Pesta pernikahan Viya dengan Andra di gelar di salah satu hotel megah dengan tema Indoor, semua tamu undangan yang mayoritas dari kalangan kelas atas serta beberapa pejabat politik tampak juga di sana. Dua keluarga konglomerat tengah bersatu saat ini dalam ikatan pernikahan putra dan putri mereka, Semua tampak kagum dengan pesona sepasang pengantin saat ini, bahkan Viya mengenakan Mahkota dengan taburan berlian, tak heran karena keluarganya memiliki bisnis berlian yang dinamai Xavier Diamond.
"Kenapa ngelihatinnya sampai segitunya? Kalau pengen Abang bisa buatin pesta lebih dari ini!" Bisik Verrel tepat di telinga Elisha dengan suara deepnya sampai-sampai Elisha dibuat merinding.
"Viya cantik!" Sahut Elisha setelah beberapa saat terdiam hanya untuk menormalkan detak jantungnya yang berdetak tak karuan saat Verrel berbisik di telinganya tadi.
"Bagi Abang, adek yang yang paling cantik!" Ucap Verrel menatap dalam paras cantik kekasihnya itu. ( sambil bayangin pas Taehyung natap Jungkook ).
Elisha dibuat tidak berkutik oleh Verrel yang duduk di sampingnya sambil mengunci pergerakan gadisnya itu, sehingga menciptakan jarak diantara mereka sangat dekat.
"Kenapa diam, hmm...?" Tanya Verrel tanpa mengalihkan tatapannya, malah semakin mengikis jarak mereka sampai-sampai Hembusan nafas lelaki itu terasa menyapu raut wajah Elisha.
"Abang, sanaan dikit!" Rengek Elisha seraya mendorong Verrel meski tak ada pergerakan dari pria tampan itu.
"Kenapa sih? Abang cuma mau menikmati wajah cantik pacar Abang kok!" Kata Verrel seraya mengelus pipi kanan Elisha dengan jari telunjuknya.
Raut wajah Elisha tampak merona karena malu diperlakukan demikian oleh Verrel, bahkan dengan santainya Verrel sempat-sempatnya mencium pipi kekasihnya itu, padahal suasana pesta masih sangat ramai.
"Ehhmm...ehmmm....!" Dengan tidak elitnya Rion malah mengganggu kesenangan Verrel, laki-laki itu hanya mendengus melirik tajam sahabatnya itu.
"Kalau kebelet nikah aja sekalian!" Ucap Rion sambil mendudukkan dirinya di kursi sebelah Verrel, meja yang mereka tempati saat ini berbentuk bundar dan diisi oleh beberapa bangku.
"Maunya sih gitu!" Gumam Verrel melirik Elisha yang kini menekuk wajahnya karena malu.
"Udah bisa kali nyusul!" Tambah Inggrid sambil ngemilin dessert.
"Bilang ke sahabat Lo ini Ing!" Kata Verrel tapi Inggrid justru asyik dengan cemilannya. Dan tak lama kemudian Alvan dan Danisha bergabung bersama mereka, disusul Rayyan dan Ayu kemudian.
"Alex sama Rania belum datang ya?" Tanya Danisha ketika melihat ke sekelilingnya dan tidak menemukan dua orang temannya itu.
"Kayaknya belum!" Sahut Inggrid yang juga ikut melihat ke sekelilingnya.
"Gimana skripsi Lo Danish?" Tanya Elisha tiba-tiba.
"Lancar dong, gue gitu lho!!... Ujar Danisha menyombongkan diri,
"Cih... Gue sumpahin revisian Lo numpuk!" Sewot Elisha.
"Mustahil! Lo kali yang revisian Mulu!"
"Diiihh... Kagak ya!" Otak gue masih berfungsi dengan baik dan benar!" Bantah Elisha tak mau kalah.
"Emang sih otak Lo berfungsi tapi Lo nya sendiri yang nggak berfungsi heheheh...!!!... Balas Danisha lagi tak mau kalah bahkan sampai menertawakan Elisha.
"Nih...anak kenapa malah bahas Revisian sih!!!!... Kesal Ayu jengah melihat perdebatan dua sahabatnya itu.
"Nih.. si Danisha! Ditanya bagus-bagus malah jawabnya songong gitu!" Ucap Elisha membela diri.
"Enak aja!... Lo yang....
"Sayang bisa diam kan? Atau mas cium di sini?" Kata Alvan memotong kalimat Danisha dengan sebuah ancaman.
"Tapi kan....
"Sayang.....
"Iya...iya...!" Sahut Danisha akhirnya menuruti kata-kata suaminya itu, dia masih punya malu untuk tidak berciuman di depan publik. Tapi tidak dengan tatapannya yang masih melirik Elisha dengan tajam, pun Elisha juga tak mau kalah.
Acara demi acara berlangsung dengan lancar, Malam juga sudah semakin larut! Beberapa kali Danisha menguap menahan kantuknya, mereka saat ini berada di perjalanan untuk pulang ke rumah.
"Ngantuk banget ya sayang?" Tanya Alvan seraya menggenggam jemari Danisha dengan sebelah tangannya.
"Iya, tadi juga di kampus lumayan capek! Pulangnya juga langsung ke rumah Tante Renatta!" Sahut Danisha.
"Kita nginap dia Apartemen mau?" Tanya Alvan dan Danisha langsung menyetujuinya karena jarak untuk ke rumah utama Keluarga Oswald masih lumayan jauh, sementara ke Apartemen Alvan hanya sekitar beberapa menit lagi juga udah sampai.
Alvan pun langsung mempercepat laju mobilnya agar segera Sampai ke Apartemennya, Ia melihat Istri cantiknya itu tampak kelelahan.
Berbeda dengan Verrel yang malah memilih singgah dulu ke sebuah kafe katanya tadi Elisha pengen makan es krim, tapi dengan modusnya Verrel malah membawanya ke kafe yang khusus untuk muda- mudi, tempatnya juga sangat privasi, sehingga dengan mudah bisa melancarkan rencana mesum Verrel.
Terbukti saat ini dia tengah asyik tidur-tiduran di kaki Elisha, sedangkan Elisha malah asyik menikmati Es krim Vanillanya. Sesekali Elisha menyuapinya tapi Verrel dengan nakalnya malah langsung merasainya dari bibir mungil Elisha, modus banget memang!
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
