Bab 109

818 48 7
                                        


Seperti yang dibilang Alvan semalam kalau dia dan kedua orangtuanya akan berkunjung ke rumah Danisha untuk melamar gadis itu di depan orangtuanya.   Bahkan Aliksa Malik yang merupakan Ayah dari Alvan bersedia menunda perjalanan bisnisnya ke Paris hanya untuk mendampingi  sang putra melamar calon menantunya.

Di rumah Danisha, Keluarganya yang terdiri dari Sandara, Reinard, Rayyan dan Renatta sudah menunggu kedatangan calon besannnya itu. Bahkan sejak tadi Sandara dan Renatta langsung  yang turun tangan menyiapkan hidangan untuk makan malam bersama nanti.

"Di kamarnya Danisha masih grasak -grusuk mencari ponselnya, padahal tidak tau saja dia kalau sejak tadi Rayyan lah yang memakai ponselnya untuk bermain game di ruang tamu sembari menunggu kedatangan keluarga Sahabat sekaligus calon adik iparnya itu.

Tidak lama kemudian terlihat mobil hitam milik Alvan memasuki pekarangan rumah Danisha, Rayyan dan Reinard serta Sandara dan Renatta langsung menyambut kedatangan mereka.

Saling bersalaman serta saling pelukan sebagai salam kekeluargaan begitu juga dengan Alvan yang langsung memeluk Rayyan calon Abang iparnya itu.

"Ray panggilan adikmu sana!" Ucap Sandara menyuruh Rayyan setelah mempersilahkan calon besannya masuk dan duduk di ruang tamu. Pun Rayyan langsung bergegas ke kamar Danisha untuk memanggil gadis itu.

"Waaahhh...cantiknya calon menantu mama!" Kata Briyanna langsung begitu melihat kedatangan Danisha bersama Rayyan.

Kemudian Danisha menyalami Briyanna dan Juga Aliksa Malik bergantian lalu kemudian duduk ditengah-tengah antara Sandara dan Renatta. Keluarga Alvan sudah tau tentang seluk beluk keluarga Danisha, itu sebabnya mereka tidak menanyakan lagi, cukup perkenalan sekilas saja tadi.

"Pantesan ngebet nikah, ternyata calon menantu papa Secantik ini!" Ucap Aliksa berbisik ditelinga putranya sehingga membuat Alvan mengusap tengkuknya malu.

Dua keluarga itupun saling berbincang dan bercanda dulu satu sama lain untuk menghangatkan suasana baru setelahnya Alvan meminta Aliksa sang Ayah untuk berbicara terlebih dahulu mengenai maksud dan tujuan mereka.

"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas sambutan hangat Pak Reinard dan Nyonya Renatta begitu juga dengan Nyonya Sandara, adapun kedatangan kami kesini mungkin sebelumnya Pak Reinard beserta keluarga sudah tau, tapi Alangkah baiknya jika saya selaku Ayah dari Alvan menyampaikan langsung niat baik dari anak saya yaitu Alvan!" Kata Aliksa mulai menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka.

" Seperti yang kita tau kalau Anak saya Alvan dan Putri dari Bapak Reinard Yang bernama Danisha Camilla selama ini saling mencintai, alangkah baiknya jika kita mempererat ikatan kekeluargaan ini. Saya mewakili anak saya Alvan bermaksud melamar Danisha Camilla untuk putra saya Alvanshal Malik, apakah Bapak sekeluarga bersedia menerima lamaran Kami terhadap putri Bapak Reinard?" Ucap Aliksa sambil merangkul Bahu putranya yang tampak sedikit tegang itu. Ia sangat tau kalau Putranya saat ini sangat gugup.

"Saya selaku Ayah dari Danisha sangat terkesan dengan niat dari Bapak sekeluarga, Saya Juga sangat senang melihat Putri saya dicintai dengan begitu tulusnya oleh Putra bapak Aliksa yaitu Alvan, dan Saya sekeluarga juga bahagia melihat Bapak Aliksa sekeluarga begitu menerima Putri saya, dan Kalau ditanya kami menerima atau tidak sudah pasti kami menerima tapi bukankah keputusannya semuanya ada pada putri saya yakni Danisha!" Ucap Reinard sambil menatap teduh raut wajah putrinya itu.

Sungguh rasanya Reinard belum siap melepas anak gadisnya itu, rasanya dia tidak punya kesempatan lagi untuk menebus kesalahannya di masa lalu karena Danisha keburu dilamar oleh keluarga Alvan.

"Bagaimana nak, apakah kamu menerima Lamaran dari Alvan? Semua keputusan Ada ditanganmu, kamu yang menjalaninya nanti!" Kata Reinard kembali menatap putrinya itu.

Sandara pun ikut menenangkan putrinya itu dengan mengusak lembut rambut Danisha,
"Tanya Hatimu nak, Apapun keputusan kamu mama selalu mendukung kamu!" Ucap Sandara meyakinkan Danisha.

"Bagaimana Sayang, Apakah kamu menerima lamaran Alvan?" Tanya Briyanna tidak sabaran.

Pelan tapi pasti Danisha menganggukkan kepalanya.

"Iya saya menerima!" Ucapnya pelan yang langsung membuat Alvan lega, dan tersenyum ganteng menatap kekasihnya itu.

"Terimakasih ya Nak!" Kata Briyanna ikut lega dan tersenyum senang menatap ke Danisha.

"Karena Danisha sudah setuju dan menerima lamaran dari Alvan, saya kira untuk pertunangan mereka kita adakan dalam Minggu ini, tepatnya Sabtu malam  sekitar empat hari lagi kalau nggak salah, bagaimana Pak Reinard?" Tanya Aliksa.

"Kita sekeluarga sudah pasti setuju!" Sahut Reinard.

Danisha sedikit lega karena ternyata malam ini Keluarga Alvan datang untuk melamar saja bukan untuk sekalian Tunangan, Jadi apa yang dikatakan Rayyan kemarin cuma sekedar candaan untuk manakut-nakutinya  saja.

Setelah Acara penting itu selesai dibahas, keluarga Danisha langsung mengajak keluarga Alvan untuk makan malam bersama,  sesekali Alvan mencuri-curi pandang ke Danisha yang malam ini tampak cantik sekali di matanya. Bahkan Rayyan yang melihat itu sampai jengah ingin rasanya dia cepat-cepat melempar Alvan ke segitiga Bermuda sana.



KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang