Ketika semua yang ada di posko tadi kompak menyalami orang tua Rayyan yang tiba-tiba saja datang berkunjung ke posko mereka Tapi Danisha malah mematung sendirian di posko, dia cuma berdiri menatap lurus ke depannya dimana teman-temannya bersama kedua orangtua Rayyan.
"Danish!" Sini kok malah bengong!" Panggil Ayu yang langsung membuatnya tersentak dan beranjak menghampiri.
"Ini yang namanya Danisha ya? Tanya Renatta tanpa sadar membelai lembut raut wajah Danisha, kedua mata wanita itu tampak berkaca-kaca karena dengan melihat Danisha ia merasa seolah-olah Emilya putrinya hidup kembali. Berbeda dengan Reinard yang fokus melihat raut wajah Danisha yang mengingatkannya pada seseorang.
"Iya Tante, saya Danisha!" Jawab Danisha sopan menyalami Renatta dan Reinard, Rayyan diam-diam melihat interaksi orangtuanya ke Danisha, dia memicing heran melihat tatapan Ayahnya yang sama sekali tidak berpaling dari Danisha.
"Sandara.....! Tanpa sadar Reinard malah menyebut nama Sandara yang Rayyan ketahui adalah nama mamanya Danisha.
"Om kenal sama mama Saya?" Tanya Danisha langsung yang juga mendengar gumaman Reinard tadi.
"Pa!" Renatta langsung menyenggol lengan suaminya sehingga Reinard langsung tersenyum ramah, pun ucapan Danisha tadi sama sekali tidak ia jawab karena ada Rayyan di sana.
Mereka mempersilahkan orangtua klRayyan untuk masuk ke dalam posko dan duduk di ruang tamu tapi Renatta dan Reinard malah memilih duduk di bale saja katanya mereka cuma sebentar saja. Entah karena memang mereka lagi buru-buru atau itu hanya alasan mereka saja, hanya merekalah yang tau apalagi saat ini Rayyan melihat keterdiaman kedua orangtuanya yang tampak tengah memikirkan sesuatu, dan itu membuatnya kesal sampai-sampai dia sudah beberapa kali menghela nafasnya.
"Kok pada diam gini sih!" Kesal Rayyan membuat Renatta tersadar dan buru-buru tersenyum mengalihkan atensinya ke Rayyan.
"Begini Yan, papa sama mama rencananya mau balik lagi ke Singapura, kedatangan mama sama papa kesini cuma mau pamit!" Kata Renatta seraya menggenggam jemari putranya.
"Biasanya juga telpon doang, kok sekarang malah ke sini, sama papa lagi!" Kata Rayuan sedikit heran karena dia sudah kepalang curiga sama kedua orangtuanya itu.
"Kita juga penasaran pengen liat lokasi KKN kamu!" Ucap Reinard meyakinkan Rayyan.
"Bukan karena penasaran ke Danisha ya?" Tembak Rayyan langsung.
"Nggak kok, mama dan papa memang sudah berencana mau kesini dari kemaren, tapi baru sekarang kesampaian ya, iya kan pa?" Ucap Renatta menyenggol lengan suaminya namun Reinard lagi-lagi tengah melamun.
"Pa!" Panggil Renatta lagi mengejutkan Reinard.
"I...iy..iya!" Jawab Reinard gugup hingga membuat Rayyan semakin bertanya-tanya dalam hati ada apa dengan kedua orangtuanya itu, terutama Ayahnya.
"Apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari aku ma, pa? Tanya Rayyan membuat kedua orangtuanya itu langsung tersentak tapi buru-buru Renatta mengembangkan senyumnya.
"Sembunyiin apa sih, ada-ada aja kamu!" Bantah Renatta.
"Aku nggak tau ma, tapi aku merasa kalian sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu dari ku!"
