Bab 69

1K 56 2
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di sini, di depan ruangan operasi mereka menunggu berharap pintu ruangan itu terbuka dan Berharap Kabar baik yang mereka dengar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di sini, di depan ruangan operasi mereka menunggu berharap pintu ruangan itu terbuka dan Berharap Kabar baik yang mereka dengar.

Sandara terkulai lemas menangis memeluk Renatta, Reinard  juga sesekali menghapus air matanya, perasaan bersalah begitu mendera di hatinya, dan Rayyan berdiri di depan pintu ruangan itu seraya menatap kosong dengan perasaan takut,  berharap pintu itu segera terbuka.

Alvan berlari sekuat tenaga menyusuri koridor rumah sakit, ia masih berharap kabar yang dia terima barusan itu  tidak benar tapi saat matanya tertuju ke Sandara yang begitu terpuruk, Alvan berjalan pelan mendekati Rayyan, kedua  kakinya melemas,  tangannya gemetar menyentuh bahu Rayyan.

"Ray....!"

Rayyan menoleh begitu seseorang menyentuh bahunya.

"Danish masih ada di dalam Al!" Ucap Rayyan sendu, dia juga masih gemetaran karena dia melihat sendiri bagaimana tubuh Danisha dihantam oleh sebuah sedan hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi, bagaimana tubuh Danisha terpental mengeluarkan darah yang cukup banyak, kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba.

Alvan terduduk ke lantai, kedua kakinya sudah tidak kuat menahan tubuhnya, rasanya ia masih belum percaya padahal tadi baru saja dia mengantar Danisha ke rumahnya dengan  sehat dan masih melihat bagaimana manisnya senyum kekasihnya itu tapi begitu ia sampai di rumahnya, saat itu juga Rayyan memberi kabar tentang Danisha.

Sungguh rasanya Alvan sangat takut dan gelisah, berharap pintu itu cepat-cepat terbuka dan menerima kabar baik tentang kekasihnya. Tak henti-hentinya dia berdoa semoga Danishanya baik-baik saja.

Nggak lama kemudian rombongan teman-temannya datang memenuhi koridor ruang tunggu operasi. Rasanya masih sulit dipercaya, mereka masih ngumpul siang tadi, bercanda, tertawa dan saling usil tiba-tiba harus mendengar kabar yang tidak mengenakkan tentang Danisha.

"Ray...!

Ayu menyentuh bahu Rayyan yang meluruh menatap kosong ke depan. Rayyan menoleh sebentar lalu menggenggam jemari Ayu.

"Apa yang terjadi, kenapa bisa seperti ini?"

"Iya Ray, tadi kita masih baik-baik saja kenapa tiba-tiba seperti ini?" Tanya Alex yang tengah jongkok di samping Alvan seraya menenangkan laki-laki itu yang hanya diam mengunci mulutnya.

Kemudian Rayyan menceritakan semuanya kepada teman-temannya tanpa ada yang tertinggal satu kata pun. Alvan yang mendengar hal itu merasakan hatinya semakin sakit,  sampai-sampai ia  tak sadar air matanya meleleh dari sudut matanya.

"Al, Danisha pasti baik-baik saja!" Ucap Rion menepuk bahu Alvan.

"Kita berdoa semoga Danisha baik-baik saja!" Kata Elisha seraya menghapus air matanya.

Kemudian mereka semua diam duduk menunggu operasi selesai,  tak ada yang bersuara lagi mereka larut dalam pikiran masing-masing.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang