KKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu...
Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita...
#BTS
#EXO
#NOTBL
#KKN
#au
Inggrid masih menangis di kamarnya, dia merebahkan kepalanya di pangkuan Yuna dan dielus oleh wanita yang sudah menjaganya sejak dari bayi, tadi dia tidak ke kampus hanya dosennya yang dipanggil Carolla ke rumah mereka, Carolla tidak pernah main-main dengan ucapannya itu sebabnya seharian ini Inggrid mengurung diri di kamarnya dan hanya Yunalah yang menemani sekaligus yang paling mengerti seperti apa hidup yang dijalani Inggrid selama ini.
Dia sangat kasihan melihat anak majikannya itu, Inggrid tumbuh untuk memenuhi keinginan orangtuanya, hidup yang dijalani Inggrid juga atas kemauan orangtuanya, kalaupun keinginan Inggrid dituruti Carolla harus ada timbal baliknya yang harus Inggrid korbankan.
Contohnya saja waktu Inggrid mengatakan kalau dia akan mengikuti KKN di suatu desa, sudah pasti Carolla menentangnya, dia akan menggampangkan semuanya dengan kekuasaan dan uangnya. Tapi Inggrid bersikeras ingin mengikuti program KKN itu, dengan perdebatan yang cukup panjang akhirnya Carolla mengijinkan Inggrid dan bebas melakukan apapun asal dia mau menuruti permintaannya. Awalnya Inggrid belum tau bahwa permintaan Carolla itu ternyata perjodohan dirinya, hingga setelah dua mingguan dia di desa tempat mereka melaksanakan KKN, Carolla memberitahunya tentang perjodohan itu.
Bahkan Inggrid harus mengubur dalam-dalam perasaannya pada Orang yang dicintainya, dan menjauhinya. Hal itu ia lakukan karena ia tidak mau jika sampai pak Nino menjadi korban emosi Carolla mamanya sendiri.
"Mbak, kalau aku mati mama sedih nggak ya?" Pertanyaan frustasi Inggrid menyentakkan lamunan Yuna.
"Hussss... Nggak baik bicara seperti itu, semua orang tua juga pasti sedih kalau kehilangan anaknya!" Jawab Yuna tanpa menghentikan elusan tangannya dari kepala Inggrid.
"Sekarang ini rasanya aku sudah seperti orang mati mbak, rasanya hatiku sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi!" Lirih Inggrid seraya mengusap air matanya.
Yuna terdiam, dia juga menangis melihat Inggrid seperti ini, hatinya ikut sakit tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, Carolla bukan tandingannya, dia hanya sebatas pengasuh Inggrid dari bayi itu sebabnya dia sangat menyayangi Inggrid.
"Tau nggak mbak, aku ingin sekali punya usaha restaurant, aku juga ingin memperlihatkan pada orang-orang kalau masakanku itu enak, tapi..... Sebentar lagi aku akan menikah!" Ucap Inggrid lagi menatap lurus ke depan, tampak jelas di raut wajah sendunya, tatapan kosongnya dan di setiap kalimat yang dia ucapkan ada kekecewaan serta rasa sakit yang teramat dalam memenuhi hatinya.
"Kamu harus ingat kata-kata mbak, kamu pasti akan bahagia dan semua keinginanmu pasti akan kamu dapatkan!" Ucap Yuna menangis sambil menangkup kedua pipi Inggrid agar menatapnya.
"Mbak menghiburku lagi ya hehehheh....!" Inggrid tertawa, tapi tawa itu penuh keputusasaan , bahkan siapapun yang mendengarnya pasti bisa merasakan kesedihannya.
"Mbak sudah melihatnya, dia lelaki yang baik, berwibawa dan bertanggung jawab, mbak bisa melihat itu dari sorot matanya!" Ucap Yuna yang membuat Inggrid mengerutkan dahinya.
Inggrid tidak menanggapi Ucapan Yuna barusan, dia juga sama sekali tidak penasaran seperti apa wujud laki-laki yang akan menikahinya nanti.
Toh untuk apa dia harus penasaran, bahkan sekalipun dia tidak menyukainya ia tetap saja akan menikah dengannya nanti.
Kemudian dia mengingat ucapannya di malam-malam terkahir mereka di posko KKN, dia meminta Rion menikahinya, sedikit konyol dan nekad tapi Inggrid melakukan itu bukan tanpa alasan tapi dia tidak juga main-main ataupun kalimat candaan saja. Andai saja Rion mau membawanya pergi dan menikahinya dia pasti akan sangat mau tapi saat Itu Rion hanya diam saja, dan tidak mungkin juga Rion mau melakukan itu.
Inggrid menyalakan ponselnya, membaca ulang chatnya dengan teman-temannya, melihat-lihat galeri foto-foto mereka, dan dia juga melihat video rekaman kegiatan mereka selama di posko. Hal itu semakin membuat dadanya sesak, dia merindukan teman-temannya. Sangat.
Kemudian Inggrid membuka aplikasi kamera di ponselnya dan memotret dirinya sendiri untuk dijadikan bahan story di aplikasi whatsapp nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.