Renatta menghela nafasnya sebentar untuk sekedar menenangkan suasana hatinya. Ia sangat mengenal karakter putranya itu yang keras dan penuh selidik. Makanya sebisa mungkin di aharis bisa bersikap tenang.
"Mama memang penasaran mau lihat Danisha karena kamu pernah bilang kan kalau dia mirip adikmu?" Itu makanya mama sama papa agak sedikit shock tadi ternyata Danisha benar-benar mirip Emilya!" Kata Renatta hati-hati berusaha meyakinkan Rayyan.
Meski masih ada yang mengganjal di hatinya namun Rayyan berusaha mempercayai ucapan Renatta barusan. Dia sangat yakin kalau kedua orangtuanya tengah merahasiakan sesuatu darinya, apalagi dengan melihat sikap Ayahnya yang semakin memperkuat kecurigaannya. Tapi masalah apa yang membuat kedua orangtuanya memilih merahasiakannya? Rayyan mencoba menerka-nerka tapi tetap saja dia tidak mendapat jawaban yang ada pikirannya semakin buntu dan hatinya semakin gusar dipenuhi kecurigaan dan penasaran teramat sangat.
Lain Rayyan lain pula Danisha, gadis itu tampak bingung dengan dirinya sendiri yang sejak tadi malah mengingat orangtua Rayyan terus-terusan. Bahkan sudah berkali-kali ia tepis tapi justru semakin melekat di pikirannya apalagi tadi Danisha sempat mendengar ayahnya Rayyan menyebut nama Sandara mamanya saat mereka salaman, apa mama mengenal orangtua Rayyan ya? Nanti gue coba tanya mama deh!" Ucap Danisha dalam hati.
"Kok malah jadi hobbi bengong gini kamu?" Tanya Alvan sambil mendudukkan dirinya di samping Danisha. Mereka lagi ada di ruang tamu.
"Kenapa hmmm...? Tanya Alvan lagi karena melihat Danisha masih diam dan seperti memikirkan sesuatu.
"Tadi aku sempat denger Ayahnya Rayyan sebut nama Mama, apa mereka saling kenal ya? Tanya Danisha langsung.
"Bisa saja sayang!, apalagi kan Tante Sandara dokter siapa tau Om Reinard pernah konsultasi! Ucap Alvan.
"Iya juga ya!" Apa aku semirip itu sama mama ya? Tanya Danisha lagi sambil menghap Alvan.
"Bentar-bentar aku liat dulu! Kata Alvan sok meneliti raut wajah Danisha,
"Modus banget sih kamu!!" Kesal Danisha sambil memukul bahu Alvan karena Laki-laki itu sempat-sempatnya mencium pipinya.
"Nyium dikit aja lho!" Kata Alvan tertawa gemas mencubit pipi Danisha.
"Aku lagi serius lho Al!"
"Iya..iya.. aku lebih dari serius malah!"
"Al, maksud aku tuh aku mirip banget ya sama mama?" Ucap Danisha mengulang pertanyaannya tadi.
"Yang aku lihat kamu malah lebih mirip Rayyan!"
"Kok malah Rayyan?"
"Iya lho kalau kamu nggak percaya kacaan deh sana!"
Danisha malah cemberut kesal dengan jawaban Alvan.
"Cemberut gitu ntar aku cium lagi mau?" Goda Alvan menoel hidung Danisha.
"Mesum banget sih!"
"Apanya yang mesum? Masa nyium doang mesum! Protes Alvan tidak terima.
"Itu kamu nyium-nyium apa namanya kalau nggak mesum?"
"Emang kamu mau aku mesumin?" Tanya Alvan semakin menggoda Danisha.
"Diiihhh... Jelek kamu!"
"Jelek-jelek gini, aku pacarmu lho!"
"Ihh... ALVAN NYESELIIINNN!!... teriak Danisha berlari ke dapur menjauhi Alvan yang tengah tertawa puas di ruang tamu. Sesenang itu dia menggoda Danisha.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
