Bab 95

826 55 4
                                        


Pesta pertunangan Andra dan Viya baru saja selesai digelar, pesta pertunangan yang tampak mewah bahkan tak tanggung-tanggung keluarga Andra menghadiahkan satu unit mobil sport untuk Viya sebagai hadiah pertunangannya. Dua keluarga itu tampak bahagia melihat putra dan putri mereka memilih pasangan yang tepat dan sesuai keinginan mereka,  senyum bahagia tidak lepas dari wajah cantik Viya, selain memiliki mobil sport impiannya, ayahnya juga memberikan beberapa hadiah mewah lainnya dari brand-brand terkenal. Padahal baru pertunangan saja sudah selesai mewah ini apalagi saat pernikahan mereka nanti.

Danisha tertegun melihat betapa bahagianya menjadi Viya, terlahir dengan keluarga yang sempurna dan bahagia, kehangatan keluarga Viya bisa ia rasakan, mereka masih berada di rumah utama Andra karena pesta pertunangan mereka diadakan di sana.

Elisha diam-diam memperhatikan Danisha, dan perlahan-lahan mendekati temannya itu.

"Mikirin apa sih?" Tanya Elisha seraya mendudukkan tubuhnya di samping gadis itu.

"Nggak ada, cuma lagi ngeliatin Viya aja, dia terlihat sangat bahagia!"

"Jelas lah dia tunangannya sama Andra, kalau Lo kapan?" Tanya Elisha.

"Nggak tau gue, kadang gue nggak bisa nebak jalan pikiran Alvan!" Sahut Danisha.

"Kalau gue sih belum mau tunangan, biar gini aja dulu!"  Pacaran aja Verrel posesifnya kadang bikin kesal apalagi kalau udah Tunangan!" Keluh Elisha karena memang posesif nya Verrel sangat menjengkelkan bagi Elisha.

"Bukannya dia posesif tandanya dia beneran Cinta sama Lo, harusnya Lo senang dong!" Kata Danisha seraya menatap Elisha.

"Senang apanya? Yang ada tanduk gue keluar Mulu kalau udah diposesifin sama Verrel, Lo bayangin deh, gue harus laporan sama dia kalau gue mau kemana-mana udah kayak satpam aja!"

"Gue malah diposesifin dua orang malah!" Ucap Danisha tertawa mengingat bagaimana Rayyan dan Alvan yang kerap kali bertengkar karena dirinya.

Danisha mengarahkan tatapannya pada sosok kekasihnya yang tampak serius berbicara dengan Rion dan Rayyan.

"Inggrid dan Rion udah Tunangan, Viya sama Andra juga, Alex dan Rania katanya juga udah tapi gue nggak tau kapan!" Kata Elisha sambil melihat jam di ponselnya.

"Kayaknya mereka Tunangannya privasi deh, ortunya Raniakan pejabat politik, takutnya nanti jadi bahan konsumsi publik!" Jelas Danisha.

"Mungkin juga sih!"

Kemudian keduanya serentak diam karena Verrel tengah berjalan mendekati mereka setelah sebelumnya laki-laki itu tengah mengobrol santai bareng Alex dan nggak lama kemudian Alvan juga sudah berada di sisi Danisha seraya merangkul pinggang gadisnya itu posesif.

"Belum mau pulang Baby?" Tanya Alvan seraya membubuhkan kecupan manis di pelipis Danisha.

"Bentar lagi kali Al, baru juga jam berapa!" Kita juga belum ngucapin selamat sama Andra dan Viya!" Bukan Danisha yang jawab tapi malah Elisha yang sewot mendengar Alvan ngajakin Danisha pulang.

"Iya bentar lagi!" Sahut Danisha yang akhirnya diiyakan oleh Alvan.

Setelah acara temu keluarga antara Viya dan Andra selesai barulah pasangan itu bergabung bersama teman-teman mereka.

"Selamat ya bro!"

"Selamat ya Viya!"

Ucapan selamat yang berasal  dari teman-temannya  membuat senyum pasangan itu tidak luntur sejak tadi,

"Masih nggak nyangka gue ngeliat Andra sama Viya udah Tunangan aja!" Ucap Alex tertawa menggoda Andra.

"Jangankan Lo, gue aja masih nggak percaya bisa tunangan sama nih orang!" Sahut Viya yang langsung  di sambut kekehan oleh teman-teman mereka.

"Udah ke gep duluan gue bawa Viya ke Apart!" Jujur Andra.

"HAH!!!!....

"Maksud Lo....kalian....!

"Jangan negatif dulu Lo!" Ketus Andra sambil menggeplak bahu Verrel.

"Ingat waktu Tunangannya Rion sama Inggrid?"

"Iya, trus?" Sahut Verrel nggak sabaran.

"Gue kan mabuk banget di situ, Andra bawa gue ke Apartnya, eh pagi-paginya nyokapnya datang pas gue sama Andra lagi sarapan!" Ucap Viya yang menggantikan Andra menjelaskan kepada teman-temannya.

"Kok nggak ke Apart Lo Vy?" Tanya Ayu penasaran.

"Gimana mau ke Apartnya, Dia aja udah nggak sadar!" Jawab Andra.

"Terus paginya nyokap gue datang ke Apart, gue nggak mungkin bilang kalau kita nggak ada hubungan apa-apa bisa-bisa nyokap gue ngiranya gue suka bawa cewek nggak bener ke Apart,  pas gue bilang pacaran sama Viya nyokap langsung setuju malah tanpa sepengetahuan gue, nyokap berkunjung ke rumah Viya diam-diam!" Jelas Andra lagi.

"Ini mah anugrah tertangkap basah judulnya!" Ucap Verrel tertawa.

"Eh... Kalian pada mikir nggak sih kalau ucapan Danisha dulu bakal jadi kenyataan?" Tanya Rania  sehingga membuat teman-teman berfikir.

"Emangnya apa yang  pernah gue bilang?" Tanya Danisha bingung.

"Waktu kita KKN dulu Lo bilang kalau KKN itu kelar kuliah nikah!" Ucap Rania.

"Iya bener!" Kata Rayyan, Inggrid, Elisha dan Alex berbarengan.

"Mana kita berdua belas jadinya pasangan semua lagi!" Kata Ayu menambahkan.

"Kalau dipikir-pikir lucu ya!" Kata Verrel.

"Jangan dipikirin, otak Lo nggak sanggup nanti!" Sarkas Alvan membuat Verrel mencebik.

Kemudian Rion melihat ke jam yang melingkar di  pergelangan tangannya.

"Gays... Kita pulang Duluan ya, tadi Tante Carolla pesan jangan kemaleman pulangnya!" Pamit Rion karena memang malam  sudah sedikit larut.

"Sekali lagi selamat ya Andra! Viya!" Ucap Inggrid sambil menggandeng tangan Rion yang mulai  beranjak dari tempat mereka tadi.

Terimakasih ya buat kalian!" Sahut Viya.

"Kita juga kayaknya mau pamit bro!" Ucap Verrel yang disetujui oleh Alvan, Rayyan, Alex dan Verrel.

"Thanks ya udah datang!"

"Sama-sama!"

Kemudian satu persatu teman-teman mereka beranjak meninggalkan taman rumah Andra tempat berlangsungnya acara.

Elisha dadah-dadah ke Ayu, Danisha dan Rania ketika ketiga gadis itu masih menunggu kedatangan kekasih mereka dari parkiran mobil, sedangkan Verrel sudah duluan datang.

Verrel tersenyum gemas melihat tingkah kekasih cantiknya itu.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang