KKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu...
Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita...
#BTS
#EXO
#NOTBL
#KKN
#au
Menjelang sore Andra tengah mengadakan pertemuan dengan kolega Tuan Mylez ayahnya di salah satu restaurant mewah, berhubung Ayahnya tengah mengadakan perjalanan bisnis ke Canada itu sebabnya dia yang datang untuk mewakili.
Sekitar tiga jam lebih barulah pertemuan itu selesai karena sekaligus untuk membahas sebuah produk yang akan mereka launching dalam waktu dekat ini. Setelah kolega Tuan Mylez itu permisi pulang lebih dulu, sedangkan Andra masih stay di sana sekedar merilekskan pikirannya. Namun tidak sengaja tatapannya malah tertuju pada sepasang manusia yang sangat ia kenali.
"Bukankah itu sahabatnya Viya? Tapi ada apa kok bisa sedekat itu sama Ken?" kata Andra dalam hati sambil mengamati gerak-gerik mereka dari jauh, Andra bukanlah orang yang suka mencampuri urusan orang lain tapi kali ini ia sedikit dibuat penasaran dengan keberadaan dua orang itu yang sepertinya tengah merencanakan sesuatu. Sayang, tempat duduk mereka berjauhan sehingga Andra tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan.
Meski dia sangat Penasaran tapi Andra tidak juga sampai mendatangi mereka atau bahkan menyuruh salah satu pelayan hanya untuk sekedar menguping, jelas itu bukan karakternya. Andra hanya mencoba untuk berfikir positif bisa saja mereka memang berteman atau bertemu secara kebetulan. Walaupun sebenarnya sangat tidak mungkin tapi Andra tetap menahan dirinya untuk tidak sepenasaran itu dengan urusan orang lain.
Kemudian Andra dan asistennya beranjak meninggalkan restaurant itu, karena hari juga udah mulai malam, tubuhnya butuh istrahat setelah seharian bekerja.
Di Apartemennya, Andra tengah fokus dengan laptopnya, ada sedikit pekerjaan yang tersisa tadi itu sebabnya ia membawa dan mengerjakanya di rumah. Tengah serius dengan pekerjaannya tiba-tiba ponselnya berbunyi, Andra melirik sebentar ternyata dari Viya kekasihnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejujurnya pikiran Andra sudah mengarah ke yang buruk yang bakalan terjadi, tapi Ini Viya, kekasihnya itu sangat keras kepala, Viya tidak akan mau mendengarnya apalagi jika sudah tentang teman-temannya. Viya sangat sepercaya itu.
Andra juga cukup mengenal lingkup pertemanan Viya yang serba glamour dan Mewah, itu sebabnya dia sama sekali tidak percaya kalau kumpulan Teman-teman Viya hanya berdiam diri di Apart, kebiasaan Viya yang seperti ini sangat tidak disukai Andra tapi mau bagaimana lagi Viya terlalu keras orangnya.
Andra kembali mengirim pesan ke Viya memastikan kemana rencananya Viya dan teman-temannya berkumpul.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Andra memijit pelipisnya pelan, pusing kepalanya sangat pusing melihat kelakuan Viya yang nggak bisa dibilangin. Apalagi jika mengingat pertemuan Seva dan Ken tadi sore sudah sangat memenuhi isi kepala Andra, kecurigaannya sangat beralasan, dia sangat tau siapa Ken, entah apa yang dia rencanakan.
Kemudian Andra mencoba untuk tenang dan kembali berfikir yang positif, sambil merebahkan tubuhnya di ranjangnya Andra memeriksa keberadaan Viya lewat ponselnya dan ternyata benar mereka berada di tempat neraka itu.
Berbagai pikiran buruk semakin menumpuk di kepala Andra sehingga pada akhirnya membuatnya langsung meninggalkan pekerjaannya dan berakhir menyusul Viya ke Kyno's club.
Sedan hitam milik Andra melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan, beruntung malam ini lalu lintas tidak begitu ramai sehingga memudahkan perjalanannya. Pikirannya sudah menjadi lawannya saat ini saking tidak bisanya diajak untuk tenang. Fokusnya hanya tertuju pada Viya kekasihnya yang terlalu mudah percaya sama orang lain dan bahkan tidak pernah berfikir buruk tentang orang meskipun ia sendiri sudah dalam bahaya sekalipun.
Jika sampai sesuatu terjadi pada Viya, ia tidak akan segan-segan untuk membunuh Ken, dan Akan memberikan pelajaran pada kekasihnya itu untuk menunjukkan dan menyadarkannya bahwa sebrengsek apa sahabat-sahabat yang selalu dia bangga-banggakan itu.