Yang selama ini Danisha pikir kehamilannya memang tidak yang terlalu membuatnya kesulitan dalam melakukan kegiatan apapun seperti diawal-awal kemarin ternyata meleset jauh, seminggu setelah ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit, moodnya jadi berantakan, kadang ada - ada saja yang membuatnya kesal tapi dia tau kesal karena apa!. Pun dalam segi pola makan yang harus milih-milih, perutnya tidak semua menerima makanan apalagi yang terlalu beraroma kuat.
Beruntung Briyanna selalu menyediakan jus buah kiwi untuk mengembalikan mood Danisha, Pun Inggrid ataupun Ayu selalu menyempatkan diri mengunjungi Danisha hanya untuk membawakan makanan untuk Danisha. Kemarin malam Alvan dibuat gemes oleh tingkah Danisha yang nggak mau ia peluk, Alasannya karena Alvan bau dan tentu saja hal itu diprotes Alvan, dia tidak akan terima jika sehari tanpa memeluk istrinya itu, akibatnya dia malah uring-uringan sendiri.
Seperti sekarang ini, semuanya tengah berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malam, berbagai macam lauk pauk yang begitu menggugah selera sudah tersaji di atas meja tapi Danisha malah mengaduk-aduk nasi di piringnya, dia sama sekali tidak berselera.
"Sayang, kenapa nggak dimakan nasinya? Atau Danisha mau makan apa biar mama buatin?" Kata Briyanna yang sangat peka jika itu tentang menantunya itu.
"Atau Danisha mau makanan resto saja?" Kata Aliksa ikut menambahkan.
"Nggak usah Ma, pa! Danish cuma nggak lapar aja!" Jawab Danisha tidak enak hati kalau sampai merepotkan mertuanya itu.
"Sayang atau mau udangnya biar mas kupasin?" Ucap Alvan tapi lagi-lagi ditolak oleh Danisha lewat gelengan kepalanya.
"Sayang, walaupun nggak lapar makan sedikit ya!" Bujuk Briyanna lagi.
"Perutnya lagi mual atau gimana?" Tanya Briyanna lagi.
"Iya ma, rasanya kayak diaduk gitu perutnya!" Ucap Danisha sehingga membuat Alvan kasihan melihat istri cantiknya itu.
"Ma, apa nggak ada obat yang buat Danish nggak mual-mual terus, kalau kayak gini terus-terusan kasihan Danish nya ma! Bisa-bisa istriku kurus nanti!" Alvan malah ikut-ikutan merengek ke Briyanna. Alvan itu orangnya keras tapi kalau sudah tentang Danisha dia pasti lemah dan dia akan menunjukkan itu hanya pada Briyanna Sang mama.
"Al, orang hamil memang kayak gini! Memang ada obat untuk mualnya, tapi orang hamil nggak baik banyak -banyak minum obat!" Ucap Briyanna dengan lembut.
"Son, waktu kamu masih dalam kandungan mama malah selama sembilan bulan sama sekali nggak bisa makan apa-apa! Mama selalu bolak-balik di rawat di rumah sakit!" Ucap Aliksa mengingat bagaimana dulu Briyanna ketika mengandung Alvan.
"Sampai segitunya ma??? Lirih Alvan dan diiyakan oleh Briyanna lewat senyum hangatnya.
"Walaupun kita para ibu mengalami hal itu, tapi kita tetap merasa bahagia, bahkan sangat bahagia menantikannya, bukan begitu sayang?" Tanya Briyanna ke Danisha.
"Iya ma, malah Danisha pengen cepat-cepat lahiran aja rasanya, udah nggak sabar liat gimana nanti apa mirip Danish atau malah mirip mas Alvan!" Sahut Danisha seraya terkekeh.
"Naaahh...kan! Jadi kamu nggak usah terlalu gusar kayak gitu nak! Cukup kamu selalu ada buat Danisha, turuti apa yang dia mau, jangan sampai memarahinya, mama cincang kamu hidup-hidup!" Ancam Briyanna sehingga membuat Alvan bergidik ngeri.
"Ya sudah sekarang kita lanjut makannya ya, Danish mau apa sayang?" Tanya Briyanna lagi.
"Itu ma Danish mau Bakso Bakar!"
"Ya udah biar mama bilang ke Maid dulu ya atau Danish pengen mama aja yang buatin?" Tanya Briyanna lagi.
"Nggak ma! Danish pengen yang di beli!" Jawab Danisha lagi nggak enak hati.
"Mas belikan sekarang sayang!" Ucap Alvan seraya beranjak tapi keburu ujung kaosnya ditahan oleh Danisha.
"Maunya bakso bakar yang di desa tempat kita KKN dulu!"... Kata Danisha pelan.
"Hah! Alvan mematung.
"Sayang, semua bakso bakar itu sama, nggak harus yang di sana, jauh sayang mana udah malam lagi!" Kata Alvan yang mendudukkan lagi dirinya di samping Danisha yang sudah cemberut mendengar kalimat Alvan. Rasanya air matanya sudah menggenang di kelopak matanya.
"Beda! Danish pengennya yang di sana!" Lirih Danisha hampir menangis.
"Ya udah Son, Ayo kita ke sana papa temani asal menantu papa mau makan!" Ucap Aliksa yang sudah hendak beranjak tapi lagi-lagi ucapan Danisha malah semakin membuat penghuni rumah itu cengo.
"Jangan sama papa perginya! Danish pengen kita semua yang kesana perginya sama temen-temen!" Lirihnya lagi.
"Sayang, yang benar saja! Ini udah malam lho sayang!" Ucap Alvan lembut seraya meraup wajahnya.
Danisha justru diam menekuk wajahnya bahkan air matanya sudah jatuh satu per satu.
"Al, coba bicarakan dulu sama teman-teman kamu siapa tau mereka mau, nggak ada salahnya ditanya dulu!" Ucap Briyanna yang tidak tega melihat menantu kesayangannya menangis.
"Ma, Alvan nggak enak gangguereka! Alex sama Rania masih pengantin baru, Rion sama yang lain pasti Butuh istirahat juga!" Kata Alvan lagi.
"Mas belikan yang di sana aja dulu ya sayang, besok mas janji kita ke sana belinya!" Bujuk Alvan lembut tapi istri cantiknya itu malah diam mengunci mulutnya dan masih betah menekuk wajahnya sehingga membuat Alvan bingung.
"Son, coba bicarakan dulu!" Kata Aliksa, dia juga tidak tega melihat Danisha menangis perkara bakso bakar.
"Ya udah mas bicarakan dulu sama mereka ya sayang, kalau iya nanti kamu tunggu di rumah aja ya biar kita aja yang pergi!" Kata Alvan pada akhirnya.
"Maunya makan disana!" Kata Danisha lagi yang semakin membuat Alvan di buat mati kutu harus membujuk dengan apalagi dia terhadap istrinya itu.
"Tapi sayang,....
"Al, turuti saja nak! Kemauan orang hamil memang kadang diluar keinginan kita, kamu harus sabar menghadapinya!" Bujuk Briyanna.
"Ya ma!" Sahut Alvan.
Kemudian dia mulai merogoh ponselnya dari kantong celananya untuk memenuhi permintaan istri cantiknya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Novela JuvenilKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
