggak setuju kalian menikah secepatnya ini!"

"Gue udah bilang ke dia kalau belum siap nggak apa-apa ditunda dulu, tapi Elisha bilang dia setuju dan dia juga bilang kalau dia nggak Masalah dengan  acara pernikahan kita!"

"Coba tanya Danisha, diantara kita semua dia yang paling dekat sama Elisha, siapa tau Elisha ada cerita ke Danisha kan?" Kata Ayu memberi solusi.

"Iya juga ya, tapi kan Danisha lagi hamil moodnya kadang lagi buruk-buruknya, gue nggak mau nyari masalah sama Alvan, Lo tau sendiri segila apa Alvan kalau sudah tentang bini nya!"  Kata Verrel lagi yang langsung membuat Ayu terkekeh.

"Ya udah biar gue yang ke rumah Danisha nanti terus ngajakin Danish ke rumah Elisha!" Kata Ayu pada akhirnya yang langsung membuat Verrel sumringah.

"Makasih banget ya Ay, Lo emang sepupu terbaik gue!...

"Ellllehhh ... Giliran gini aja Lo manis-manisin gue, biasanya juga nganggap sepupu juga Lo ogah!" Cibir Ayu.

"Mana ada! Lo sendiri yang nggak mau ngakuin gue sepupu Lo!" Protes Verrel.

"Kalau gitu beliin gue tas dong, kan gue sepupu terbaik Lo!" Ayu merayu Verrel.

"Astaga... Laki Lo tajir gitu masih minta tas ke gue?"

"Diiihhh... Pelit banget sih Lo! Ngga mahal kok, Gucci doang!" Kata Ayu lagi.

"Harusnya gue yang minta hadiah pernikahan sama Lo!" Kata Verrel.

"Kalau hadiah pernikahan minta ke Rayyan, kalau ini kan hadiah dari Lo untuk gue sebagai sepupu terbaik Lo!"

"Iya..iya.. nanti gue Transfer, kelarin dulu apa yang gue minta kalau udah kelar jangankan Tas Gucci, sepatu juga gue belikan!" Kata Verrel final.

"Beneran Rel!!! Teriak Ayu kesenangan.

"Iya!" Udah sana, gue mau meting dulu!" Ucap Verrel mengusir Ayu dari ruangannya.

"Cih... Tapi beneran ya!"

"Iya Ay, astaga...!!!!

"Yess!!!....

"Ya udah gue cabut dulu!" Pamit Ayu yang langsung beranjak  keluar dari ruangan Verrel.

"Hati-hati Lo!"

"Aman....!

Setelah Ayu pergi, Verrel langsung mentransfer sejumlah uang kepada sepupu galaknya itu dengan nominal yang tidak main-main, lalu setelahnya dia juga ikutan beranjak keluar dari ruangannya untuk pergi menemui Sang ayah karena ada beberapa klien harus mereka temui siang ini.

Tidak tau saja dia apa yang dilakukan sepupu galaknya itu  setelah melihat notifikasi di ponselnya.

Dengan senyum merekah sempurna, Ayu langsung meluncur ke rumah utama keluarga Oswald untuk menemui Danisha. "Mudah-mudahan Si Danish dalam keadaan mood yang baik!" Doanya dalam hati.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang