KKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu...
Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita...
#BTS
#EXO
#NOTBL
#KKN
#au
Esoknya sebelum ke kafe yang dijanjikan Rion, Danisha bermaksud ke Rumah sakit dulu buat ketemu Sandara, Danisha melangkahkan kakinya menuju ruangan Snadara tapi...
Danisha tertegun di koridor ruangan praktek Sandara ketika melihat sosok seseorang yang tidak asing baginya. Sengaja ia memperlambat langkahnya agar lebih bisa mengamati apa yang tengah dibicarakan Sandara mamanya dan Om.. Reinard papanya Rayyan.
Sulit bagi Danisha untuk berfikir positif sekarang, kalau seandainya Reinard merupakan pasien dari Sandara harusnya mereka bicara di dalam ruangan Sandara, dan jika dilihat lagi gerak-gerik mereka bukanlah orang yang sedang konsultasi antara si pasien dengan Dokternya, ini lebih pas jika disebut perdebatan.
Akhirnya Danisha mengurungkan niatnya untuk bertemu Sandara, dia lebih memilih mendudukkan dirinya di kursi ruang tunggu, Danisha semakin bingung ada hubungan apa antara mamanya dan papanya Rayyan , apalagi saat melihat keduanya memasuki lift turun ke loby.
"Ting!"...
Danisha menyalakan ponselnya, ada pesan dari Alvan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Danisha kembali larut dalam pikirannya setelah membalas pesan dari Alvan, dia semakin berfikir yang tidak-tidak, sulit baginya untuk berfikir positif sekarang.
Karena saking larutnya dengan lamunannya, ia tidak sadar kalau Alvan sudah duduk di sampingnya.
"Hei....!" Sapa Alvan sambil menyentuh hidung Danisha dengan jari telunjuknya.
"Loh... Udah sampai ya?" Ucap Danisha meraya menatap Alvan yang langsung disambut senyuman manis laki-laki itu.
"Mikirin apa sih, sampai-sampai aku datang dicuekin?" Tanya Alvan.
"Nggak, nggak ada apa-apa kok!" Jalan sekarang yuk!" Ajak Danisha langsung, Alvan hanya mengangguk dan beranjak dari duduknya, ia tau pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran Danisha, tapi kalau dia belum mau cerita, Alvan juga nggak mungkin memaksanya.
Pun saat di perjalanan menuju kafe yang dimaksud Rion, Danisha lebih banyak diam dan melamun. Alvan menggenggam jemari Danisha dengan sebelah tangannya karena sebelah lagi dipakai untuk nyetir.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Alvan lembut.
Danisha tersenyum tapi Alvan tau senyum itu paksaan bagi Danisha.
"Nggak apa-apa!" Lagi-lagi jawaban Danisha itu -itu saja, pada akhirnya mereka saling diam hingga sampai di kafe Lexy.
Di kafe Lexy, semua udah pada angumpul saat Danisha dan Alvan sampai, Danisha menghampiri Inggrid dan memeluk gadis itu.
"Kangen banget gue sama Lo Ing!" Ucapnya.
"Sama, gue juga kangen sama kalian semua !" Balas Inggrid.
"Danish, Lo duduk gih kita perlu mendengar penjelasan dua orang ini!" Kata Ayu membuat Danisha melepaskan pelukannya dari Inggrid dan langsung mendudukkan dirinya di samping Alvan.
"Kita makan dulu Ay!" Sanggah Verrel, karena memang Rion dan Inggrid sudah memesan banyak makanan dan minuman di meja.
"Kalian makan aja, biar kita yang interogasi mereka!" Ucap Elisha.
"Buruan Lo jelasin!" Kata Ayu sudah tidak sabaran.
"Kalau sudah di sidang sama Ayu, jangan harap bisa mengelak lagi!" Gumam Andra seraya bergidik ngeri.
"Pacar gue itu!" Kata Rayyan.
"Gue nggak nanya!" Balas Andra.
"Lo berdua bisa diam dulu nggak!!!..." Marah Rania yang langsung membuat Andra dan Rayyan diam. Alex yang melihatnya terkekeh bukan cuma dia aja yang kicep kalau melihat Rania marah ternyata teman-temannya juga.
"Jadi gini gays, sebelumnya kan dulu gue pernah cerita waktu kita masih di posko, kalau gue udah dijodohin sama orang tua gue dan Inggrid bilang hal yang sama juga waktu itu. Inggrid menolak pak Nino karena memang dia udah dijodohin, nah semalam ortu gue ngajak gue untuk menghadiri undangan makan malam dari keluarga si cewek yang dijodohin ke gue, pas sampai sana ternyata cewek yang dijodohin ke gue itu Inggrid!" Jelas Rion membuat teman-temannya tertawa.
"Plot twist sekali!" Ucap Danisha.
"Bener-bener nikung pak Nino Lo Rion!" Ucap Viya cekikan.
"Gimana kira-kira respon pak Nino kalau sampai dia tau ya? Tanya Elisha.
"Palingan diam doang, Lo berharap Pak Nino ribut sama Rion?" Kata Rania
"Ya nggak juga sih, cuma penasaran aja gue!"
"Terus kapan kira-kira tanggal pernikahan kalian?"tanya Ayu yang langsung membuat teman-temannya penasaran dengan jawaban yang akan diucapkan Rion maupun Inggrid.
"Kita masih minta waktu sampai kuliah kita kelar, dan mereka setuju asal kita tunangan dulu!" Jawab Rion.
"Tunangannya kapan?" Tanya Rania.
"Masih dalam perencanaan sih!" Kata Rion seraya tersenyum menatap Inggrid yang sedari tadi diam.
"Apapun yang menjadi rencana kalian semoga lancar ya, dan Ing, Lo harus bahagia!" Ucap Rania menatap sabahatnya itu.
"Lo harus bahagiain Inggrid, kalau sampai kita denger Lo nyakitin Inggrid, gue tebas aset berharga Lo itu!" Ancam Ayu yang bukan hanya Rion saja yang ngeri melihatnya tapi pacar-pacar mereka juga.
"Sadis amat pacar Lo Ray!" Kata Alex menyikut lengan Rayyan.
"Tapi seksi!" Sahut Rayyan
"Kayaknya pacar-pacar kita memang galak-galak semua ya!" Ucap Verrel.
"Pacar gue nggak!" Bantah Alvan karena memang sejauh ini dia belum melihat sisi galak Danisha.
"Cih...belum tau aja Lo!" Dumel Rayyan.
"Sayangnya Viya udah punya pacar, kalau nggak kan bisa pacaran sama Andra!" Ujar Alex setengah berbisik agar Viya tidak mendengarnya, pasalnya Viya juga sama galaknya dengan Ayu.
" Ngak mau gue!" Viya sih Cantik tapi bukan tipe gue!" Protes Andra membantah ucapan Alex.
"Hati-hati Lo ntar kemakan omongan sendiri!"
"Udah ah, makan aja yuk!" Ucap Rayyan melerai perdebatan Andra dan Alex.